14 October 2026

1. Konteks Peristiwa Mubahalah dan Latar Belakang Waktu

  • Makna Hari Mubahalah: Peristiwa Mubahalah terjadi pada 24 Dzulhijjah, yang dirayakan sebagai hari kemenangan Islam dan hari di mana Allah memuliakan ajaran-Nya atas agama-agama samawi lainnya.
  • Latar Belakang Kaum Najran: Peristiwa ini melibatkan dialog dan mubahalah antara Nabi Muhammad SAW dengan kaum Nasrani dari kawasan Najran (wilayah perbatasan Arab Saudi dan Yaman saat ini, yang dalam Al-Qur’an dikenal sebagai Ashabul Ukhdud).
  • Waktu Terjadinya Peristiwa: Peristiwa ini terjadi pada ‘Amul Wufud (tahun kedatangan delegasi-delegasi). Riwayat yang lebih kuat menyatakan mubahalah terjadi pada tahun ke-9 Hijriah. Landasan wahyu peristiwa ini diabadikan dalam Surah Ali ‘Imran ayat 59–61.

2. Pengiriman Surat Dakwah Tauhid ke Raja-Raja Dunia

Sebelum kedatangan kaum Najran, Rasulullah SAW sebagai pembawa ajaran universal (Din Al-‘Alamiyyah) dan Rahmatan lil ‘Alamin telah mengirimkan surat dakwah tauhid kepada para raja di tiga benua:

  • Raja Kisra (Persia/Sasania): Penguasa Asia yang berpusat di Madain (Baghdad/Iran) dan penganut Zoroaster (penyembah api). Kisra menyobek surat Nabi SAW, mengirimkan tanah serta rantai perak, dan memerintahkan penangkapan Nabi. Nabi SAW mendoakan agar kerajaannya dihancurkan sebagaimana ia menyobek surat tersebut. Tidak lama kemudian, Kisra terbunuh secara tragis di tempat tidurnya oleh putranya sendiri.
  • Raja Qaisar (Romawi/Byzantium): Penguasa beragama Nasrani yang membentang dari Konstantinopel hingga Vatikan. Salah satu pembesar pendeta/paus Romawi bernama Har membaca surat dari Nabi SAW, lalu keluar menemui pengikutnya dan mendeklarasikan keislamannya. Namun, para pengikutnya yang marah menganiaya dan menginjak-injak pendeta tersebut hingga tewas.

3. Kedatangan Delegasi Nasrani Najran ke Madinah

  • Awal Dialog: Setelah mendengar pesatnya perkembangan Islam serta peristiwa Fathu Makkah dan Perang Khaibar, kaum Nasrani Najran datang ke Madinah untuk berdialog (muhajjajah) mengenai konsep Trinitas dan status Nabi Isa AS.
  • Sikap Toleransi Rasulullah SAW: Rombongan Najran tiba pada hari Minggu. Rasulullah SAW mengizinkan mereka melakukan ibadah ritual keagamaan mereka lengkap dengan salib, lonceng, dan bukhur di dalam Masjid Nabawi, sebagai cerminan ajaran Islam yang Rahmatan lil ‘Alamin.

4. Dialog Sanggahan dan Patahnya Argumen Kaum Nasrani

  • Sanggahan Ketuhanan Isa AS: Kaum Nasrani berpendapat bahwa Isa AS adalah Tuhan yang mengambil rupa manusia (hadits sekaligus qadim). Rasulullah SAW menyanggah secara rasional: Tuhan bersifat qadim (tidak didahului ketiadaan), sedangkan manusia bersifat hadits (baru dan didahului ketiadaan). Menyatukan dua sifat yang bertentangan (istima’ an-naqidhain) adalah hal yang mustahil (muhal).
  • Sanggahan Atas Klaim Putra Allah (Ibnullah): Kaum Nasrani berargumen Isa adalah Putra Allah karena lahir tanpa ayah. Nabi SAW membacakan Surah Ali ‘Imran ayat 59: penciptaan Isa di sisi Allah adalah seperti penciptaan Adam dari tanah. Jika lahir tanpa ayah dijadikan alasan menganggap anak Tuhan, maka Nabi Adam AS yang diciptakan tanpa ayah dan tanpa ibu justru lebih berhak dianggap demikian.
  • Penjelasan Teks Injil: Ketika mereka mengutip kalimat Injil “Aku akan pergi kepada Bapakku”, Nabi SAW melengkapi ucapan tersebut: “Aku pergi kepada Bapakku dan Bapak kalian” (yakni Allah SWT sebagai Pencipta) atau merujuk pada perjumpaan dengan Nabi Adam AS di surga.
  • Pembangkangan (‘Inad): Meskipun argumen mereka patah dan mereka terdiam (wabuhitalladzi kafaru), kesombongan dan keangkuhan (‘inad) membuat kaum Najran tetap enggan menerima kebenaran.

