Saat ini banyak kelompok yang menyatakan diri sebagai kelompok yang berpaham Ahlussunnah wal Jamaah. Padahal, kelompok-kelompok tersebut sangat jauh dari nilai-nilai Ahlussunnah. Salah satu dari kelompok tersebut adalah Salafi Wahabi.

Dalam Muktamar Ahlussunnah wal Jamaah yang diselenggarakan oleh Ulama Muslim Internasional di Grozny, Ibukota Republik Chechnya pada pada 25-27 Agustus 2016, bersepakat mengangkat tema “Siapakah Ahlussunnah wal Jamaah? Penjelasan dan Klasifikasi Metode Ahlussunnah wal Jamaah dalam Aqidah, Fiqih dan Akhlak serta Dampak Penyimpangan Darinya di Tataran Realitas”.

Muktamar yang dikenal sebagai Konferensi Chechnya tersebut dihadiri Imam Besar Al-Azhar Ahmad al-Tayeb, para mufti dan lebih dari dua ratus ulama dari seluruh dunia. Mesir juga menghadiri perjumpaan ini dengan mengutus para ulama terkemuka Universitas Al-Azhar, Kairo.

Acara ini terselenggara berkat dukungan dari Presiden Republik Chechnya Ramadhan Ahmed Kadyrov dalam rangka mengenang dan memperingati Presiden Ahmad Haji Kadyrov.

Para ulama peserta Konferensi Chechnya semuanya sepakat dan mengeluarkan fatwa secara resmi bahwa aliran Wahabi bukan bagian dari Ahlussunnah wal Jamaah. Mereka mengatakan dengan tegas bahwa ada beberapa kekuatan berskala regional dan internasional, yang kemudian berusaha menyulut konflik sektarian dan mazhab di tengah negara-negara Islam.

Hal itu dalam rangka melayani ambisi musuh ummat Islam dan untuk kepentingan-kepentingan sempit.

Baca Selengkapnya