Bismillahirrohmaanirrohiim…
Allahumma sholli ‘alaa Muhammad wa aali Muhammad
Latar Belakang Kajian
Video ini merupakan pertemuan atau kajian ketiga (Bagian 6 dari seri konsep Mahdisme) yang melanjutkan pembahasan sebelumnya.
Tujuan utamanya adalah menguraikan Dasar Ketiga guna mengantarkan kita pada kesimpulan yang benar mengenai siapa sejatinya sosok Al-Mahdi yang dijanjikan oleh Rasulullah SAW sebagai pemimpin akhir zaman yang akan menumpas kezaliman dan menegakkan keadilan di bumi.
Dasar Ketiga: Al-Mahdi Berasal dari Ahlul Bait
Para ulama sepakat menerima riwayat-riwayat yang menyatakan bahwa Al-Mahdi berasal dari kalangan Ahlul Bait (keturunan suci Nabi Muhammad SAW).
Beberapa dalil penting yang diulas meliputi:
- Hadis Abu Dawud & Ahmad ibn Hanbal:
Menegaskan bahwa Allah akan mengutus seorang pria dari Ahlul Bait nabi yang namanya sama dengan nama Nabi (Muhammad) untuk memimpin dan memenuhi bumi dengan keadilan. - Kitab Al-Arful Wardi fi Akhbar al-Mahdi karya Jalaluddin as-Suyuthi:
Sebuah kitab khusus yang merangkum lebih dari 250 riwayat mengenai Al-Mahdi, menyambung karya Al-Hafiz Abu Nu’aim al-Asfahani.
Di dalamnya, banyak riwayat (seperti dari Ali bin Abi Thalib dan Abu Sa’id al-Khudri) yang menegaskan Al-Mahdi berasal dari Ahlul Bait. - Hadis Ummu Salamah:
Rasulullah SAW secara spesifik bersabda bahwa Al-Mahdi berasal dari keturunan putrinya, Fatimah.
Catatan Mengenai Nama Ayah Al-Mahdi
Dalam satu jalur riwayat Abdullah bin Mas’ud, terdapat tambahan redaksi “dan nama ayahnya sama dengan nama ayahku” (sehingga merujuk pada nama Muhammad bin Abdullah).
Namun, pembicara menjelaskan bahwa tambahan ini hanya ada pada jalur periwayatan dari seorang perawi bernama Zaidah, yang dinilai cacat atau lemah oleh para pakar hadis Ahlussunnah.
Puluhan jalur periwayatan lainnya dari Ibnu Mas’ud tidak mencantumkan tambahan redaksi tersebut dan hanya berhenti pada kalimat “namanya sama dengan namaku”.
Jalur Keturunan Spesifik Melalui Al-Husein
Riwayat dari kitab-kitab hadis Ahlussunnah memperjelas bahwa Al-Mahdi lahir melalui jalur keturunan Imam al-Husein AS, bukan dari Imam al-Hasan.
Dua riwayat yang mendukung hal ini adalah:
- Hadis Salman Al-Farisi:
Saat Salman bertanya dari keturunan mana Al-Mahdi akan lahir, Rasulullah SAW menepuk pundak al-Husein dan menegaskan, “Dari Putraku yang ini”. Riwayat ini termuat dalam kitab Mu’jam al-Kabir karya At-Thabarani, Ibnu Asakir (Tarikh Damaskus), Abu Nu’aim, dan Ibnu Qayyim al-Jauziyyah. - Hadis Fatimah AS Saat Menjenguk Rasulullah:
Menjelang wafatnya, Rasulullah menghibur putrinya, Fatimah, dengan menyebutkan keutamaan Ahlul Bait, termasuk bahwa Al-Mahdi (yang kelak akan diimami oleh Nabi Isa AS dalam salat) berasal dari mereka.
Ketika Fatimah bertanya dari putra yang mana, Nabi menepuk pundak al-Husein yang masih kanak-kanak dan bersabda, “Dari Putraku al-husein, Mahdi umat ini”.
