22 September 2026

Bismillahirrohmaanirrohiim…
Allahumma sholli ‘alaa Muhammad wa aali Muhammad

Doa hari ketiga Ramadhan yang diajarkan oleh Rasulullah SAW memuat tiga permohonan yang sangat fundamental bagi kehidupan seorang mukmin:

1. Permohonan Anugerah Kecerdasan dan Kewaspadaan (Mawas Diri)

  • Pentingnya Kewaspadaan:
    Seorang mukmin memohon agar selalu waspada dan berhati-hati dari bisikan setan serta rayuan hawa nafsu yang dapat menjerumuskannya ke dalam kemaksiatan dan kemurkaan Allah.
    Meskipun kemaksiatan tertentu secara fiqih tidak membatalkan puasa, hal tersebut tetap dapat merusak nilai dan makna puasa yang sesungguhnya.
  • Bahaya Melupakan Allah:
    Al-Qur’an memperingatkan agar kita tidak menjadi seperti orang yang melupakan Allah.
    Kelalaian tersebut akan dibalas dengan dijadikan lupa terhadap diri sendiri, sehingga tidak lagi menyadari apa yang membawa kebahagiaan bagi dirinya dan tergolong sebagai orang-orang yang fasik.
    Untuk memupuk kewaspadaan ini, Al-Qur’an juga menekankan pentingnya mengingat kematian serta dahsyatnya peristiwa hari kiamat.
  • Tiga Amalan Paling Sulit menurut Imam Al-Baqir AS:
    Untuk membantu seorang hamba mawas diri dari jebakan setan, terdapat tiga perkara yang paling sulit dilakukan:

    1. Berlaku objektif terhadap diri sendiri (insyaful mukmin mint nafsihi):
      Tidak memandang diri sendiri secara istimewa atau bebas dari cela, melainkan melihat diri apa adanya dengan segala kekurangannya.
    2. Mendermakan sebagian harta untuk saudara (muazzul mar’i):
      Berbagi sebagian dari harta agar saudara yang sedang kekurangan juga mendapatkan kebahagiaan.
    3. Mengingat Allah dalam setiap keadaan (zikrullah ala kulli hal):
      Makna dzikir di sini bukan sekadar melafalkan nama Allah di lisan, melainkan senantiasa mengingat Allah setiap kali tergoda untuk melakukan maksiat.
      Ingatan ini akan menjadi penghalang antara dirinya dan dosa yang hendak dilakukan. Orang yang bertakwa akan segera tersadar ketika disentuh bisikan setan, sehingga mereka dapat melihat dan memilih jalan yang benar.

2. Permohonan Dijauhkan dari Kebodohan dan Penipuan

  • Permohonan ini bertujuan agar seorang mukmin terhindar dari sikap bodoh yang tidak mencerminkan kedewasaan dan akal sehat seorang mukmin.
  • Sikap bodoh ini dicirikan dengan perkataan yang sia-sia—seperti berbicara hanya untuk membuat orang tertawa tanpa membawa kebaikan bagi diri sendiri maupun pendengarnya—serta perilaku yang tidak menunjukkan kedewasaan.

3. Permohonan Bagian Terbanyak dari Setiap Kebaikan di Bulan Ramadhan

  • Memohon agar dianugerahi bagian paling melimpah dari segala bentuk kebaikan, keberkahan, rahmat, dan anugerah yang Allah turunkan di bulan suci ini.
  • Permohonan ini tidak hanya berfokus pada materi, melainkan lebih mengutamakan aspek non-materi yang jauh lebih berharga bagi kebahagiaan hidup.
  • Empat Perkara Kunci Kebaikan Dunia dan Akhirat:
    Imam Ali bin Abi Thalib AS menyatakan bahwa siapa pun yang dianugerahi empat hal ini, maka ia telah mendapatkan kebaikan dunia dan akhirat sekaligus:

    1. Kejujuran dalam bertutur kata (sidqu hadisin).
    2. Menyampaikan dan menjaga amanat (ada’u amanatin).
    3. Menjaga perut dari makanan haram serta dari mengonsumsi sesuatu yang diperoleh dengan cara yang haram.
    4. Budi pekerti yang mulia atau akhlak yang mulia (husnul khuluq).
      Penyempurnaan akhlak mulia ini pula yang menjadi misi utama diutusnya Rasulullah SAW ke dunia.

Panduan Amalan Hari Ketiga Ramadhan

 

Judul video: Renungan Doa Ramadhan Hari Ke 3. – Watch on Youtube

Yuk Subscribe PANDU AHLULBAYT:
Subscribe Channel PANDU AHLULBAYT

 

 

Berita Timur Tengah

  • Memuat berita terbaru...

Buku Yang Perlu Anda Miliki

Imam Ali Khamenei: Jangan Ikuti Syiah Ekstrim

Video Thumbnail
WA Follow Us