Kajian ini mengangkat tema zikir, yang secara sederhana berarti “mengingat”.
Dalam konteks ini, yang diingat tidak lain adalah Allah SWT. Di dalam Al-Qur’an (Surah Al-Ahzab: 41-42), Allah memerintahkan orang beriman untuk berzikir sebanyak-banyaknya.
Menariknya, zikir adalah satu-satunya ibadah yang diperintahkan untuk dilakukan sebanyak mungkin tanpa batasan tertentu.
Keutamaan dan Hakikat Zikir
Banyak ayat dan hadis menggambarkan kemuliaan zikir:
- Amal Paling Dicintai:
Zikir adalah amal yang paling dicintai Allah dan paling menyelamatkan hamba dari keburukan di dunia maupun akhirat. - Cahaya Jiwa:
Zikir berubah menjadi cahaya yang memancar antara langit dan bumi. - Obat Hati:
Zikir adalah penyembuh bagi hati yang gelisah dan terhimpit masalah. Sesuai janji Allah dalam Surah Ar-Ra’d ayat 28, mengingat Allah akan menentramkan hati. - Penjaga Saat Sakaratul Maut:
Orang yang banyak berzikir tidak akan merasakan dahaga yang luar biasa saat menghadapi kematian.
Tiga Tingkatan Zikir
Dalam pandangan para arif dan sufi, zikir terbagi menjadi tiga tingkatan:
- Zikir Zahir (Lisan):
Mengucapkan kalimat pujian (seperti Subhanallah, Alhamdulillah, Lailahaillallah, Allahu Akbar).
Syarat utamanya adalah hadirnya hati (hudhur). Mengucapkan kalimat suci hanya dengan lisan tanpa kehadiran hati belum dianggap berzikir sepenuhnya. - Zikir Khofi (Tersembunyi):
Keadaan di mana hati selalu terhubung dan merasa diawasi Allah (muraqabah) dalam setiap tarikan napas dan kondisi, baik saat berdiri, duduk, maupun berbaring.
Di tingkat ini, batin mulai terbuka untuk menyaksikan cahaya-cahaya ilahiyah. - Zikir Hakiki:
Puncak zikir di mana seseorang sudah “fana” atau lebur kesadarannya. Ia menyadari bahwa bukan dirinya yang berzikir, melainkan Allah-lah yang mengingat dirinya. Pada tahap ini, seluruh bagian diri, baik jasmani maupun rohani, bergetar dalam kesadaran ilahi yang mutlak.
Penghalang Zikir
Setan selalu berusaha memalingkan manusia dari mengingat Allah melalui berbagai cara, seperti menciptakan permusuhan, pengaruh minuman keras, dan judi.
Selain itu, harta benda dan anak-anak juga bisa menjadi fitnah yang melalaikan jika hati terlalu terikat padanya.
Melatih Hati
Hati perlu dilatih secara konsisten. Ustadz Kholid mengibaratkan hati seperti mesin motor; awalnya mungkin tidak stabil, namun jika terus dipanaskan (dengan zikir yang banyak), maka pembakarannya akan stabil dan berjalan baik.
Jika zikir sudah menjadi kebiasaan yang mendarah daging (dawam), bahkan saat tidur pun hati seseorang akan tetap berzikir kepada Allah.

Bersama KH Dr. Kholid Al Walid M.Ag
Belajar Tasawuf seri #32: Zikir (Upaya Mengingat Allah)
Senin 1 Agustus 2022 Jam 20.00 – Selesai WIB LIVE STREAMING.
YouTube: Misykat TV
SoundCloud: SoundCloud.com/misykat-bandung
Spotify: Misykat Bandung
Web: Misykat.net

