Bismillahirrohmaanirrohiim…
Allahumma sholli ‘alaa Muhammad wa aali Muhammad
Doa hari keempat bulan suci Ramadan mengajarkan kita untuk memohon perlindungan, kekuatan, dan kelezatan iman kepada Allah SWT. Doa khusus yang diajarkan oleh Rasulullah SAW pada hari ini adalah:
“Ya Allah, kuatkanlah diriku di dalam bulan ini untuk melaksanakan perintah-Mu, anugerahkanlah kepadaku di bulan ini kemanisan mengingat-Mu, dengan kemurahan-Mu berikan kesempatan kepadaku di bulan ini untuk bersyukur kepada-Mu, dan dengan penjagaan dan perlindungan-Mu jagalah diriku di bulan ini, wahai Dzat yang lebih melihat dari orang-orang yang melihat.”
Melalui doa tersebut, Rasulullah SAW menuntun umatnya untuk memohon tiga perkara mendasar yang akan menjadikan ibadah puasa kita bermakna serta mengantarkan kita ke kedudukan (maqam) orang-orang yang bertakwa di sisi Allah SWT:
1. Memohon Kekuatan untuk Menegakkan Perintah Allah
- Melaksanakan Kewajiban secara Utuh:
Permohonan pertama adalah kekuatan fisik dan spiritual untuk menegakkan semua perintah Allah SWT yang diwajibkan kepada kita. - Waspada Terhadap Penghapus Nilai Puasa:
Kita sering kali melaksanakan perintah Allah tetapi di saat yang sama masih melanggar larangan-Nya, sehingga menodai ketaatan tersebut. Nilai ibadah puasa Ramadan harus kita jaga agar tidak ternoda oleh perilaku buruk, seperti durhaka kepada orang tua, mengganggu tetangga, menyakiti sesama mukmin, dan memutus hubungan silaturahmi. - Keseimbangan Jiwa (Takut dan Harap):
Doa ini membimbing jiwa kita agar memiliki keseimbangan antara rasa takut (khauf) akan murka dan siksa Allah, serta pengharapan (raja’) akan ampunan dan belas kasih-Nya.
2. Memohon Manisnya Mengingat Allah (Dzikrullah)
- Ekspresi Cinta Kepada Sang Pencipta:
Seorang mukmin yang mengenal sifat-sifat kelembutan Allah pasti mencintai-Nya, dan mengekspresikan cinta tersebut dengan selalu mengingat dan menyebut nama-Nya.
Mengingat Allah mendatangkan kegembiraan sejati dan kelezatan yang tiada duanya di dalam hati. Imam Ali AS menyatakan bahwa dzikir adalah kegembiraan orang bertakwa dan kelezatan khusus bagi orang yang meyakini Allah. - Kunci Menjadi Hamba Istimewa:
Berdasarkan bimbingan Rasulullah SAW, barang siapa yang ingin menjadi hamba istimewa di sisi Allah SWT, hendaknya ia memperbanyak dzikir mengingat Allah. - Dzikir yang Meresap ke Jiwa:
Dzikir sejati tidak hanya diucapkan di lisan, melainkan harus meresap ke dalam jiwa.
Orang yang hatinya makmur dengan senantiasa mengingat Allah akan memiliki perilaku yang selalu terkontrol dengan baik, baik saat sendiri (sunyi) maupun di hadapan banyak orang (ramai). - Mentransformasi Hati:
Hati tanpa dzikir akan berkarat, gelap, dan membuat pemiliknya berpikir gelap serta berperilaku menyimpang.
Sebaliknya, dzikir bertindak sebagai pembuat hati berkilau, membuat hati mendengar setelah tuli, membuat hati melihat (membedakan hak dan batil) setelah rabun, serta membuat hati tunduk setelah sebelumnya membangkang.
3. Memohon Kemampuan untuk Senantiasa Bersyukur
- Menghargai Limpahan Nikmat:
Permohonan ketiga adalah kekuatan untuk bersyukur atas segala nikmat Allah SWT yang tak terhingga jumlahnya. - Batas Minimal Syukur:
Syukur yang paling minimal dimulai dari kesadaran dan keyakinan kuat di dalam hati bahwa semua nikmat yang kita peroleh datangnya dari Allah SWT, sekalipun lisan kita belum sempat mengucapkan kalimat syukur (Alhamdulillah).
Kesadaran mendalam ini sudah dihitung sebagai bentuk syukur kepada-Nya. - Mensyukuri Nikmat Ramadan:
Di bulan suci ini, kita memohon agar dijadikan hamba yang pandai bersyukur, terutama atas nikmat kesehatan, keselamatan (afiah), dan kesempatan berharga yang diberikan untuk dapat menunaikan puasa Ramadan.

Judul video: Renungan Doa Ramadhan Hari Ke 4 – Watch on Youtube
Yuk Subscribe PANDU AHLULBAYT:


