Tafsir Surat Al-Fatihah : Bagian ke 2
1. Keunikan dan Kedudukan Surat Al-Fatihah
- Dialog Antara Hamba dan Tuhan: Surat Al-Fatihah memiliki kekhasan di mana Allah seakan “meminjam” lisan hamba-Nya untuk berkomunikasi dengan-Nya. Surat ini adalah ajaran langsung dari Allah tentang cara berdialog, bermunajat, dan membuka komunikasi dengan Sang Pencipta.
- Nama dan Sebutan: Disebut sebagai Assasul Quran (dasar Al-Quran) dan Ummul Kitab (induk Al-Quran).
- Keutamaan Luar Biasa:
- Merupakan obat bagi segala macam penyakit, kecuali kematian.
- Membacanya memberikan pahala setara dengan membaca sepertiga Al-Quran dan pahala bersedekah kepada setiap mukmin laki-laki dan perempuan.
- Merupakan harta paling mulia yang tersimpan di Arasy.
- Dampaknya Terhadap Iblis: Iblis menjerit empat kali sepanjang sejarah, salah satunya adalah saat Surat Al-Fatihah diturunkan.
2. Intisari Tafsir Ayat demi Ayat
- Bismillahirrohmanirrohim: Kata “Allah” mewakili seluruh sifat keagungan (Jalaliyah) dan keindahan (Jamaliyah).
Penggunaan sifat Ar-Rahman dan Ar-Rahim menunjukkan bahwa alasan penciptaan alam semesta adalah cinta dan kasih sayang, bukan karena Allah butuh atau takut kepada makhluk-Nya.
- Alhamdulillahirobbilalamin: Segala pujian hanya milik Allah karena Dia adalah pengatur segala keberadaan. Memahami ayat ini secara mendalam dapat menghilangkan sifat sombong (takabur), bangga diri (ujub), serta iri hati (hasud), karena seseorang sadar bahwa segala kelebihan (kekuasaan, kecantikan, ilmu) adalah milik Allah semata.
- Arrohmanirrohim (Pengulangan): Menegaskan bahwa sentuhan dominan Allah kepada makhluk-Nya adalah kasih sayang. Bahkan hamba yang berbuat dosa besar pun dilarang berputus asa dari rahmat-Nya.
- Maliki Yaumiddin: Menunjukkan kekuasaan mutlak Allah di Hari Pembalasan. Di hari itu, harta dan pengaruh duniawi tidak berlaku; hanya Allah yang memegang otoritas penuh.
- Iyyaka na’budu wa iyyaka nasta’in: Esensi tauhid dalam ibadah dan permohonan tolong. Meskipun manusia saling membantu, seorang mukmin meyakini bahwa bantuan tersebut hanyalah perantara, sementara penentu mutlaknya adalah Allah.
- Ihdianshsirotolmustakim: Permohonan untuk ketetapan hati di jalan yang benar atau peningkatan kualitas hidayah.
Hidayah telah diberikan kepada semua manusia melalui empat unsur: Fitrah, Akal, Kitab Suci, dan Hati. Kesesatan terjadi karena manusia menolak hidayah tersebut, bukan karena Allah tidak memberikannya.
- Sirotol ladzina an’amta alaihim…: Jalan lurus adalah jalan orang-orang yang diberi nikmat, yaitu para nabi, shiddiqin, syuhada, dan solihin.
3. Pembagian Surat Al-Fatihah (Hadits Qudsi)
Allah membagi Al-Fatihah menjadi dua bagian: separuh untuk Allah dan separuh untuk hamba-Nya. Dalam setiap shalat, ketika hamba membaca ayat-ayat Al-Fatihah, Allah menjawabnya secara langsung:
- Allah menjamin urusan dan memberkahi keadaan hamba-Nya.
- Allah menjanjikan tambahan nikmat dan perlindungan dari bahaya dunia maupun akhirat.
- Allah memberikan kemudahan saat hari perhitungan (hisab) dan menghapus keburukan bagi mereka yang mengakui kekuasaan-Nya di Hari Pembalasan.
- Allah memberikan pahala ibadah yang membuat penduduk Padang Mahsyar lainnya merasa cemburu.
- Allah mengabulkan permintaan hamba-Nya dimulai dari ayat Ihdinas sirotol mustaqim hingga akhir.

Yuk Subscribe ALQURBA TV:


