Sabtu, 31 Oktober 2026
Channel Lingkar Filsafat

Hanya Orang Pemberani Yang Berani Masuk Ke Ranah Ini | Ngaji Filsafat

Hanya Orang Pemberani Yang Berani Masuk Ke Ranah Ini | Ngaji Filsafat
Ilustrasi Hanya Orang Pemberani Yang Berani Masuk Ke Ranah Ini | Ngaji Filsafat
Ukuran teks:

Bismillahirrohmaanirrohiim…
Allahumma sholli ‘alaa Muhammad wa aali Muhammad

Cogito Ergo Sum: Menemukan Kepastian di Tengah Keraguan

Argumen Mimpi (The Dream Argument)

Rene Descartes memulai refleksinya dengan meragukan segala hal, termasuk hal yang paling dasar: apakah hidup ini nyata atau sekadar mimpi.
Descartes sering merasakan pengalaman dalam mimpi yang terasa sangat identik dengan realitas saat sadar, sehingga menurutnya tidak ada tanda pasti untuk membedakan keduanya.

Pertanyaan mendasarnya adalah: apa jaminannya bahwa detik ini kita tidak sedang bermimpi?
Saat bermimpi, kita sering merasa sedang menjalani aktivitas nyata, seperti sedang mengaji, dan baru menyadari itu mimpi setelah terbangun.
Al-Ghazali juga memberikan ilustrasi serupa dalam kitabnya, bahwa mungkin saja hidup di dunia ini adalah mimpi, dan kelak setelah meninggal serta dibangkitkan di alam barzakh, kita baru tersadar bahwa kehidupan dunia yang penuh dinamika ini ternyata hanyalah mimpi.

Kesulitan membedakan realitas ini sering digambarkan dengan ilustrasi klasik: apakah seseorang adalah manusia yang bermimpi menjadi kupu-kupu, atau seekor kupu-kupu yang sedang bermimpi menjadi manusia.
Rasa lapar, haus, hingga keinginan ke toilet pun bisa terasa sangat nyata di dalam mimpi.
Oleh karena itu, argumen mimpi ini digunakan Descartes untuk menggugat dasar realitas hidup kita.

Argumen Tuhan yang Menyesatkan dan Iblis Jahat

Selain argumen mimpi, Descartes mengajukan ide tentang Deceiving God (Tuhan yang menyesatkan) dan Evil Demon (Iblis jahat).
Sebagai sosok yang religius, Descartes percaya Tuhan Maha Kuasa, namun ia mempertanyakan: apa jaminannya bahwa Tuhan tidak menggunakan kuasa-Nya untuk membuat kita tertipu, bahkan mengenai pengetahuan matematis yang tampak sangat jelas?
Kita sering berdoa agar yang hak tampak sebagai kebenaran dan yang batil tampak sebagai kesalahan, karena ada kemungkinan hal yang salah ditampakkan sebagai benar atau sebaliknya.

Jika merasa tidak mungkin Tuhan melakukan hal tersebut, Descartes menawarkan alternatif lain melalui sosok “Iblis Jahat” atau setan yang bisa menggelincirkan pandangan manusia.
Setan bisa membuat hal yang buruk tampak baik atau hal fiktif seolah-olah nyata.
Faktanya, banyak orang yang melakukan kesalahan seperti korupsi atau penyalahgunaan narkoba tetap merasa dirinya benar, yang menunjukkan betapa mudahnya pandangan manusia terbolak-balik tanpa ia sadari.
Atas dasar ini, kenyataan hidup dan kebenaran yang kita pegang hari ini bisa sangat dipertanyakan.

Titik Terang: Aku Berpikir, Maka Aku Ada

Hanya orang-orang pemberani yang berani masuk ke ranah keraguan radikal ini.
Namun, jika kita meragukan segala sesuatuโ€”baik dunia material maupun spiritualโ€”kita akan sampai pada satu titik kepastian yang tidak bisa dibantah.

Satu hal yang pasti dan dapat dipercaya adalah fakta bahwa ada “aku” yang sedang meragukan segala sesuatu.
Jika segala hal diragukan, maka keberadaan “aku” yang sedang melakukan proses meragukan atau berpikir itu sendiri adalah sebuah kebenaran yang pasti.
Tidak mungkin ada keraguan jika tidak ada subjek yang meragukan.

Dari sinilah lahir adagium Descartes yang sangat terkenal: Cogito Ergo Sum, yang berarti “Aku berpikir, maka aku ada”.
Meskipun realitas hidup, keberadaan Tuhan, atau godaan setan diragukan, fakta bahwa kita sedang berpikir membuktikan bahwa kita eksis.
Kesadaran akan pikiran inilah yang menjadi titik awal (bukan puncak) bagi refleksi filosofis untuk menemukan kebenaran-kebenaran selanjutnya.

Keraguan Radikal dan Kepastian Descartes

Ngaji Filsafat Bersama DR Fahrudin Faiz

Video source, Youtube Channel: Ruang Optimis

BAGIKANTombol TikTok / Instagram / YouTube: teks otomatis tersalin & gambar terunduh โ€” tinggal tempel & unggah.WhatsAppXThreadsFacebookLinkedInTikTokInstagramYouTube

Saksikan Video di Bawah Ini:

Video: Hak Asasi Setiap Orang

Rekomendasi
Benarkah keluarga Nabi saw Ditawan? Benarkah keluarga Nabi saw Ditawan? Pura-Pura Tidak Mengenalnya Pura-Pura Tidak Mengenalnya Memberi Makan 100 Keluarga Memberi Makan 100 Keluarga SYARAH DOA KUMAIL (100) – MODAL TERAKHIR SEORANG HAMBA: HARAPAN DAN AIR MATA SYARAH DOA KUMAIL (100) – MODAL TERAKHIR SEORANG HAMBA: HARAPAN DAN AIR MATA SYARAH DOA KUMAIL (99) – JANGAN BIARKAN CINTA BERHENTI SEBAGAI KEINGINAN SYARAH DOA KUMAIL (99) – JANGAN BIARKAN CINTA BERHENTI SEBAGAI KEINGINAN
BERITA DARI BERBAGAI MEDIA
WA Follow Us