19 October 2026
  1. Hakikat dan Pengertian Zikir
  • Definisi Dasar: Secara sederhana, zikir diartikan sebagai upaya untuk mengingat Allah SWT.
  • Makna Bagi Para Sufi (‘Arif): Zikir bukan sekadar ucapan di lisan, melainkan kondisi saat hati terbebas dari kelalaian serta melepaskan keterikatan dari segala sesuatu selain Allah.
  • Penafsiran QS. Al-Kahfi Ayat 24: Ayat “Ingatlah Tuhanmu jika kamu lupa” ditafsirkan oleh para ahli tasawuf sebagai perintah untuk mengingat Allah ketika seseorang telah melupakan segala hal selain diri-Nya.
  1. Keutamaan dan Kedudukan Zikir
  • Perintah Tanpa Batas: Zikir adalah satu-satunya ibadah dalam Al-Qur’an yang diperintahkan untuk dilakukan sebanyak-banyaknya (QS. Al-Ahzab: 41–42).
  • Wujud Syukur: Mengingat Allah adalah wujud syukur atas nikmat-Nya, sedangkan melalaikan zikir tergolong bentuk kufur nikmat (QS. Al-Baqarah: 152).
  • Amalan Paling Dicintai: Zikir merupakan amalan yang paling dicintai Allah serta paling ampuh menyelamatkan seorang hamba dari keburukan dunia dan akhirat.
  • Penyembuh Hati dan Ketenangan Jiwa: Zikir berfungsi sebagai penawar (sifa’) bagi hati yang gelisah dan memberikan ketenangan batin (QS. Ar-Ra’d: 28).
  • Cahaya dan Kebajikan Batin: Setiap zikir memancarkan cahaya antara langit dan bumi, membebaskan jiwa dari kemunafikan, serta melindungi hamba dari dahaga saat menghadapi sakaratul maut.
  1. Penghalang dalam Berzikir
  • Dunia dan Keturunan: Harta benda dan anak-anak dapat menjadi penghalang apabila keterikatan padanya memalingkan fokus hati dari Allah (QS. Al-Munafiqun: 9).
  • Tipu Daya Setan: Setan senantiasa berupaya memalingkan manusia dari zikir melalui permusuhan, kebencian, perbuatan judi, dan minuman keras (QS. Al-Ma’idah: 91).
  1. Tiga Tingkatan Zikir dalam Tasawuf
  1. Zikir Zhahir (Dzikrudz Dzahir)
    • Zikir yang diucapkan oleh lisan disertai dengan hadirnya hati (hudhurul qalb).
    • Terbagi menjadi tiga bentuk utama:
      • Pujian (Sana’): Mengucapkan kalimat thayyibah (Subhanallah, Alhamdulillah, Laa ilaha illallah, Allahu Akbar). Keempat kalimat ini menjadi fondasi ajaran Islam.
      • Doa: Panggilan dan permohonan kepada Allah sebagai senjata orang beriman.
      • Muraqabah/Menjaga Ibadah: Menjaga kehadiran dan keterhubungan hati dalam pelaksanaan ibadah seperti sholat.
  2. Zikir Khafi (Dzikrul Khafi)
    • Zikir tersembunyi di mana hati senantiasa terhubung dengan Allah secara berkesinambungan (dawam khudur wa muraqabah) dalam seluruh keadaan.
    • Berfungsi membersihkan batin dengan Cahaya Ilahi dan membawa jiwa pada derajat penyaksian rohani (mukasyafah).
  3. Zikir Hakiki (Dzikrul Haqqi)
    • Tingkatan tertinggi ketika seseorang lebur (fana) dan terlepas dari kesadaran bahwa dirinya sedang berzikir.
    • Pada tahap ini, pada hakikatnya Allahlah yang berzikir dan mengingat hamba-Nya. Seseorang berada pada kedudukan mukhlasin yang berada dalam perlindungan mutlak dari godaan setan.
  1. Ahlud Dzikri dan Latihan Istiqamah (Dawam)
  • Ahlud Dzikri: Merujuk pada hamba-hamba pilihan yang hatinya senantiasa terhubung dengan Allah, secara khusus merujuk pada Ahlul Bait Rasulullah SAW.
  • Pentingnya Pembiasaan Continuously (Dawam): Hati membutuhkan latihan berulang agar menjadi stabil dan terbiasa berada dalam kondisi zikir.
  • Amalan Praktis: Antara lain mencakup Tasbih Fatimah (Subhanallah 33x, Alhamdulillah 33x, Allahu Akbar 34x) serta doa-doa harian dan doa dalam kondisi khusus.

Tingkatan Zikir dalam Tasawuf

Bersama Dr. H. Kholid Al Walid, M.Ag

Pusat Kajian Tasawuf Misykat:
YouTube : Misykat TV
SoundCloud : SoundCloud.com/misykat-bandung
Spotify : Misykat Bandung
Web : www.misykat.net

Donasi Dakwah Digital:
Bank BRI 1141 01 000 401 56 2 an Yayasan Bahtera Cinta Almustofa
Cp WA 0812 239 14000
#DiskusiDigital #MisykatTV

Berita Timur Tengah

  • Memuat berita terbaru...

Buku Yang Perlu Anda Miliki

Imam Ali Khamenei: Jangan Ikuti Syiah Ekstrim

Video Thumbnail
WA Follow Us