Riwayat ini dikutip oleh ulama seperti Ad-Daraqutni dan Abul Muzhaffar al-Sam’ani.
Kesimpulan Kelahiran Imam ke-12 (Al-Mahdi)
Melalui analisis komprehensif terhadap dasar-dasar yang ada, diperoleh kesimpulan penting:
- Al-Mahdi adalah mata rantai ke-12 dari 12 khalifah atau pemimpin yang dijanjikan oleh Nabi SAW.
- Berdasarkan kesepakatan bahwa bumi tidak akan pernah kosong dari Hujjah (petunjuk) Allah serta merujuk pada Hadis Tsaqalain (bahwa Ahlul Bait akan selalu mendampingi Al-Qur’an sebagai pengaman dari kesesatan umat), maka tidak boleh ada masa kosong kepemimpinan setelah wafatnya Imam ke-11.
- Oleh karena itu, Imam ke-11 (yaitu Imam Al-Hasan al-Askari) dipastikan telah memiliki seorang putra bernama Muhammad sebelum beliau wafat untuk melanjutkan estafet kepemimpinan umat.
Pengakuan para Ulama Ahlussunnah (Sunni)
Ustadz pembicara menekankan bahwa keyakinan bahwa Al-Mahdi adalah putra Imam Al-Hasan al-Askari yang telah lahir bukan hanya diyakini oleh kalangan Syi’ah, melainkan juga diakui oleh puluhan ulama terkemuka dari mazhab Ahlussunnah Wal Jama’ah.
Beberapa contoh pembuktian dari literatur Sunni:
- Syekh Mu’min bin Hasan al-Syablanji (Nurul Abshor):
Menuliskan sejarah 12 Imam Syi’ah dan secara khusus memuat bab keutamaan Muhammad putra Imam Al-Hasan al-Askari pada halaman 185.
Beliau mencantumkan gelar-gelarnya seperti Al-Hujjah, Al-Mahdi, Al-Muntazar, dan Shahibuz Zaman, serta mengakuinya sebagai penutup rangkaian 12 Imam. - Al-Qutb Asy-Sya’rani (Al-Yawaqit wal-Jawahir):
Menegaskan bahwa Al-Mahdi adalah putra Imam Al-Hasan al-Askari dari keturunan Imam Husein.
Beliau mencatat kelahirannya pada malam Nisfu Sya’ban tahun 255 Hijriah dan menyatakan beliau akan tetap hidup hingga akhir zaman untuk bertemu Nabi Isa AS.
Pandangan ini disetujui pula oleh guru-gurunya, Syekh Hasan al-Iraqi dan Syekh Ali al-Khawas. - Al-Allamah Al-Barzanji (Jaliyatul Kadar):
Dalam bait-bait qasidah tawassulnya, Mufti mazhab Syafi’i di Madinah ini bertawassul melalui rangkaian 12 Imam secara berurutan, ditutup dengan putra al-Askari yang bergelar Al-Mahdi. - Sayyid Muhammad Alawi al-Maliki & Syekh Ali Jum’ah (Mantan Mufti Mesir):
Dalam catatan pinggir dan syarah mereka terhadap kitab Jaliyatul Kadar, mereka mengonfirmasi bahwa penutup 12 Imam adalah Abul Qasim Muhammad bin Al-Hasan al-Askari yang lahir di Samarra pada tahun 256 H (atau 255 H).
Secara keseluruhan, video ini memberikan argumentasi ilmiah berbasis literatur hadis dan sejarah untuk menunjukkan titik temu antara Syi’ah dan puluhan ulama Ahlussunnah terkait kenyataan bahwa Al-Mahdi (Muhammad bin Al-Hasan al-Askari) benar-benar telah lahir.

Bersama Ustadz Ali Umar Al Habsyi
Judul video: Konsep Mahdisme dalam Akidah Syi’ah. (Bag. 6) Banyak Ulama Sunni Yang Mengakui Al Mahdi Telah Lahir – Watch on Youtube
Yuk Subscribe PANDU AHLULBAYT:


