Keadilan Allah meliputi segala sesuatu. Kita meyakini adanya keadilan dalam penciptaan, alam takwin, alam natur, penciptaan manusia, hewan dan tumbuhan.
Sebagaimana kita juga meyakini keadilan di dalam tasyri’ dan aturan Tuhan.
اِنَّ اللّٰهَ يَأْمُرُ بِالْعَدْلِ وَالْاِحْسَانِ وَاِيْتَاۤىِٕ ذِى الْقُرْبٰى وَيَنْهٰى عَنِ الْفَحْشَآءِ وَالْمُنْكَرِ وَا لْبَغْيِ ۚ يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُوْنَ
“Sesungguhnya Allah menyuruh (kamu) berlaku adil dan berbuat kebajikan, memberi bantuan kepada kerabat, dan Dia melarang (melakukan) perbuatan keji, kemungkaran, dan permusuhan.
Dia memberi pengajaran kepadamu agar kamu dapat mengambil pelajaran.” (QS. An-Nahl 16: Ayat 90)
Allah SWT juga adil dalam segala ketentuanNya, dalam qodho’-qodarNya di dunia, sebagaimana Dia juga adil dalam perhitungan (hisabul a’mal) dan balasan atas kebaikan serta keburukan di akhirat.
Keadilan Allah dan Perbuatan Manusia
Tiga Pendapat seputar perbuatan manusia dan Iradah Allah SWT:
1. Al-Jabr: Terpaksa mutlak
2. At-Tafwidh: Bebas mutlak
3. La Jabra wa la Tafwidha
1. Ruang Lingkup Keadilan Ilahi
- Keadilan yang Menyeluruh:
Allah adalah Qoiman bilqisti, yaitu Dzat yang senantiasa menegakkan keadilan dalam segala hal. Keadilan ini mencakup:- Penciptaan (Taqwim): Kesempurnaan dalam penciptaan alam semesta, manusia, hewan, dan tumbuhan.
- Syariat (Tasyri’): Aturan yang diturunkan melalui para nabi selalu menitikberatkan pada keadilan dan kebaikan.
- Pembalasan (Jaza’): Allah berlaku adil dalam menghisap dan memberi balasan atas amal hamba di akhirat.
Tidak ada keburukan sekecil apa pun yang luput dari catatan, dan Allah tidak mungkin menzalimi seorang pun.
2. Tiga Pandangan Utama tentang Perbuatan Manusia
Tiga mazhab besar mengenai hubungan antara takdir Tuhan dan kebebasan manusia:
- Jabariyah (Terpaksa Mutlak):
Berpendapat bahwa manusia ibarat boneka atau robot yang tidak punya daya; segala perbuatannya adalah paksaan mutlak dari ketentuan Allah. - Qodariyah (Bebas Mutlak):
Berpendapat bahwa manusia memiliki kebebasan penuh dan independen dari Tuhan dalam melakukan perbuatannya. - Ahlul Bait (Amrun Bainal Amrain):
Pandangan yang menyatakan bahwa manusia tidak terpaksa mutlak dan tidak pula bebas mutlak, melainkan berada di antara keduanya (Laja browlash tafwidh bal amrun bainal amrain).
3. Kritik terhadap Jabariyah dan Qodariyah
- Kritik Jabariyah:
Jika manusia dipaksa melakukan keburukan lalu disiksa karenanya, maka itu berarti Allah zalim. Selain itu, perintah dan larangan agama (syariat) menjadi sia-sia jika manusia tidak memiliki pilihan. - Kritik Qodariyah:
Jika manusia bebas mutlak tanpa bergantung pada Tuhan, hal ini merusak konsep Tauhid.
Sebagai makhluk yang bersifat mungkinul wujud, manusia harus senantiasa bergantung pada Wajibul Wujud (Allah) dalam setiap keberadaan dan tindakannya.
4. Hakikat Jalan Tengah (Amrun Bainal Amrain)
- Analogi Energi:
Manusia membutuhkan oksigen dan energi untuk bergerak.
Namun, jika seseorang menggunakan energi itu untuk mencuri, yang disalahkan bukanlah oksigen atau energinya, melainkan pilihan orang tersebut. - Kebergantungan Mutlak:
Manusia bergantung sepenuhnya kepada Allah untuk mendapatkan eksistensi dan daya, namun pilihan penggunaan daya tersebut (apakah untuk kebaikan atau keburukan) adalah tanggung jawab manusia itu sendiri.
5. Takdir dalam Konteks Jodoh, Rezeki, dan Ajal
- Jodoh dan Rezeki:
Allah memang menjamin rezeki dan menentukan konsep berpasang-pasangan, namun hal itu tidak menghilangkan peran usaha dan pilihan manusia dalam mencari pasangan atau mengais rezeki. - Ajal (Kematian):
Terdapat perbedaan antara:- Ajal Thobi’i: Batas maksimal umur manusia yang tidak bisa dimajukan atau dimundurkan.
- Ajal Ghoiru Thobi’i: Kematian yang terjadi lebih cepat karena pilihan manusia sendiri, seperti gaya hidup tidak sehat, bunuh diri, atau kecelakaan akibat kelalaian.
6. Kesimpulan: Peran Hidayah
Allah tidak memaksa manusia untuk taat ataupun bermaksiat. Allah telah memberikan sarana hidayah melalui fitrah, akal, hati, kitab suci, dan para nabi.
Jalan kebenaran dan kesesatan telah ditunjukkan, dan pada akhirnya keputusan untuk bersyukur atau kufur berada di tangan manusia.

Bersama Ust. Abdillah Ba’abud
Judul video: Aqidah Islam Bag-6 – Keadilan Ilahi, Takdir dan Perbuatan Manusia I Ust Abdillah Baabud I ALQURBA TV – Watch on Youtube


