Sabtu, 31 Oktober 2026
Channel Lingkar Filsafat

Kuasai 3 Dunia Maka Naik Turunnya Hidup Akan Kau Kuasai

Kuasai 3 Dunia Maka Naik Turunnya Hidup Akan Kau Kuasai
Ilustrasi Kuasai 3 Dunia Maka Naik Turunnya Hidup Akan Kau Kuasai
Ukuran teks:

Bismillahirrohmaanirrohiim…
Allahumma sholli ‘alaa Muhammad wa aali Muhammad

Konsep Waktu Sirkuler dan Roda Kehidupan

Waktu sebenarnya bersifat sirkuler atau berputar, bukan sekadar berjalan lurus lalu habis.
Secara kuantitas waktu mungkin berlalu, namun secara kualitas ia bisa kembali karena adanya pola-pola yang berulang.
Sebagai contoh, sejarah Indonesia menunjukkan pola konflik yang terus berulang, mulai dari zaman kerajaan, masa penjajahan, era Orde Baru, hingga era reformasi dan dunia maya saat ini. Meski modelnya berbeda, polanya tetap sama.

Dalam pandangan budaya Jawa, ideologi waktu sirkuler ini dikenal dengan istilah Cokro Manggilingan, yang mengibaratkan hidup seperti roda yang berputar.
Hidup tidak pernah statis; ada kalanya kita berada di atas dan ada kalanya di bawah. Tidak ada orang yang jaya selamanya, dan tidak ada pula yang jatuh selamanya.

Menguasai Tiga Dunia melalui Triwikromo

Kunci untuk menghadapi dinamika hidup ini adalah Triwikromo, yaitu kemampuan menguasai tiga dunia: masa lalu, masa kini, dan masa depan.
Jika seseorang mampu menguasai ketiga dimensi waktu ini, maka ia bisa menaklukkan Cokro Manggilingan.
Efeknya, naik-turunnya kehidupan tidak akan lagi berpengaruh secara negatif; saat berada di bawah ia tidak merasa sakit, dan saat di atas ia tidak akan lupa diri.

Penting bagi kita untuk menyeimbangkan sudut pandang waktu.
Pandangan waktu linier diperlukan untuk efisiensi dan keseriusan dalam mengejar sukses karena menganggap waktu bisa habis.
Namun, pandangan waktu sirkuler membantu kita untuk lebih tenang, bersyukur, dan tidak mudah putus asa.
Jika gagal hari ini, jangan khawatir, karena dalam waktu sirkuler akan selalu ada kesempatan lain yang berputar kembali.

Filsafat Masa Kini menurut Agustinus

Seorang filsuf bernama Agustinus menawarkan teori yang menarik bahwa sebenarnya masa lalu dan masa depan itu tidak ada; yang ada hanyalah masa kini.

  • Masa lalu hanyalah ingatan atau memori yang muncul di masa kini.
  • Masa depan hanyalah analisis atau prediksi yang kita pikirkan saat ini.

Oleh karena itu, jika Anda merasa galau karena masa lalu atau cemas terhadap masa depan, sebenarnya Anda sedang menderita karena sesuatu yang tidak ada atau belum tentu terjadi.
Menyesali apa yang sudah lewat itu tidak berguna karena peristiwanya sudah selesai. Fokuslah pada masa kini dan nikmatilah hidup saat ini agar beban pikiran tidak menjadi berat.

Pelajaran dari Kisah Sufi: Fokus pada Saat Ini

Pentingnya fokus pada masa kini digambarkan dalam sebuah kisah Sufi.
Ada seseorang yang tidak bisa tidur sepanjang malam karena merasa terancam oleh tombak yang tergantung di atasnya dan ular yang merayap di bawah tempat tidurnya.
Padahal, ia tidur di atas kasur yang sangat empuk.

Pagi harinya, ia baru menyadari bahwa tombak itu tidak jatuh dan ular itu tidak naik.
Ia gagal menikmati kenyamanan kasur yang empuk hanya karena pikirannya sendiri yang sibuk mencemaskan hal yang belum terjadi.
Pelajaran moral dari kisah ini adalah: jangan biarkan ketakutan akan masa depan merusak ketenangan Anda saat ini.
Fokuslah pada apa yang ada di depan mata, karena pikiran kitalah yang sering kali membuat hidup terasa tidak tenang.

Panduan Memahami Waktu Sirkuler

 

 

Ngaji Filsafat Bersama DR Fahrudin Faiz

 

Video source, Youtube Channel: Ruang Optimis

BAGIKANTombol TikTok / Instagram / YouTube: teks otomatis tersalin & gambar terunduh โ€” tinggal tempel & unggah.WhatsAppXThreadsFacebookLinkedInTikTokInstagramYouTube

Saksikan Video di Bawah Ini:

Video: Hak Asasi Setiap Orang

Rekomendasi
Benarkah keluarga Nabi saw Ditawan? Benarkah keluarga Nabi saw Ditawan? Pura-Pura Tidak Mengenalnya Pura-Pura Tidak Mengenalnya Memberi Makan 100 Keluarga Memberi Makan 100 Keluarga SYARAH DOA KUMAIL (100) – MODAL TERAKHIR SEORANG HAMBA: HARAPAN DAN AIR MATA SYARAH DOA KUMAIL (100) – MODAL TERAKHIR SEORANG HAMBA: HARAPAN DAN AIR MATA SYARAH DOA KUMAIL (99) – JANGAN BIARKAN CINTA BERHENTI SEBAGAI KEINGINAN SYARAH DOA KUMAIL (99) – JANGAN BIARKAN CINTA BERHENTI SEBAGAI KEINGINAN
BERITA DARI BERBAGAI MEDIA
WA Follow Us