Kenali Kesejatian Dirimu | Ngaji Filsafat
Bismillahirrohmaanirrohiim…
Allahumma sholli ‘alaa Muhammad wa aali Muhammad
Menjadi Manusia yang Wajar
Jadilah manusia yang hidupnya wajar dan normal. Jika lapar maka makanlah, jika haus minumlah, jika capek beristirahatlah, dan jika mengantuk tidurlah.
Menjadi manusia biasa itu memang tidak mudah, namun itulah yang diinginkan Allah.
Allah memberikan petunjuk melalui para nabi dan kitab suci sebenarnya hanya agar manusia bisa menjadi manusia yang benar sesuai fitrahnya, bukan untuk menyuruh kita menjadi seperti Tuhan apalagi malaikat.
Bahaya Meninggikan Diri
Seseorang tidak perlu membayangkan dirinya menjadi Tuhan atau mensejajarkan dirinya dengan dewa-dewa, karena hal itu justru tidak manusiawi.
Ada sebuah perumpamaan: jika seseorang mencoba menggapai tinggi hingga tubuhnya “menyundul bintang”, maka telapak kakinya tidak akan bisa lagi memijak bumi.
Ia hanya akan menjadi permainan angin dan awan.
Segala sesuatu yang tidak natural atau alami pada akhirnya akan menyusahkan diri sendiri. Hidup biasa saja dan jangan sombong, karena kesombongan di level apa pun ujung-ujungnya akan merepotkanmu.
Misalnya, jika seseorang berpura-pura menjadi orang alim atau orang pintar demi pujian, maka pada saatnya ia akan merasa terjepit dan terbebani oleh citra yang ia buat sendiri.
Mengenali Hakikat dan Kedekatan dengan Tuhan
Kuncinya adalah mengenali hakikat dan kesejatian dirimu sendiri. Semakin seseorang berhasil menjadi manusia yang benar, maka ia akan semakin dekat dengan sifat-sifat ketuhanan.
Perilaku Tuhan akan tercermin dalam diri manusia tersebut karena manusia adalah manifestasi dari keberadaan-Nya.
Manfaat bagi Sesama dan Kebahagiaan Bersama
Ciri dari manusia yang telah menemukan fitrah sejatinya adalah membawa manfaat dan kebaikan yang luar biasa bagi orang lain.
Ia tidak ingin masuk surga sendirian.
Berada di tempat yang paling indah sekalipun (seperti hotel mewah atau surga) akan terasa seperti siksaan jika kita sendirian tanpa teman untuk berbagi dan berinteraksi.
Sebagai kesimpulan, jadilah manusia yang baik dan bermanfaat bagi sesama.
Kita tidak perlu mengejar status atau kedudukan tinggi yang menyaingi Tuhan.
Cukup dengan menjadi manusia yang baik dan tulus, maka derajat atau makam kita akan tinggi dengan sendirinya tanpa perlu pamer atau sombong.

Ngaji Filsafat Bersama DR Fahrudin Faiz
Video source, Youtube Channel: Ruang Optimis
Saksikan Video di Bawah Ini:
Video: Indonesia Harus Segera Merapat Ke Iran Jika Tidak Ingin Ketinggalan Kereta
Benarkah keluarga Nabi saw Ditawan?
Pura-Pura Tidak Mengenalnya
Memberi Makan 100 Keluarga
SYARAH DOA KUMAIL (100) – MODAL TERAKHIR SEORANG HAMBA: HARAPAN DAN AIR MATA
SYARAH DOA KUMAIL (99) – JANGAN BIARKAN CINTA BERHENTI SEBAGAI KEINGINAN







