قُلْ هَلْ مِنْ شُرَكَآئِكُمْ مَّنْ يَّهْدِيْۤ اِلَى الْحَـقِّ ۗ قُلِ اللّٰهُ يَهْدِيْ لِلْحَقِّ ۗ اَفَمَنْ يَّهْدِيْۤ اِلَى الْحَقِّ اَحَقُّ اَنْ يُّتَّبَعَ اَمَّنْ لَّا يَهِدِّيْۤ اِلَّاۤ اَنْ يُّهْدٰى ۚ فَمَا لَكُمْ ۗ كَيْفَ تَحْكُمُوْنَ

Katakanlah, apakah di antara sekutu-sekutu kalian ada yang memberi petunjuk pada kebenaran? Katakan: Allah-lah yang memberi petunjuk pada kebenaran.
Maka apakah yang memberi petunjuk pada kebenaran itu lebih berhak (layak) untuk diikuti ataukah orang-orang yang tidak dapat memberi petunjuk kecuali bila diberi petunjuk?
Bagaimanakah kalian mengambil keputusan? (Yunus, ayat 35).

MENGAPA HARUS ADA PEMBERI PETUNJUK?

Realitas wujud manusia adalah keterbatasannya dalam berbagai hal. Tidak dapat dipungkiri bahwa pengetahuannya pun sangatlah sedikit dan terbatas.

Terbukti bahwa manusia seringkali berselisih dalam menentukan mana yang baik dan mana yang buruk; mana yang benar dan mana yang salah.

Pembuktian: ​Jika memang pemandu dan penunjuk jalan kehidupan yang benar itu merupakan kebutuhan mendasar umat manusia, maka Zat yang Maha Bijaksana dan Maha Adil tidak akan mengabaikan tuntutan tersebut dan membiarkan umat manusia menjalani hidup dalam kebingungan dan ketidakmenentuan.

Konsekuensi dari keterangan di atas adalah bahwa Allah SWT akan mengutus figur-figur sebagai penyampai kebenaran, penunjuk jalan yang lurus (shirothul mustaqim), model manusia yang sempurna (teladan/uswah), pemimpin, hakim, pengadil, pembimbing, rujukan kebenaran dan perantara Tuhan dan hambaNya…

1. Urgensi dan Logika Kenabian

  • Kebutuhan akan Pemandu:
    Secara logika, manusia membutuhkan pemimpin yang sudah memiliki petunjuk, bukan yang masih mencari petunjuk.
    Hal ini didasarkan pada Surat Yunus ayat 35 yang mempertanyakan siapa yang lebih layak diikuti: pemberi petunjuk atau orang yang butuh ditunjuki.
  • Keterbatasan Manusia:
    Manusia memiliki pengetahuan yang sangat terbatas dan sering berselisih mengenai apa yang benar, salah, baik, atau buruk.
    Hidup manusia diibaratkan seperti musafir di persimpangan jalan yang membutuhkan penunjuk jalan agar tidak hancur karena pilihan yang keliru.
  • Tanggung Jawab Ilahi:
    Karena manusia memiliki kebutuhan mendasar akan petunjuk, maka Tuhan yang Maha Bijaksana dan Maha Adil wajib menyediakan pemandu. Sebagaimana Allah menyediakan makanan dan minuman untuk kebutuhan fisik, Allah juga pasti menyediakan para Nabi sebagai pemandu spiritual yang jauh lebih penting nilainya.

2. Karakteristik dan Kualifikasi Nabi

  • Definisi: Nabi adalah manusia yang membawa berita dari Allah tanpa perantara manusia lain.
  • Kemaksuman (Ismah): Seorang Nabi haruslah pribadi yang Maksum (Suci) agar dapat dipercaya sepenuhnya. Jika seorang Nabi bisa berbuat salah, maka tujuan pengutusannya sebagai pemberi petunjuk akan gugur.
    • Rekam Jejak: Kemaksuman harus dimulai sejak lahir hingga wafat demi menjaga kredibilitas di mata umat.
    • Pandangan Imamiyah: Kelompok Imamiyah meyakini kemaksuman Nabi bersifat mutlak, artinya mereka tidak melakukan dosa besar maupun kecil, baik secara sengaja maupun tidak sengaja.
  • Keturunan dan Perangai: Nabi harus lahir dari garis keturunan yang beriman dan suci, serta bersih dari segala perangai buruk atau aib yang dapat menjatuhkan martabatnya.

3. Mukjizat sebagai Bukti Kebenaran

  • Fungsi Mukjizat: Mukjizat diberikan sebagai bukti bahwa seseorang benar-benar utusan Tuhan dan tidak sembarang orang bisa mengakuinya.
  • Mukjizat Temporal vs. Abadi: Mukjizat nabi terdahulu (seperti tongkat Nabi Musa) bersifat situasional dan sementara sesuai masanya. Namun, karena risalah Nabi Muhammad saw. bersifat universal dan abadi, maka mukjizatnya pun harus abadi, yaitu Al-Quran.

4. Keistimewaan Al-Quran sebagai Mukjizat

Video ini menjelaskan beberapa sisi kemukjizatan Al-Quran:

  • Tantangan (Tahaddi): Allah menantang siapa pun untuk membuat satu surat saja yang setara dengan Al-Quran, namun hingga kini tidak ada yang mampu menjawab tantangan tersebut.
  • Terjaga melalui Penghafal: Al-Quran adalah satu-satunya kitab yang dijaga oleh ribuan penghafal (huffaz) dari berbagai usia di seluruh dunia.
  • Bahasa Asli: Tetap terjaga dan dipelajari dalam bahasa aslinya secara populer oleh seluruh umat Islam, baik Arab maupun non-Arab.
  • Daya Tarik: Kitab yang paling sering dibaca berulang-ulang dan dihafal bahkan oleh mereka yang tidak memahami artinya.

5. Kesaksian Ahli Sastra Arab

Video ditutup dengan kisah empat sastrawan besar Arab (termasuk Ibnul Muqoffa) yang mencoba membuat tandingan Al-Quran. Namun, mereka akhirnya menyerah karena terpukau oleh keindahan sastra, kedalaman makna, dan kekuatan logika ayat-ayat Al-Quran. Mereka mengakui bahwa Al-Quran bukanlah perkataan manusia biasa.

Pentingnya Nubuwwah dan Al Qur an

Bersama Ust. Abdillah Ba’abud

Judul video: Aqidah Islam Bag-7 – Kenabian (Nubuwwah) I Ust Abdillah Baabud I ALQURBA TV – Watch on Youtube

Yuk Subscribe Channel ALQURBA TV:
Subscribe Channel ALQURBA TV

 

Buku Yang Perlu Anda Miliki

Imam Ali Khamenei: Jangan Ikuti Syiah Ekstrim

Video Thumbnail
WA Follow Us