21 October 2026

Bismillahirrohmaanirrohiim…
Allahumma sholli ‘alaa Muhammad wa aali Muhammad

Jangan sampai lisan ini membawa masalah dalam hidup kita maupun hidup orang lain. Hindari berkata dusta, fitnah, ghibah, atau kata-kata kotor dan keji yang bisa menyakiti hati orang lain.

Hati-Hati, Jaga Lisan Baik-Baik

Sebagai seorang Muslim, kita diwajibkan untuk senantiasa mengoreksi diri dalam setiap tingkah laku, terutama dalam urusan lisan.
Lisan seringkali dianggap ringan saat mengucapkan sesuatu karena lidah tidak bertulang, namun dampaknya sangat besar.
Rasulullah SAW memperingatkan bahwa seseorang bisa saja mengucapkan satu kalimat yang dianggap sepele, padahal kalimat tersebut dapat membuatnya dilemparkan ke neraka sejauh 70 tahun perjalanan.
Kita sering lupa bahwa dalam Surah Qaf ayat 18, Allah mengingatkan bahwa tidak ada satu ucapan pun yang luput dari pengawasan malaikat yang selalu hadir mencatat lisan kita.

Sebuah kisah tentang Imam Ahmad dapat menjadi pelajaran bagi kita semua.
Suatu ketika, saat beliau sedang sakit, beliau merasa takut jika rintihan kesakitannya dicatat oleh malaikat dan menjadi dosa baginya.
Jika rintihan karena sakit saja dicatat, apalagi ketergelinciran lisan yang lebih berat seperti dusta, fitnah, ghibah, kata-kata kotor, keji, atau perilaku mengolok-olok orang lain.
Rasulullah SAW menekankan pentingnya berpikir sebelum berbicara atau memposting sesuatu di media sosial, karena hal itu bisa menjadi dosa jariyah atau amal jariyah yang bersifat abadi.

Ketika ditanya mengenai siapa Muslim yang paling baik, Rasulullah SAW menjawab bahwa Muslim yang paling baik adalah seseorang yang orang lain selamat dari gangguan lisan dan tangannya.
Keberadaan kita seharusnya membawa kebaikan bagi banyak orang, bukannya memicu permusuhan, perpecahan, ataupun kebencian, karena hal-hal negatif tersebut bukanlah akhlak seorang yang beriman.
Rasulullah SAW bahkan memberikan jaminan masuk surga bagi siapa saja yang mampu menjaga apa yang ada di antara dua janggut (mulut) dan dua kakinya (kemaluan).

Pentingnya menjaga lisan ini digambarkan dalam kisah seorang wanita di zaman Rasul yang sangat tekun beribadah shalat, puasa, dan sedekah, namun ia sering menyakiti hati tetangganya dengan lisannya.
Rasulullah SAW menegaskan bahwa tempat perempuan itu adalah di neraka.
Hal ini menunjukkan bahwa ibadah ritual seperti shalat, zakat, dan puasa seharusnya mampu membentuk akhlak dan tutur kata yang baik.
Segala amal ibadah tersebut akan menjadi sia-sia jika lisan seseorang tetap menyakiti sesama.

Allah SWT berfirman dalam Surah Al-Furqan ayat 63 bahwa hamba-hamba Tuhan Yang Maha Penyayang adalah mereka yang berjalan di bumi dengan rendah hati dan membalas sapaan orang-orang jahil dengan kata-kata yang mengandung keselamatan serta kebaikan.
Dalam Islam, segala sesuatu yang keluar dari mulut kita telah diatur agar hanya mengandung hikmah, ilmu, dan kebermanfaatan.
Dengan selalu bertutur kata santun, kita menunjukkan betapa mulianya ajaran agama Islam, karena salah satu ciri utama orang beriman adalah kata-katanya yang selalu santun kepada semua orang.

Infografis Pentingnya Menjaga Lisan

 

Bersama Ustadzah Oki Setiana Dewi

Sambil diresapi resapi ilmunya, boleh dong di-subscribe, like, dan share ke orang-orang terdekat kamu. Insya Allah video ini akan memberikan manfaat bagi yang menontonnya.

#CahayauntukIndonesia #OkiSetianaDewi
————————————————————————————————————————————————————————

Follow media sosial Cahaya untuk Indonesia di:
Twitter: https://twitter.com/cahayauntukindo​
Instagram: https://www.instagram.com/cahayauntukindonesia
Facebook: https://www.facebook.com/cahayauntukindo

Berita Timur Tengah

  • Memuat berita terbaru...

Buku Yang Perlu Anda Miliki

Imam Ali Khamenei: Jangan Ikuti Syiah Ekstrim

Video Thumbnail
WA Follow Us