Konsep Mahdawiyah dalam Akidah Islam
1. Konsep Kepemimpinan Ilahi (Khilafah Al-Ilahiyah)
Dalam akidah pengikut Ahlul Bait, kepemimpinan umat manusia di muka bumi didasarkan pada pilihan Allah SWT, mulai dari Nabi Adam AS hingga Nabi Muhammad SAW.
Setelah wafatnya Rasulullah, kepemimpinan ini dilanjutkan oleh 12 Imam Suci, yang dimulai dari Imam Ali bin Abi Thalib hingga Imam ke-12, yaitu Imam Mahdi.
Berbeda dengan konsep Khilafah Al-Basyariyah (pemimpin pilihan manusia), konsep ini meyakini bahwa penunjukan pemimpin adalah hak prerogatif Tuhan.
2. Kesepakatan tentang Kedatangan Penyelamat
Masalah Imam Mahdi adalah perkara Mutawatir (tak terbantah) yang disepakati oleh seluruh umat Islam, baik Suni maupun Syiah.
Bahkan, secara universal, berbagai agama dan ideologi meyakini bahwa di akhir zaman akan datang seorang juru selamat yang akan memenuhi dunia dengan keadilan setelah sebelumnya dipenuhi kezaliman.
3. Mengenal Imam Mahdi dan Masa Kegaiban
- Identitas: Imam ke-12 lahir pada 15 Sya’ban tahun 255 Hijriah dengan nama Muhammad bin Hasan al-Askari.
- Masa Kegaiban: Terdapat dua periode kegaiban:
- Ghaibah Sughra (Kegaiban Kecil): Berlangsung sekitar 70 tahun, di mana Imam berkomunikasi melalui empat wakil resmi.
- Ghaibah Kubra (Kegaiban Besar): Berlangsung lebih dari 1000 tahun hingga saat ini, di mana kepemimpinan secara umum diberikan kepada para ulama dan fuqaha yang memenuhi syarat.
- Makna Kegaiban: Gaib bukan berarti Imam tidak ada atau libur memimpin.
Beliau tetap hadir dan aktif di tengah masyarakat, namun identitasnya tidak dikenali, seperti “matahari yang tertutup awan” yang sinarnya tetap menerangi bumi.
4. Alasan Kegaiban dan Kemungkinan Logisnya
- Tujuan: Untuk menyelamatkan Imam dari pembunuhan oleh musuh, sebagai rahasia Tuhan, dan sebagai ujian keimanan bagi umat manusia.
- Umur Panjang: Usia Imam yang lebih dari 1000 tahun adalah hal yang mungkin bagi kekuasaan Allah, sebagaimana Nabi Nuh yang berdakwah selama 950 tahun, atau adanya pohon-pohon yang hidup ribuan tahun.
- Kekuatan Perubahan: Mengenai keraguan satu orang bisa mengubah dunia, pemateri mencontohkan virus Corona yang kecil namun mampu mengubah tatanan dunia.
Maka, seorang manusia yang dibimbing langsung oleh Allah tentu memiliki kemampuan yang jauh lebih besar.
5. Tanda-Tanda Kemunculan
Terdapat berbagai tanda seperti munculnya Sufyani dan Yamani, namun tanda yang paling mutlak dan tidak bisa diperdebatkan adalah adanya Suara dari Langit (An-Nida’ as-Samawi) yang akan didengar oleh seluruh umat manusia dalam bahasa mereka masing-masing.
6. Tugas Umat di Masa Penantian (Intizar)
Tugas utama seorang mukmin di masa kegaiban adalah menanti (Intizar). Penanti sejati bukanlah mereka yang diam, melainkan mereka yang menghiasi diri dengan ketakwaan, kewaraan, dan nilai-nilai keadilan.
Masa kegaiban yang panjang ini juga dipandang sebagai nikmat agar manusia memiliki lebih banyak kesempatan untuk bertobat dan memperbaiki diri sebelum keadilan tegas ditegakkan saat kemunculan beliau.

Yuk Subscribe Channel ALQURBA TV:


