Bismillahirrohmaanirrohiim…
Allahumma sholli ‘alaa Muhammad wa aali Muhammad
Sifat hasad (iri hati atau dengki) merupakan salah satu perkara utama yang dapat menggugurkan nilai dan pahala amal saleh di sisi Allah SWT.
Sekalipun seseorang melakukan banyak kebaikan, hasad akan membuat amal tersebut tidak memberikan pengaruh positif bagi perubahan jiwa maupun mendatangkan pahala yang dijanjikan.
Berikut adalah hakikat, penyebab, bahaya, serta cara mengobati sifat hasad berdasarkan video:
1. Asal-Usul dan Definisi Hasad
- Asal-Usul:
Sifat hasad lahir dari al-hiqd (kedengkian atau dendam terpendam).
Al-hiqd sendiri bersumber dari kemarahan (al-ghadhab) yang tidak mampu diluapkan, sehingga mengendap dan berkobar di dalam jiwa. - Definisi:
Berdasarkan penjelasan Imam Khomeini (dalam syarah hadis ke-5 Al-Arba’in), hasad adalah kondisi kejiwaan ketika seseorang menginginkan hilangnya kesempurnaan atau nikmat yang ia anggap ada pada diri orang lain.
Keinginan hilangnya nikmat tersebut berlaku baik si penghasut sudah memiliki nikmat serupa atau belum, serta baik ia ingin nikmat itu berpindah kepadanya atau sekadar ingin nikmat itu lenyap dari orang lain. - Perbedaan dengan Ghibthah:
Hasad berbeda dengan ghibthah (keinginan memiliki kesempurnaan serupa tanpa berharap nikmat tersebut hilang dari orang lain).
Ghibthah diperbolehkan dan merupakan ciri orang mukmin, sedangkan hasad adalah ciri orang munafik.
2. Tolok Ukur dan Penyebab Hasad
- Tolok Ukur:
Tolok ukur hasad didasarkan pada anggapan subjektif sang penghasut. Apa yang ia anggap sebagai “nikmat” atau “kesempurnaan” bisa jadi sebenarnya bukanlah hal baik di mata Allah (misalnya kebengisan atau jabatan duniawi). - Penyebab Utama:
- Permusuhan:
Adanya kebencian personal yang membuat seseorang tidak suka melihat musuhnya mendapatkan nikmat. - Merasa Diri Lebih Unggul (Ta’azzuz):
Rasa sakit hati ketika ada orang lain yang menandingi atau mengungguli dirinya. - Jiwa yang Kotor:
Kondisi batin yang memang buruk sehingga pada dasarnya tidak menyukai kebaikan apa pun bagi sesama hamba Allah.
- Permusuhan:
3. Bahaya Hasad di Sisi Allah
Hasad merupakan penyakit kejiwaan mematikan yang mengikis keimanan serta melahirkan berbagai penyakit hati lain seperti kesombongan (takabur) dan kerusakan amal.
Dalam sebuah Hadis Qudsi, Allah SWT berpesan kepada Nabi Musa as. bahwa orang yang hasad pada hakikatnya murka terhadap nikmat Allah, tidak menyukai ketentuan-Nya, dan berusaha menghalangi pembagian yang telah ditetapkan-Nya untuk para hamba.
Akibatnya, Allah berlepas tangan dan memurkai orang tersebut.
4. Cara Menghindari dan Mengobati Hasad
- Menumbuhkan Keridaan:
Meyakini sepenuhnya bahwa seluruh tatanan, pembagian, dan pengaturan Allah di alam semesta adalah yang terbaik, serta rida terhadap setiap ketetapan-Nya. - Melakukan Tindakan Sebaliknya:
Memaksa diri untuk melawan dorongan nafsu. Jika batin mendorong untuk menyakiti atau menggunjing orang tersebut, lawanlah dengan menampakkan cinta, memberikan penghormatan, bersikap lemah lembut, dan memujinya. - Doktrinasi Diri:
Sadarilah bahwa orang yang kita hasut bisa jadi merupakan kekasih (wali) Allah, sehingga memusuhinya hanya akan membawa petaka besar bagi keselamatan kita di dunia dan akhirat.

Judul video: Jangan Gugurkan Amal Baikmu Karena Sifat Hasad! – Watch on Youtube
Yuk Subscribe PANDU AHLULBAYT:


