15 October 2026

CATATAN PENTING SEBELUM MELANGKAH KE BAB III

SIAPA SAJA YANG BERADA DI BAWAH KOMANDO USAMAH?

Pasukan Usamah bukan pasukan kecil yang hanya berisi para pemuda atau sahabat biasa. Ia merupakan ekspedisi resmi terakhir yang dibentuk Rasulullah SAW, dengan melibatkan tokoh-tokoh penting dari kaum Muhajirin dan Anshar.

Rasulullah SAW menyerahkan panji pasukan kepada Usamah bin Zaid, sementara Buraidah bin al-Hushaib al-Aslami ditugaskan membawa panji tersebut. Pasukan kemudian diperintahkan berkumpul di Jurf, sebuah kawasan di luar Madinah, sebelum bergerak menuju wilayah Balqa dan Ubna di kawasan Syam.

Yang sangat penting adalah kenyataan bahwa Rasulullah SAW menempatkan para sahabat senior di bawah komando seorang pemuda yang saat itu berusia sekitar tujuh belas hingga dua puluh tahun.

Dalam penjelasan Ibn Hajar al-‘Asqalani di Fath al-Bari, disebutkan:

وَكَانَ مِمَّنْ نُدِبَ مَعَ أُسَامَةَ كِبَارُ الْمُهَاجِرِينَ وَالْأَنْصَارِ، مِنْهُمْ أَبُو بَكْرٍ وَعُمَرُ وَأَبُ عُبَيْدَةَ وَسَعْدٌ وَسَعِيدٌ وَقَتَادَةُ بْنُ النُّعْمَانِ وَسَلَمَةُ بْنُ أَسْلَمَ.

“Di antara mereka yang ditugaskan bersama Usamah adalah para tokoh besar Muhajirin dan Anshar, di antaranya Abu Bakar, Umar, Abu Ubaidah, Sa‘d, Sa‘id, Qatadah bin an-Nu‘man, dan Salamah bin Aslam.” (Islamweb)

Dengan demikian, nama-nama yang disebut secara jelas dalam sumber tersebut adalah:

  1. Abu Bakar bin Abi Quhafah

Ibn Sa‘d dalam al-Thabaqat al-Kubra memasukkan Abu Bakar di antara tokoh Muhajirin yang ditugaskan mengikuti pasukan Usamah.
Kutipannya menyatakan bahwa hampir tidak ada tokoh utama Muhajirin dan Anshar yang tidak dipanggil mengikuti ekspedisi tersebut, termasuk Abu Bakar, Umar, dan Abu Ubaidah. (دار الآل والصحب الوقفية)

Keberadaan nama Abu Bakar memang dipersoalkan oleh sebagian penulis belakangan. Mereka berargumentasi bahwa beberapa sejarawan hanya menyebut Umar dan tokoh-tokoh lain tanpa menyebut Abu Bakar.
Namun tidak disebutnya nama seseorang dalam satu versi tidak otomatis membatalkan penyebutan tegas namanya dalam sumber lain.

Karena itu, secara historis lebih tepat dikatakan:

Sejumlah sumber klasik secara tegas memasukkan Abu Bakar ke dalam pasukan Usamah, sementara sebagian penulis lain berusaha mempersoalkannya berdasarkan ketiadaan namanya dalam beberapa versi riwayat.

Namun keterangan eksplisit Ibn Sa‘d dan kutipan Ibn Hajar tidak dapat dihapus hanya dengan alasan bahwa sumber lain tidak menyebut seluruh nama anggota pasukan.

  1. Umar bin Khattab

Keberadaan Umar dalam pasukan Usamah bahkan lebih kuat dan hampir tidak diperselisihkan.

Riwayat sejarah menyebut bahwa setelah Abu Bakar menjadi khalifah, ia meminta izin kepada Usamah agar Umar tidak ikut berangkat karena dibutuhkan untuk membantu urusan pemerintahan di Madinah.

Permintaan izin itu sendiri menunjukkan bahwa Umar pada mulanya adalah anggota pasukan yang berada di bawah komando Usamah. Kalau Umar bukan bagian dari pasukan tersebut, tidak ada alasan bagi Abu Bakar untuk meminta izin kepada Usamah agar menahannya di Madinah. (Shiavault)

  1. Abu Ubaidah bin al-Jarrah

Abu Ubaidah termasuk tokoh Muhajirin senior yang disebut berada dalam pasukan Usamah.

Beberapa riwayat bahkan menyebut bahwa ketika Usamah kembali dari Jurf karena keadaan Rasulullah SAW semakin berat, Umar dan Abu Ubaidah datang bersamanya menuju Madinah. (بوابة السيرة النبوية)

  1. Sa‘d bin Abi Waqqash

Sa‘d bin Abi Waqqash juga disebut dalam sejumlah sumber sebagai bagian dari pasukan Usamah. Namanya tercantum bersama Abu Bakar, Umar, Abu Ubaidah, dan tokoh-tokoh Muhajirin lainnya dalam penjelasan Fath al-Bari. (Islamweb)

Namun terdapat pula riwayat mengenai peristiwa setelah Rasulullah wafat yang menempatkan Sa‘d sebagai salah seorang penjaga jalan-jalan masuk Madinah. Hal ini dapat dipahami sebagai perubahan tugas setelah pasukan kembali atau setelah kondisi politik berubah, bukan otomatis sebagai penolakan terhadap penyebutan awal dirinya dalam susunan ekspedisi. (Wikipedia)

  1. Sa‘id bin Zaid

Sa‘id bin Zaid juga disebut Ibn Hajar sebagai anggota ekspedisi di bawah pimpinan Usamah. Ia termasuk sahabat Muhajirin awal dan tokoh Quraisy yang dikenal luas. (Islamweb)

  1. Qatadah bin an-Nu‘man

Qatadah bin an-Nu‘man, sahabat dari kalangan Anshar, juga disebut berada dalam pasukan itu. Penyebutan namanya menunjukkan bahwa ekspedisi Usamah bukan hanya diikuti kaum Muhajirin, melainkan juga tokoh-tokoh penting Anshar. (Islamweb)

  1. Salamah bin Aslam

Salamah bin Aslam termasuk nama yang dicatat bersama para sahabat senior lainnya dalam pasukan tersebut. (Islamweb)

  1. Buraidah bin al-Hushaib al-Aslami

Buraidah memegang posisi penting sebagai pembawa panji pasukan Usamah. Setelah Rasulullah SAW menyerahkan panji kepada Usamah, Usamah menyerahkannya kepada Buraidah untuk dibawa menuju tempat perkemahan di Jurf. (Safahat)

Tokoh-Tokoh Lain yang Disebut dalam Sebagian Literatur

Sebagian karya sejarah dan sirah yang lebih luas menambahkan beberapa nama lain, antara lain:

* Abdurrahman bin Auf;

* Talhah bin Ubaidillah;

* Zubair bin Awwam;

* Khalid bin Walid;

* sejumlah tokoh Muhajirin dan Anshar lainnya.

Namun penyebutan nama-nama tambahan ini tidak sekuat penyebutan Abu Bakar, Umar, Abu Ubaidah, Sa‘d bin Abi Waqqash, Sa‘id bin Zaid, Qatadah bin an-Nu‘man, Salamah bin Aslam, dan Buraidah bin al-Hushaib dalam sumber-sumber yang lebih eksplisit. Karena itu, nama-nama tambahan tersebut sebaiknya disampaikan sebagai disebut dalam sebagian literatur, bukan sebagai daftar yang sepenuhnya disepakati. (Al-Islam.org)

Siapa yang Tidak Dicatat sebagai Anggota Pasukan?

Yang juga sangat penting adalah tidak ditemukannya nama Imam Ali bin Abi Thalib a.s. sebagai anggota pasukan Usamah dalam daftar tersebut.

Hal ini selaras dengan kenyataan bahwa Ali a.s. berada di sisi Rasulullah SAW selama masa sakit beliau, membantu beliau menuju masjid, dan kemudian menjadi tokoh utama yang mengurus pemandian, pengafanan, serta pemakaman Rasulullah SAW.

Dengan demikian, Nabi SAW menempatkan dua kelompok pada posisi yang berbeda:

* sejumlah tokoh Muhajirin dan Anshar diperintahkan menuju Jurf di bawah komando Usamah;

* Ali bin Abi Thalib a.s. tetap berada di Madinah, dekat dengan Rasulullah SAW.

Perbedaan penempatan ini tidak layak dianggap kebetulan, terutama karena berlangsung pada hari-hari terakhir kehidupan Nabi SAW.

Mengapa Susunan Pasukan Ini Begitu Penting?

Susunan pasukan Usamah menghancurkan dua anggapan sekaligus.

