SYARAH DOA KUMAIL (24) – RIDA BUKAN MENYERAH KEPADA KEZALIMAN
Bagian 24 dari 100
Teks Doa Kumail
> وَتَجْعَلَنِي بِقِسْمِكَ رَاضِيًا قَانِعًا
Wa taj‘alanī biqismika rāḍiyan qāni‘ā.
“Dan jadikanlah aku rida serta merasa cukup dengan bagian yang Engkau tetapkan bagiku.”
Tema utama
Rida dan kanaah membebaskan hati dari perbudakan perbandingan. Namun keduanya bukan alasan untuk berhenti berusaha, membiarkan kemiskinan, atau menyebut ketidakadilan manusia sebagai ketetapan Allah.
Rāḍiyan menunjuk kepada hati yang tidak memusuhi Allah ketika kehidupan berjalan berbeda dari keinginannya. Qāni‘an berarti merasa cukup sehingga nilai diri tidak ditentukan oleh apa yang dimiliki orang lain.
Namun rida tidak sama dengan pasrah terhadap kezaliman.
Harta yang dirampas, upah yang tidak dibayar, dan hak orang lemah yang dikuasai bukanlah “bagian dari Allah” yang harus diterima tanpa perlawanan.
Kezaliman tetap harus dihentikan dan hak tetap harus dikembalikan.
Rida berbicara tentang hubungan hati dengan Allah—bukan pembenaran terhadap dosa manusia.
Ayat Al-Qur’an
- QS Az-Zukhruf 43:32
> أَهُمْ يَقْسِمُونَ رَحْمَتَ رَبِّكَ ۚ نَحْنُ قَسَمْنَا بَيْنَهُمْ مَعِيشَتَهُمْ فِي الْحَيَاةِ الدُّنْيَا
“Apakah mereka yang membagi-bagikan rahmat Tuhanmu? Kamilah yang membagikan penghidupan mereka dalam kehidupan dunia.”
Ayat ini meruntuhkan anggapan bahwa manusia dapat menentukan seluruh jalan hidupnya sendiri. Akan tetapi, ayat tersebut tidak membenarkan sistem sosial yang zalim. Manusia tetap diperintahkan menegakkan keadilan dan tidak memakan harta sesamanya secara batil. QS Az-Zukhruf 43:32
- QS Thaha 20:131
> وَلَا تَمُدَّنَّ عَيْنَيْكَ إِلَىٰ مَا مَتَّعْنَا بِهِ أَزْوَاجًا مِنْهُمْ زَهْرَةَ الْحَيَاةِ الدُّنْيَا لِنَفْتِنَهُمْ فِيهِ ۚ وَرِزْقُ رَبِّكَ خَيْرٌ وَأَبْقَىٰ
“Janganlah engkau mengarahkan pandanganmu kepada kenikmatan yang Kami berikan kepada beberapa golongan mereka sebagai bunga kehidupan dunia untuk Kami uji mereka dengannya. Rezeki Tuhanmu lebih baik dan lebih kekal.”
Perbandingan yang terus-menerus membuat manusia gagal melihat pemberian yang telah berada dalam tangannya. QS Thaha 20:131
- QS Al-Hadid 57:23
> لِكَيْلَا تَأْسَوْا عَلَىٰ مَا فَاتَكُمْ وَلَا تَفْرَحُوا بِمَا آتَاكُمْ ۗ وَاللَّهُ لَا يُحِبُّ كُلَّ مُخْتَالٍ فَخُورٍ
“Agar kalian tidak berduka secara berlebihan terhadap apa yang luput dan tidak pula membanggakan diri atas apa yang diberikan kepada kalian. Allah tidak menyukai setiap orang yang sombong lagi membanggakan diri.”
Rida menyeimbangkan hati: kehilangan tidak menghancurkannya dan kepemilikan tidak membuatnya mabuk. QS Al-Hadid 57:23
Doa Ahlul Bait
Dalam Doa ke-35 ash-Sahifah as-Sajjadiyyah, yang dinisbatkan kepada Imam Ali Zainal Abidin as, disebutkan:
> اَللّٰهُمَّ صَلِّ عَلَىٰ مُحَمَّدٍ وَآلِهِ، وَلَا تَفْتِنِّي بِمَا أَعْطَيْتَهُمْ، وَلَا تَفْتِنْهُمْ بِمَا مَنَعْتَنِي، فَأَحْسُدَ خَلْقَكَ، وَأَغْمَطَ حُكْمَكَ
“Ya Allah, limpahkanlah salawat kepada Muhammad dan keluarganya. Janganlah Engkau mengujiku melalui apa yang Engkau berikan kepada mereka dan jangan pula menguji mereka melalui apa yang Engkau tahan dariku, sehingga aku mendengki kepada makhluk-Mu dan meremehkan ketetapan-Mu.”
Doa itu kemudian memohon:
> وَطَيِّبْ بِقَضَائِكَ نَفْسِي، وَوَسِّعْ بِمَوَاقِعِ حُكْمِكَ صَدْرِي
“Tenangkanlah jiwaku dengan ketetapan-Mu dan lapangkanlah dadaku dalam menerima tempat berlakunya keputusan-Mu.”
Teks tersebut secara langsung menghubungkan rida dengan pembebasan diri dari iri hati dan kebiasaan membandingkan.
Catatan verifikasi:
Doa ini secara masyhur dinisbatkan kepada Imam Zainal Abidin as dan termasuk dalam korpus inti ash-Sahifah as-Sajjadiyyah. Kajian sanad mandiri tidak dilakukan di sini; redaksi dan terjemahannya perlu dibandingkan dengan edisi kritis untuk penggunaan akademis.
Kerangka pembahasan
- Makna rida sebagai kedamaian hati terhadap Allah.
- Kanaah sebagai kebebasan dari kerakusan dan perbandingan.
- Perbedaan antara menerima ketetapan Allah dan membiarkan kezaliman manusia.
- Usaha tidak bertentangan dengan rida; usaha merupakan bagian dari ketaatan.
- Kekayaan dan kekurangan sama-sama dapat menjadi ujian.
- Hati yang rida tetap berjuang, tetapi tidak menggantungkan ketenangannya pada hasil.
Pembuka syarah
Sebagian kegelisahan tidak lahir karena kita kekurangan.
Ia lahir karena kita terlalu lama memandang apa yang berada di tangan orang lain.
Hidup seseorang terasa baik sampai ia melihat kehidupan yang tampak lebih indah. Rumahnya cukup sampai ia memasuki rumah yang lebih besar.
Pekerjaannya terasa bermakna sampai ia mengetahui jabatan temannya. Nikmat yang dahulu membuatnya bersyukur perlahan berubah menjadi sesuatu yang ia keluhkan.
Bukan karena nikmat itu berkurang.
Pandanganlah yang telah berpindah.
Doa Kumail kemudian mengajari kita memohon:
> “Jadikanlah aku rida serta merasa cukup dengan bagian yang Engkau tetapkan bagiku.”
Rida tidak berarti seseorang berhenti bercita-cita. Kanaah tidak berarti menolak kemajuan. Seorang mukmin tetap bekerja, belajar, merencanakan, dan memperjuangkan kehidupan yang lebih baik.
Namun ia tidak menunda kedamaian sampai seluruh keinginannya terpenuhi.
Ia berusaha tanpa menjadikan hasil sebagai tuhan.
Penggalan ini juga tidak boleh digunakan oleh orang kuat untuk membungkam orang lemah. Seorang pekerja yang menuntut upahnya tidak sedang menolak ketetapan Allah.
Orang miskin yang memperjuangkan keadilan tidak kekurangan rida. Korban penindasan tidak wajib menerima kezaliman atas nama kanaah.
Hak yang dirampas bukan pembagian Allah. Itu adalah dosa manusia.
Rida berada di dalam hati yang mempercayai Allah, sedangkan keadilan harus diwujudkan oleh tangan yang menaati Allah. Keduanya tidak bertentangan.
Orang yang rida dapat berjuang sangat keras. Perbedaannya, jika hasil belum datang, ia tidak berburuk sangka kepada Tuhannya. Jika memperoleh keberhasilan, ia tidak merasa lebih mulia daripada orang lain.
Ia menerima tanpa menjadi pasif dan berusaha tanpa menjadi rakus.
Hatinya tidak berhenti bergerak menuju kebaikan, tetapi ia telah berhenti menggugat Allah hanya karena jalan hidupnya tidak sama dengan jalan hidup orang lain.

Hasyim Arsal Alhabsi
Dehills Institute
—
Artikel dan gambar sumber: https://www.facebook.com/share/p/1GXxyFTJKE/
Saksikan Video di Bawah Ini:
Video: Hak Asasi Setiap Orang
Benarkah keluarga Nabi saw Ditawan?
Pura-Pura Tidak Mengenalnya
Memberi Makan 100 Keluarga
SYARAH DOA KUMAIL (100) – MODAL TERAKHIR SEORANG HAMBA: HARAPAN DAN AIR MATA
SYARAH DOA KUMAIL (99) – JANGAN BIARKAN CINTA BERHENTI SEBAGAI KEINGINAN


