Sabtu, 31 Oktober 2026
Channel Lingkar Filsafat

Kuasai Ini Untuk Hidup Lebih Baik | Ngaji Filsafat

Kuasai Ini Untuk Hidup Lebih Baik | Ngaji Filsafat
Ilustrasi Kuasai Ini Untuk Hidup Lebih Baik | Ngaji Filsafat
Ukuran teks:

Bismillahirrohmaanirrohiim…
Allahumma sholli ‘alaa Muhammad wa aali Muhammad

Pemikiran dan Ketokohan Ronggowarsitoย 

Empat Tokoh Kunci yang Membentuk Ronggowarsito

Dalam perjalanan hidup Ronggowarsito, terdapat empat tokoh utama yang sangat berpengaruh dalam membentuk karakter, kepekaan sosial, spiritualitas, dan keilmuannya:

  • Kitanujoyo
    Beliau adalah sosok yang selalu mendampingi Ronggowarsito.
    Dari Kitanujoyo, Ronggowarsito mendapatkan banyak pelajaran berharga tentang cara berpikir rakyat kecil.
    Lingkungan sekitar sangat menentukan bagaimana kita berpikir.
    Karena selalu ditempel oleh Kitanujoyo, Ronggowarsito tumbuh menjadi pribadi yang sangat peka terhadap nasib rakyat kelas bawah.
    Kepekaan ini begitu luar biasa hingga muncul metafora di beberapa babad bahwa ia memahami “bahasa binatang”โ€”yang sebenarnya merupakan simbol bahwa ia sangat memahami bahasa rakyat kecil dan kasta rendah.
  • Kyai Imam Besari
    Beliau merupakan seorang sufi yang mendidik Ronggowarsito dalam hal syariat, tarekat, hakikat, dan akhlak.
    Berbeda dengan Kitanujoyo yang mendampingi Ronggowarsito, dalam hubungan ini Ronggowarsitolah yang selalu mendekat dan mendampingi Kyai Imam Besari sebagai asistennya di bidang keagamaan.
  • Yosodipuro II & Pangeran Haryobuminoto
    Kakeknya, Yosodipuro II, berjasa besar dalam mendidik Ronggowarsito di bidang sastra.
    Sementara itu,
  • Pangeran Haryobuminoto
    Menjadi gurunya di bidang kanuragan (olah fisik dan bela diri).
    Latihan kanuragan ini penting untuk melatih fisik sekaligus membangun kepercayaan diri, harga diri, keteguhan hati, serta keteguhan iman (mensana in corpore sano).
    Pelajaran hidup: Di era sekarang, “kanuragan” mungkin berganti rupa menjadi keahlian teknologi seperti IT.
    Intinya, hidup ini membutuhkan setidaknya satu atau dua keahlian yang bisa dibanggakan agar kita bisa menjalani hidup dengan kepala tegak. Jika belum punya, kita harus berlatih dan mengejarnya sendiri.

 

Pentingnya Menyeleksi Lingkungan dan Mencari Pembimbing

Kita harus selektif dalam memilih orang-orang di sekeliling kita karena merekalah yang akan membentuk bingkai berpikir kita.
Dalam tradisi Sufi, seseorang didorong untuk mencari seorang Mursyid (guru pembimbing spiritual) demi mengarahkan perkembangan dirinya.
Orang-orang besar ada yang lahir karena nasib, tetapi bagi kita yang biasa, kebesaran hidup harus dikejar dan diusahakan sendiri.

Klasifikasi Ajaran dan Tingkatan Ilmu dalam Tradisi Jawa

Seluruh karya tulis (serat) peninggalan Ronggowarsito umumnya membahas empat tema utama: tradisi dan ritual, tata krama (etika/susila), hal-hal gaib (supranatural), serta puncaknya adalah ilmu kasampurna (kebatinan/spiritualitas).

