Sabtu, 31 Oktober 2026
Channel Lingkar Filsafat

Jangan Mudah Terpengaruh Orang lain Agar Hidupmu Bahagia | Ngaji Filsafat

Jangan Mudah Terpengaruh Orang lain Agar Hidupmu Bahagia | Ngaji Filsafat
Ilustrasi Jangan Mudah Terpengaruh Orang lain Agar Hidupmu Bahagia | Ngaji Filsafat
Ukuran teks:

Bismillahirrohmaanirrohiim…
Allahumma sholli ‘alaa Muhammad wa aali Muhammad

1. Menghadapi Penghakiman Orang Lain

Ada sebuah kutipan menarik yang disampaikan: “People hasten to judge in order not to be judged themselves” (Orang-orang biasanya terburu-buru menghakimi orang lain agar diri mereka sendiri tidak dihakimi).

Oleh karena itu, kita tidak perlu terlalu galau, kaget, atau panik jika dituduh atau dihakimi oleh orang lain.
Mereka menghakimi orang lain sebenarnya hanya agar bukan mereka yang dihakimi duluan.
Hidup ini terkadang berjalan seperti balapan untuk saling menilai dan menghakimi satu sama lain; begitu kita dinilai lalu merasa terpuruk, mereka akan merasa menang. Jadi, santai saja saat menghadapi penilaian orang.

2. Kunci Kebahagiaan: Jangan Terlalu Dipengaruhi Orang Lain

Kutipan berikutnya menjelaskan: “To be happy, we must not be too concerned with others” (Jika ingin bahagia, kita tidak boleh terlalu peduli atau terpengaruh oleh orang lain).

Kita perlu memiliki sikap yang agak cuek. Dalam hidup ini, jangan biarkan diri kita terlalu galau karena penilaian orang lain yang sebenarnya tidak perluโ€”terlebih mereka bukanlah dosen atau gurumu.
Hidup ini hanya sekali, sangat tragis jika isinya hanya dihabiskan untuk merasa sumpek karena terus-menerus memikirkan penilaian orang lain.

3. Waspada Terhadap Tuntutan “Kejujuran” dari Teman

Ada pula nasihat: “Don’t believe your friends when they ask you to be honest with them. What they really want is to maintain the good opinion they have of themselves”
(Jangan langsung percaya jika ada temanmu yang memintamu untuk jujur kepada mereka. Yang sebenarnya mereka inginkan adalah mempertahankan penilaian baik tentang diri mereka sendiri).

Ketika seseorang berkata, “Cobalah kamu jujur padaku,” sering kali mereka hanya ingin meyakinkan diri bahwa diri merekalah yang sudah baik, dan sekarang giliranmu yang harus membuktikannya.
Ini adalah bentuk lain dari keinginan menilai orang lain sebelum dinilai.

Kita harus berhati-hati karena di sekeliling kita banyak orang yang ingin eksis bukan dengan cara meningkatkan kualitas diri mereka sendiri, melainkan dengan cara menjatuhkan temannya.
Eksistensi mereka baru akan muncul ketika melihat temannya jatuh.
Jika ada teman yang berniat menjatuhkanmu seperti ini, jangan diambil pusing atau membuatmu galau.

4. Cukup Menjadi Manusia Biasa, Jangan Menambah Beban Idealitas

Pada tema yang berbeda, terdapat kutipan: “I don’t want to be a genius, I have enough problems just trying to be a man”
(Aku tidak ingin menjadi orang jenius, aku sudah memiliki cukup banyak masalah hanya dengan berusaha menjadi manusia biasa saja).

Kita sering kali menambah-nambah standar ideal dalam hidup, seperti ingin menjadi manusia yang jenius atau manusia yang sangat berguna bagi nusa, bangsa, agama, hingga orang tua.
Padahal, sekadar berusaha berguna bagi orang tua saja tingkat kesulitannya sudah luar biasa.
Menjadi manusia biasa saja sudah cukup memusingkan, jadi jangan ditambah lagi dengan beban-beban idealitas lainnya yang justru membuat hidup semakin sumpek.

5. Hubungan Pertemanan yang Setara

Kutipan ini mengajarkan cara berteman yang baik: “Don’t walk in front of me, I may not follow. Don’t walk behind me, I may not lead. Walk beside me, just be my friend”
(Jangan berjalan di depanku, karena mungkin aku tidak akan mengikutimu. Jangan berjalan di belakangku, karena aku tidak akan mengarahkan atau memimpinmu. Berjalanlah di sampingku, jadilah temanku saja).

Kalimat ini menunjukkan hubungan pertemanan yang setara, bukan hubungan mendominasi atau didominasi.
Hubungan ini murni menempatkan satu sama lain sebagai teman sejajar.

6. Lelucon tentang Dunia Akademis & Penutup

Sebagai selingan jenaka, terdapat sindiran ringan: banyak orang berbicara saat mereka tidur, tetapi hanya dosen yang berbicara sementara orang-orang di sekitarnya tidur.
Ini menggambarkan situasi ketika dosen terus mengajar di kelas sementara para mahasiswanya justru tertidur.

Tips Bahagia Tanpa Pengaruh Luar

Ngaji Filsafat Bersama DR Fahrudin Faiz

 

 

Video source, Youtube Channel: Ruang Optimis

BAGIKANTombol TikTok / Instagram / YouTube: teks otomatis tersalin & gambar terunduh โ€” tinggal tempel & unggah.WhatsAppXThreadsFacebookLinkedInTikTokInstagramYouTube

Saksikan Video di Bawah Ini:

Video: Hak Asasi Setiap Orang

Rekomendasi
Benarkah keluarga Nabi saw Ditawan? Benarkah keluarga Nabi saw Ditawan? Pura-Pura Tidak Mengenalnya Pura-Pura Tidak Mengenalnya Memberi Makan 100 Keluarga Memberi Makan 100 Keluarga SYARAH DOA KUMAIL (100) – MODAL TERAKHIR SEORANG HAMBA: HARAPAN DAN AIR MATA SYARAH DOA KUMAIL (100) – MODAL TERAKHIR SEORANG HAMBA: HARAPAN DAN AIR MATA SYARAH DOA KUMAIL (99) – JANGAN BIARKAN CINTA BERHENTI SEBAGAI KEINGINAN SYARAH DOA KUMAIL (99) – JANGAN BIARKAN CINTA BERHENTI SEBAGAI KEINGINAN
BERITA DARI BERBAGAI MEDIA
WA Follow Us