Cinta: Kekuatan yang Menghidupkan Jiwa
Imam Ali bin Abi Thalib berkata:
“Hati yang penuh cinta tidak akan pernah letih meski tubuhnya payah.”
Tubuh bisa lelah, tetapi hati yang dipenuhi cinta selalu menemukan tenaga baru. Sebagaimana seorang ibu yang tetap tersenyum menyusui anaknya meski tubuhnya penat, atau seorang pejuang yang terus berdiri di medan laga karena hatinya menyala oleh cinta kepada kebenaran.
Cinta sejati bukanlah api yang membakar lalu padam, melainkan cahaya yang semakin terang dalam gelapnya cobaan. Imam Ali ingin menegaskan bahwa kekuatan sejati tidak datang dari otot atau harta, tetapi dari hati yang dipenuhi cinta.
Rasulullah SAW bersabda:
“Barang siapa mencintai sesuatu, ia rela berkorban untuknya.”
(Hadis riwayat Ahlul Bait)
Karena cinta, seseorang rela memberi tanpa menghitung, berjalan jauh tanpa mengeluh, bahkan menangis dalam doa tanpa merasa hina. Lelah yang disertai cinta berubah menjadi ibadah; luka yang dibalut cinta menjadi jalan menuju pahala.
Lihatlah Imam Husain as di Karbala. Tubuhnya penuh luka, sahabatnya satu demi satu gugur, keluarganya dikepung musuh. Namun cintanya kepada Allah dan kebenaran membuat beliau tetap tegak, bahkan dalam detik-detik terakhir. Inilah bukti nyata bahwa cinta sejati adalah kekuatan jiwa yang tak terkalahkan.

Bersama Hasyim Arsal Alhabsi
Dehills Institute
Artikel dan gambar sumber: https://www.facebook.com/share/p/1EXs6zE7FF/