5. Peristiwa Mubahalah dan Alasan Mundurnya Kaum Nasrani

  • Ajakan Mubahalah: Karena mereka tetap bertahan pada kebatilan, Rasulullah SAW mengajak mereka bermubahalah—saling memohon laknat Allah jatuh kepada pihak yang berdusta (Surah Ali ‘Imran: 61). Kaum Nasrani awalnya menyetujui tawaran tersebut untuk dilaksanakan keesokan harinya.
  • Syarat Pembesar Nasrani: Pada hari pelaksanaan (24 Dzulhijjah), kaum Nasrani datang dengan jubah sutra dan perlengkapan keagamaan. Pembesar mereka (Sayyid dan A’qab) berkata: “Jika Muhammad datang membawa pengikut umumnya, kita berani bermubahalah. Tetapi jika ia membawa manusia-manusia pilihan (manusia terbaiknya), jangan pernah kita bermubahalah!”.
  • Kehadiran Rasulullah SAW dan Ahlulbait: Rasulullah SAW keluar menuju batas kota Madinah dengan memakai kain Burda (seperti pada Hari Kisa) dan membawa empat sosok suci pilihan:
    1. Al-Hasan dan Al-Husain dituntun di kanan-kirinya (mewakili abna’ana / anak-anak kami).
    2. Fatimah Az-Zahra berjalan di tengah dengan hijab sempurnanya (mewakili nisa’ana / wanita-wanita kami).
    3. Ali bin Abi Thalib berjalan mengapit di belakang (mewakili anfusana / diri kami).
  • Sikap Mundur Kaum Nasrani: Melihat pancaran keagungan sosok-sosok tersebut, pembesar Nasrani bersumpah: “Demi Allah, aku menyaksikan wajah-wajah yang seandainya mereka berdoa agar gunung bergeser dari tempatnya, niscaya gunung itu akan bergeser. Jangan bermubahalah dengannya, atau tidak akan ada satu pun orang Kristiani yang tersisa di atas bumi!”.
  • Keputusan Perdamaian (Musalahah): Kaum Nasrani Najran akhirnya ketakutan, membatalkan mubahalah, dan memohon perdamaian (musalahah) dengan bersedia membayar jizyah (pajak) serta tunduk di bawah naungan Islam.

6. Pelajaran Tambahan: Keutamaan Ahlulbait dan Imam Ali bin Abi Thalib

  • Peristiwa Bersedekah Cincin: Tanggal 24 Dzulhijjah juga diperingati sebagai hari Amirul Mukminin Ali bin Abi Thalib mensedekahkan cincinnya saat dalam keadaan rukuk, yang menjadi sebab turunnya Surah Al-Ma’idah ayat 55 tentang kepemimpinan (Wilayah).
  • Tiga Sisi Kesempurnaan Imam Ali:
    • Ubudiyah (Penghambaan): Kedalaman ibadah dan kezuhudannya yang luar biasa saat menghadap Allah.
    • Keilmuan: Kedudukannya sebagai pintu gerbang kota ilmu Rasulullah SAW (Babu Ilmi Madinati Rasulillah).
    • Keberanian: Keberaniannya sebagai pahlawan Islam dalam berbagai peperangan (seperti Perang Khaibar dan Uhud), sehingga dipuji dengan julukan “La Fata illa Ali, la Saifa illa Zulfiqar”.

Aqb Alur Peristiwa Mubahalah

Bersama Ustadz Muhammad Al Haddad

Video sumber: ALQURBA TV

LINK QRIS UNTUK HUSEINYAH :

https://drive.google.com/file/d/1VXsk0FpT1yEwU6RILR4f1iO4YQOhUr2t/view

Berita Timur Tengah

  • Memuat berita terbaru...

Buku Yang Perlu Anda Miliki

Imam Ali Khamenei: Jangan Ikuti Syiah Ekstrim

Video Thumbnail
WA Follow Us