Dalam filsafat Jawa, keilmuan manusia terbagi ke dalam beberapa tingkatan:

  • Ilmu Kanoman
    Pengetahuan praktis sehari-hari yang harus dikuasai agar manusia bisa bertahan hidup secara fisik (seperti cara makan dan berkeluarga).
  • Ilmu Kanuragan
    Proses mengolah potensi daya kekuatan yang sudah ada di dalam diri manusia, baik yang bersifat jiwa, jasmani, maupun rohani. Di era modern, olah jasmani ini diwujudkan melalui olahraga.
  • Ilmu Kadonyan
    Ilmu untuk menguasai hal-hal duniawi secara lebih mendalam (seperti pertanian dan perikanan), bukan sekadar bertahan hidup.
  • Ilmu Kasepuhan
    Kemampuan seseorang untuk menyelesaikan berbagai masalah kehidupan secara bijaksana. Seseorang yang menguasai ilmu ini disebut sesepuh atau pinisepuh.
    Dari sisi moral, ilmu kasepuhan adalah yang tertinggi dan sering kali terbentuk secara otomatis melalui akumulasi pengalaman hidup sehari-hari.
  • Ilmu Kasampurna (Ilmu Kasunyatan)
    Tingkatan tertinggi dari sisi spiritual yang berada di atas ilmu kasepuhan. Ilmu ini tidak bisa dicapai hanya dari pengalaman hidup biasa, melainkan menuntut seseorang untuk serius menjalani laku (disiplin spiritual/tirakat).
    Ilmu tingkat tinggi ini (sering disebut Sastro Jendra Hayuningrat atau Ilmu Sangkan Paraning Dumadi) tidak bisa diajarkan kepada sembarang orang.
    Jika seseorang belum mencapai tingkat kesadaran (maqom) yang memadai, ia hanya akan menghafal teorinya tanpa sanggup mempraktikkannya.
    Ronggowarsito menuangkan ensiklopedia kebatinan tingkat tinggi ini dalam salah satu mahakaryanya yang luar biasa, yaitu serat Wirid Hidayat Jati.

Ciri Khas Karya Sastra Sang Pujangga Penutup

Sebagai seorang Pujangga Penutup, Ronggowarsito sangat produktif dengan menulis tidak kurang dari 60 karya sepanjang kurun waktu 1826โ€“1837.
Seluruh karyanya memiliki karakteristik seni yang sangat khas:

  1. Purwakanthi
    Penggunaan rima atau sajak yang berima indah di setiap bait karyanya.
  2. Sandiasmo
    Penyisipan sandi nama pengarang yang diletakkan secara jeli di bagian awal bait-bait syairnya.
  3. Condro Sengkolo (atau Suryo Sengkolo)
    Isyarat penanda tahun yang tidak ditulis menggunakan angka biasa, melainkan disamarkan lewat kata-kata simbolis (misalnya rontoknya Majapahit disimbolkan dengan kalimat sirna ilang kertaning bumi).
    Dalam tradisi Jawa, angka 0 hingga 9 memiliki banyak padanan kata kiasan (dasanamo). Dengan memilah kata yang tepat, seseorang bisa membuat Condro Sengkolo untuk tahun kelahirannya sendiri atau peristiwa penting lainnya, disesuaikan dengan suasana spiritual yang ingin digambarkan (seperti kehancuran, kebangkitan, atau kecerdasan).
  4. Gancaran Jarwo
    Keindahan irama lagu yang membuat karya-karyanya terasa sangat luwes, merdu, dan indah saat dibaca maupun dilantunkan.

Ronggowarsito dan Kedalaman Ilmu Jawa

Ngaji Filsafat Bersama DR Fahrudin Faiz

 

Video source, Youtube Channel: Ruang Optimis

BAGIKANTombol TikTok / Instagram / YouTube: teks otomatis tersalin & gambar terunduh โ€” tinggal tempel & unggah.WhatsAppXThreadsFacebookLinkedInTikTokInstagramYouTube

Saksikan Video di Bawah Ini:

Video: Hak Asasi Setiap Orang

Rekomendasi
Benarkah keluarga Nabi saw Ditawan? Benarkah keluarga Nabi saw Ditawan? Pura-Pura Tidak Mengenalnya Pura-Pura Tidak Mengenalnya Memberi Makan 100 Keluarga Memberi Makan 100 Keluarga SYARAH DOA KUMAIL (100) – MODAL TERAKHIR SEORANG HAMBA: HARAPAN DAN AIR MATA SYARAH DOA KUMAIL (100) – MODAL TERAKHIR SEORANG HAMBA: HARAPAN DAN AIR MATA SYARAH DOA KUMAIL (99) – JANGAN BIARKAN CINTA BERHENTI SEBAGAI KEINGINAN SYARAH DOA KUMAIL (99) – JANGAN BIARKAN CINTA BERHENTI SEBAGAI KEINGINAN
BERITA DARI BERBAGAI MEDIA
WA Follow Us