Bismillahirrohmaanirrohiim…
Allahumma sholli ‘alaa Muhammad wa aali Muhammad
Tiga permohonan besar dalam doa hari kelima bulan Ramadan yang diajarkan oleh Rasulullah SAW:
1. Permohonan Pertama: Menjadi Golongan yang Selalu Memohon Ampun (Minal Mustaghfirin)
- Makna Istighfar:
Memohon ampunan atas dosa, keteledoran, dan kekurangan merupakan makam mulia yang membuktikan kesadaran diri seorang hamba. Istighfar adalah pintu utama untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT. - Hakikat Istighfar Sejati:
Berdasarkan dialog antara Amirul Mukminin Ali bin Abi Thalib AS dan Kumail bin Ziyad, pondasi utama dari istighfar adalah tobat. Istighfar tidak hanya sekadar gerakan kedua bibir dan lisan yang mengucapkan kata-kata ampunan, melainkan harus dipenuhi dengan:- Kesadaran dan pembenaran di dalam hati (tasdiq fil qalb) atas pelanggaran yang telah dilakukan terhadap perintah Allah.
- Tekad bulat (etikat) untuk tidak pernah kembali melakukan dosa tersebut.
- Kemurahan Allah:
Ketika seorang hamba berbuat dosa, Allah memerintahkan malaikat penjaga untuk menunda mencatat kejelekan tersebut selama 6 jam untuk memberikan kesempatan bertobat.
Berdasarkan riwayat Imam Ja’far as-Sadiq AS, jika hamba tersebut membaca “Astaghfirullah alladzi la ilaha illa huwal hayyul qayyum” sebanyak 3 kali dalam masa penangguhan tersebut, maka kejelekan tersebut tidak akan dicatat oleh malaikat.
2. Permohonan Kedua: Menjadi Hamba yang Saleh dan Pasrah/Tunduk (Min ‘Ibadikas Shalihin al-Qanitin)
- Makna Qanitin:
Qanitin di sini bukan berarti membaca doa qunut saat salat, melainkan ketaatan yang dilakukan dengan penuh ketundukan dan kepasrahan kepada Allah SWT.
Sifat ini merupakan salah satu dari deretan sifat terpuji orang beriman yang diabadikan di dalam Al-Qur’an (bersama sifat sabar, jujur, berinfak, dan memohon ampun di waktu fajar). Nabi Ibrahim AS juga disifati oleh Allah SWT sebagai hamba yang qanit.
3. Permohonan Ketiga: Menjadi Golongan Kekasih Allah yang Dekat dengan-Nya (Min Auliya’ikal Muqarrabin)
- Kriteria Kekasih Allah:
Dua sifat dasar para kekasih Allah (Awliya Allah) adalah keimanan dan ketakwaan.
Mereka adalah orang-orang yang dibebaskan dari rasa takut maupun kesedihan. - Rahasia di Balik Kekasih Allah:
Allah SWT merahasiakan identitas para kekasih-Nya di antara hamba-hamba-Nya. Oleh karena itu, Amirul Mukminin mengingatkan agar kita tidak pernah meremehkan atau menghinakan siapapun.
Bisa jadi orang yang kita remehkan adalah kekasih Allah, dan menyakiti kekasih Allah sama saja dengan mengumumkan perang besar kepada Allah SWT.
Doa di hari kelima ini diakhiri dengan harapan agar Allah SWT berkenan mengabulkan permohonan tersebut dan menjadikan kita bagian dari orang-orang yang memohon ampun, hamba yang saleh, serta kekasih-kekasih-Nya yang didekatkan.

Judul video: Renungan Doa Ramadhan Hari Ke 5 – Watch on Youtube
Yuk Subscribe PANDU AHLULBAYT:


