Dirimu Akan Mengerti Pikiran Orang Lain | Ngaji Filsafat
Bismillahirrohmaanirrohiim…
Allahumma sholli ‘alaa Muhammad wa aali Muhammad
Pentingnya Menggunakan Akal Sehat
Memiliki akal yang sehat saja tidaklah cukup; hal yang paling utama adalah bagaimana kita menggunakannya dengan baik.
Selama seseorang dalam kondisi sadar dan waras, ia pasti memiliki akal sehat, namun akal tersebut tidak akan menjadi penting jika tidak didayagunakan.
Membanggakan kepemilikan akal sehat tanpa memfungsikannya adalah hal yang sia-sia.
Di dalam Al-Qur’an pun terdapat banyak teguran seperti Afala ta’qilun (apakah kamu tidak berakal) yang sebenarnya merupakan ajakan bagi manusia untuk berpikir.
Perbedaan antara “memiliki akal” dan “berpikir” dapat diibaratkan seperti seseorang yang memiliki ponsel pintar canggih namun tidak bisa menggunakannya untuk fitur apa pun; ponsel tersebut menjadi tidak berguna karena fungsinya tidak maksimal. Ada perbedaan mendasar antara sekadar memiliki dan efektivitas fungsional.
Potensi Akal dan Karakter Seseorang
Pikiran yang besar atau orang yang sangat pintar memiliki kapasitas untuk melahirkan kebajikan yang luar biasa, namun di sisi lain juga mampu menciptakan kejahatan yang paling buruk. Akal dapat didayagunakan untuk tujuan apa pun, sehingga kita perlu waspada terhadap orang pintar yang memiliki niat jahat karena dampaknya bisa sangat membahayakan. Idealnya, seseorang haruslah menjadi pintar sekaligus baik agar akalnya dapat membawa manfaat yang maksimal.
Memahami Pikiran Orang Lain Melalui Tindakan
Jika Anda ingin mengetahui apa yang sebenarnya dipikirkan atau ada di kepala orang lain, jangan hanya melihat apa yang mereka katakan, tetapi perhatikanlah apa yang mereka lakukan. Kita tidak boleh terlalu terbawa perasaan atau “baper” dengan pernyataan-pernyataan di media sosial, karena apa yang ditampilkan di sana sering kali berbanding terbalik dengan kenyataan di dunia nyata.
Terutama dalam budaya masyarakat yang kuat dengan “basa-basi”, ucapan sering kali tidak mencerminkan kebenaran yang sesungguhnya. Ada basa-basi yang bertujuan untuk menghargai orang lain, namun ada juga yang sengaja membuat isu hanya agar suasana menjadi ramai. Oleh karena itu, tindakan nyata adalah indikator yang lebih akurat untuk menyimpulkan jalan pikiran seseorang.
Semangat untuk Terus Melangkah (Keep Pushing)
Dalam menjalani hidup, kita harus terus bergerak maju (keep pushing). Meskipun terkadang kita membuat kesalahan atau mengalami kegagalan, janganlah berhenti. Kesalahan justru memberi tahu kita bagian mana yang keliru sehingga bisa diperbaiki. Jika seseorang menyerah saat gagal, ia akan kehilangan kesempatan untuk belajar, padahal kegagalan adalah sumber ilmu yang berharga. Orang-orang sukses biasanya telah melewati fase jatuh bangun, salah, dan gagal, namun mereka tetap memilih untuk terus mendorong diri mereka maju.
Strategi Menghadapi Kritik dan Serangan
Untuk menghindari rasa sakit hati saat dikritik atau diserang oleh orang lain, triknya adalah dengan menaikkan level jiwa setinggi mungkin sehingga serangan tersebut tidak lagi dapat menjangkau kita. Daripada terjebak dalam konflik atau keramaian yang tidak perlu, lebih baik kita fokus meningkatkan kualitas diri.
Ketika posisi kita sudah sangat tinggi, orang yang ingin menyerang harus bersusah payah untuk menjangkau kita, dan pada akhirnya mereka akan menyadari bahwa serangan tersebut sia-sia. Descartes sendiri pernah mengalami masa di mana ia dikritik dan diserang hingga harus menyembunyikan karyanya, namun seiring berjalannya waktu, orang-orang mulai menyadari nilai dari pemikirannya dan para penyerangnya pun kehabisan amunisi. Selama Anda merasa berada di jalan yang benar, teruslah melangkah hingga tidak ada lagi celah bagi orang lain untuk menjatuhkan Anda.

Ngaji Filsafat Bersama DR Fahrudin Faiz
Video source, Youtube Channel: Ruang Optimis
Saksikan Video di Bawah Ini:
Video: Faisal Assegaf: "Pro Palestina aja gak cukup, tapi harus juga Anti Zi0n!s, seperti Iran".
Benarkah keluarga Nabi saw Ditawan?
Pura-Pura Tidak Mengenalnya
Memberi Makan 100 Keluarga
SYARAH DOA KUMAIL (100) – MODAL TERAKHIR SEORANG HAMBA: HARAPAN DAN AIR MATA
SYARAH DOA KUMAIL (99) – JANGAN BIARKAN CINTA BERHENTI SEBAGAI KEINGINAN







