22 September 2026

Bismillahirrohmaanirrohiim…
Allahumma sholli ‘alaa Muhammad wa aali Muhammad

Doa hari kedua bulan Ramadan yang diajarkan oleh Rasulullah SAW memuat tiga permohonan penting yang menjadi kunci kesuksesan seorang hamba selama menjalankan ibadah puasa:

1. Memohon Didekatkan kepada Keridhaan Allah (Mardhatillah)

  • Puncak Cita-Cita Hamba:
    Bagi hamba yang telah mengenal (makrifat) dan mencintai Allah, meraih keridhaan-Nya adalah tujuan paling mulia yang membuat mereka selalu berupaya melakukan ketaatan dan menjauhi murka-Nya.
  • Perumpamaan di dalam Al-Qur’an:
    Allah mengumpamakan orang yang berinfak murni demi mencari keridhaan-Nya seperti kebun subur di dataran tinggi.
    Kebun ini akan selalu menghasilkan buah berlipat ganda; jika tidak diguyur hujan lebat, rintik hujan atau embun pun cukup untuk membasahinya.
  • Misteri Keridhaan dalam Ketaatan:
    Menurut riwayat dari Imam Ali bin Abi Thalib (Amirul Mukminin), Allah merahasiakan keridhaan-Nya di dalam ketaatan kepada-Nya. Kita tidak pernah tahu tindakan ketaatan mana yang akan mendatangkan ridha Allah.
  • Jangan Meremehkan Kebaikan Kecil:
    Amirul Mukminin mengingatkan agar kita tidak meremehkan ketaatan sekecil apa pun, karena bisa jadi di sanalah letak keridhaan Allah.
    Contohnya adalah menyingkirkan duri dari jalan, membantu orang tua menyeberang, atau menyelamatkan seekor binatang (seperti kucing) yang kehausan.
    Melalui doa ini, kita memohon taufik agar dimudahkan melakukan ketaatan, baik yang besar maupun yang tampak sepele.

2. Memohon Dijauhkan dari Murka Allah

  • Penyebab Murka:
    Murka Allah timbul ketika seorang hamba meremehkan perintah-Nya, meremehkan risalah dan kekasih-kekasih-Nya, serta menerjang hal-hal maksiat yang telah diharamkan.
  • Makna Permohonan:
    Permohonan ini berarti meminta perlindungan dan pertolongan Allah agar kita senantiasa diselamatkan dari terjatuh ke dalam jurang kemakmuran/kemaksiatan.

3. Memohon Taufik untuk Membaca Al-Qur’an dengan Tadabbur

  • Musim Semi Al-Qur’an:
    Imam Ja’far as-Sadiq menyatakan bahwa setiap sesuatu memiliki musim semi, dan musim semi Al-Qur’an adalah bulan Ramadan.
    Oleh karena itu, kita memohon kemudahan untuk membaca dan mengkhatamkan Al-Qur’an di bulan suci ini.
  • Tadabbur Lebih Utama daripada Sekadar Kuantitas:
    Meskipun setiap huruf yang dibaca bernilai 10 pahala, target membaca Al-Qur’an sebaiknya tidak hanya mengejar kuantitas khatam, melainkan harus disertai dengan tadabbur (perenungan).
  • Manfaat Merenungkan Al-Qur’an:
    Melalui tadabbur, kita dapat memahami pesan dan kehendak Allah.
    Hal ini memungkinkan kita untuk menghiasi diri dengan sifat-sifat mulia yang diperintahkan Allah serta membersihkan jiwa dari sifat-sifat buruk yang dikecam di dalam Al-Qur’an.

Tiga Kunci Cita Cita Hamba

 

Judul video: Renungan Doa Ramadhan Hari Ke 2 (Tayang Setiap Jam 03 30 WIB) – Watch on Youtube

Yuk Subscribe PANDU AHLULBAYT:
Subscribe Channel PANDU AHLULBAYT

 

Berita Timur Tengah

  • Memuat berita terbaru...

Buku Yang Perlu Anda Miliki

Imam Ali Khamenei: Jangan Ikuti Syiah Ekstrim

Video Thumbnail
WA Follow Us