Hakikat Bershawalat
Bulan Rabi’ul Awwal adalah bulan yang istimewa karena merupakan bulan kelahiran “Segel Wujud,” Baginda Nabi Muhammad SAW.
Bagi setiap pecinta Ahlulbait dan mereka yang mengakui beliau sebagai nabi, bulan ini disambut dengan penuh suka cita.
Oleh karena itu, sangat penting bagi kita untuk terus membicarakan kebesaran, keagungan, dan kemuliaan Rasulullah SAW agar kita senantiasa hidup, mati, dan dibangkitkan bersama cinta kepada beliau dan keluarganya.
Rahasia dan Keutamaan Shalawat
Pertanyaan mendasar yang perlu kita kaji adalah: mengapa Allah memerintahkan kita bershalawat?
Apa rahasia dan pahala di baliknya?
Dalam Surah Al-Ahzab ayat 56, Allah SWT berfirman bahwa Allah dan para malaikat-Nya bershalawat kepada Nabi, baru kemudian Allah memerintahkan orang-orang beriman untuk melakukan hal yang sama.
Ada perbedaan mendasar antara penghormatan kepada Nabi Adam AS dan Nabi Muhammad SAW.
Malaikat diperintahkan sujud kepada Nabi Adam hanya sekali dan selesai.
Namun, untuk Nabi Muhammad, Allah menggunakan kata kerja yusholluna (bentuk fi’il mudhari), yang berarti Allah dan malaikat senantiasa dan terus-menerus bershalawat kepada beliau sepanjang waktu.
Selain itu, pada perintah ibadah lain seperti shalat, Allah langsung memberi perintah.
Namun untuk shalawat, Allah menyatakan bahwa Dia sendiri telah melakukannya terlebih dahulu sebelum memerintahkan hamba-Nya.
Makna Shalawat
Secara bahasa, shalawat berarti doa. Namun, maknanya berbeda tergantung siapa yang mengucapkannya:
- Shalawat dari Allah:
Berarti Allah menurunkan rahmat-Nya kepada Rasulullah. - Shalawat dari Malaikat:
Berarti mensucikan atau memohonkan rahmat bagi Rasulullah. - Shalawat dari Mukmin:
Berarti doa dan permohonan rahmat.
Nur Muhammad sebagai Pusat Rahmat
Keyakinan kita adalah bahwa Nur Muhammad merupakan makhluk pertama yang diciptakan Allah tanpa proses, dan dari Nur inilah seluruh alam semesta diciptakan.
Oleh karena itu, tidak ada rahmat Allah yang turun kepada makhluk kecuali melalui perantara Rasulullah.
Saat kita bershalawat, kita memohon rahmat bagi beliau agar rahmat tersebut kemudian mengalir pula kepada kita.
Manfaat Shalawat bagi Kehidupan
Shalawat bukan sekadar ibadah lisan, melainkan memiliki dampak nyata:
- Keluar dari Kegelapan:
Shalawat adalah modal untuk mementaskan manusia dari kegelapan (jahiliyah, syirik, perilaku buruk) menuju cahaya Islam dan kebahagiaan akhirat. - Pembersih Jiwa:
Ruh manusia akan menjadi bersih jika diisi dengan cinta dan shalawat kepada Nabi, sehingga siap menerima anugerah dan kemudahan dari Allah. - Solusi Masalah:
Shalawat dapat mempermudah urusan yang sulit, mengingatkan hal yang terlupa, menghilangkan kesedihan, dan melapangkan rezeki. - Jaminan Akhirat:
Shalawat menjadi pemberat timbangan amal di Mizan, memberikan cahaya saat melewati jembatan Sirat, dan menjadi jaminan syafaat.
Cara Bershalawat yang Benar
Rasulullah SAW mengingatkan agar kita tidak melakukan “Shalawat Batra” (shalawat yang terputus), yaitu bershalawat kepada Nabi tanpa menyertakan keluarganya (Ahlul Bait).
Mencintai dan bershalawat kepada keluarga Nabi adalah kewajiban yang diperintahkan Allah dalam Al-Qur’an.
Shalawat yang sempurna adalah yang menyertakan “wa ali Muhammad” atau “wa ala ali Muhammad”.
Penutup
Orang yang paling kikir adalah mereka yang mendengar nama Nabi disebut namun tidak bershalawat, karena ia sebenarnya kikir terhadap kebaikan bagi dirinya sendiri.
Mari kita perbanyak shalawat, terutama di hari Jumat, karena para malaikat khusus mencatat dan melaporkannya langsung kepada Rasulullah SAW.
Mengangkat suara saat bershalawat juga dipercaya dapat menghilangkan sifat munafik (nifaq) dalam hati.
Bersama Ustadz Muhammad bin Alwi BSA
Eps1 – seri Rasulullah SAW dalam Al Qur’an
Video source: DISKUSI FATHIMAH
Saksikan Video di Bawah Ini:
Video: Hak Asasi Setiap Orang
Benarkah keluarga Nabi saw Ditawan?
Pura-Pura Tidak Mengenalnya
Memberi Makan 100 Keluarga
SYARAH DOA KUMAIL (100) – MODAL TERAKHIR SEORANG HAMBA: HARAPAN DAN AIR MATA
SYARAH DOA KUMAIL (99) – JANGAN BIARKAN CINTA BERHENTI SEBAGAI KEINGINAN