Pertama, anggapan bahwa usia dan senioritas otomatis menentukan hak memimpin.

Usamah masih sangat muda, tetapi Rasulullah SAW menempatkan sahabat-sahabat yang jauh lebih tua dan lebih senior di bawah komandonya.

Kedua, anggapan bahwa Abu Bakar harus berada di Madinah karena dipersiapkan menjadi pengganti Rasulullah SAW.

Apabila Abu Bakar memang telah ditetapkan sebagai calon khalifah atau imam tetap umat, mengapa ia dimasukkan ke dalam pasukan yang diperintahkan bergerak keluar dari Madinah?

Pertanyaan ini menjadi semakin tajam ketika dikaitkan dengan klaim bahwa Abu Bakar ditunjuk menjadi imam shalat pada waktu yang sama.

Bagaimana mungkin seseorang diperintahkan berada di Jurf di bawah komando Usamah, tetapi pada saat yang sama diklaim telah ditetapkan untuk memimpin shalat di Madinah sebagai isyarat kekhalifahan?

Dua narasi itu tidak dapat berdiri dengan mudah secara bersamaan.

Penolakan terhadap Kepemimpinan Usamah

Sahih al-Bukhari dan Sahih Muslim mencatat bahwa sebagian orang mempersoalkan penunjukan Usamah sebagai panglima. Rasulullah SAW kemudian menanggapi dengan tegas:

إِنْ تَطْعَنُوا فِي إِمَارَتِهِ فَقَدْ كُنْتُمْ تَطْعَنُونَ فِي إِمَارَةِ أَبِيهِ مِنْ قَبْلُ، وَايْمُ اللَّهِ إِنْ كَانَ لَخَلِيقًا لِلْإِمَارَةِ، وَإِنْ كَانَ لَمِنْ أَحَبِّ النَّاسِ إِلَيَّ، وَإِنَّ هَذَا لَمِنْ أَحَبِّ النَّاسِ إِلَيَّ بَعْدَهُ.

“Apabila kalian mencela kepemimpinannya, sungguh dahulu kalian juga pernah mencela kepemimpinan ayahnya. Demi Allah, ayahnya benar-benar layak memimpin dan termasuk manusia yang paling aku cintai. Dan sesungguhnya Usamah termasuk manusia yang paling aku cintai sesudahnya.”

Hadis ini terdapat dalam Sahih al-Bukhari dan Sahih Muslim.

Perhatikan bahwa Rasulullah SAW tidak hanya membela pribadi Usamah. Beliau membela keputusan kepemimpinannya.

Kritik terhadap Usamah bukan sekadar kritik kepada seorang pemuda. Kritik itu menyentuh keputusan Rasulullah SAW sendiri.

TEGAS:

Nama-nama sahabat yang paling kuat disebut berada di bawah komando Usamah adalah:

Abu Bakar bin Abi Quhafah, Umar bin Khattab, Abu Ubaidah bin al-Jarrah, Sa‘d bin Abi Waqqash, Sa‘id bin Zaid, Qatadah bin an-Nu‘man, Salamah bin Aslam, dan Buraidah bin al-Hushaib sebagai pembawa panji.

Di luar nama-nama tersebut, masih terdapat banyak tokoh Muhajirin dan Anshar yang tidak disebut satu per satu.

Jadi, pasukan Usamah bukan ekspedisi pinggiran.

Ia adalah pasukan besar yang berisi tokoh-tokoh utama umat, ditempatkan di bawah seorang panglima muda berdasarkan keputusan langsung Rasulullah SAW.

Karena itu, persoalan Jurf bukan sekadar kisah militer.

Ia merupakan salah satu kunci untuk memahami hari-hari terakhir Rasulullah SAW:

siapa yang diperintahkan pergi, siapa yang tetap berada di sisi Nabi, siapa yang tunduk kepada komando Usamah, dan siapa yang kemudian hadir di tempat lain ketika sejarah sedang menentukan arah baru umat Islam.

Hari hari cttan

Hasyim Arsal Alhabsi
Dehills Institute

—

Artikel dan gambar sumber: https://www.facebook.com/share/p/1EzA2eD7Wn/

 

Berita Timur Tengah

  • Memuat berita terbaru...

Buku Yang Perlu Anda Miliki

Imam Ali Khamenei: Jangan Ikuti Syiah Ekstrim

Video Thumbnail
WA Follow Us