Jangan Berusaha Keinginanmu Terjadi, Maka Hidupmu Akan Tenang | Ngaji Filsafat
Bismillahirrohmaanirrohiim…
Allahumma sholli ‘alaa Muhammad wa aali Muhammad
Konsep Apatheia: Fokus pada Proses, Bukan Hasil
Dalam stoisisme, terdapat teori yang disebut Apatheia, yang menjadi akar kata “apatis” dalam bahasa Indonesia.
Meskipun saat ini bermakna negatif, arti aslinya adalah melakukan sesuatu sebaik mungkin tanpa terbebani oleh hasilnya.
Ibarat seorang pemanah, ia tidak fokus pada apakah anak panahnya akan tepat sasaran, melainkan fokus pada bagaimana cara memanah dengan teknik terbaik,.
Rumus hidupnya adalah: kita tidak bisa menguasai hasil, tetapi kita menguasai proses.
Konsep ini juga sejalan dengan ajaran agama, di mana manusia menguasai usaha namun tidak menguasai hasil akhirnya.
Penyesalan biasanya muncul bukan karena hasil yang buruk, melainkan karena kita tidak memberikan usaha maksimal (100%) saat menjalani prosesnya,.
Tuhan tidak menghisap hasil akhir, melainkan sejauh mana usaha kita dalam proses tersebut.
Dunia Sebagai Panggung Sandiwara
Hidup ini ibarat sebuah panggung sandiwara di mana kita adalah aktornya, namun sutradaranya bukan kita.
Kita sering kali ditempatkan dalam peran yang tidak kita pilih sendiri, seperti menjadi mahasiswa, santri, anak, atau guru,.
Tugas utama kita bukanlah membantah sutradara, melainkan memainkan peran tersebut sebaik-baiknya (play them as best as we can).
Kita semua adalah bagian dari sebuah organisme atau mesin besar.
Jika satu bagian tidak berfungsi dengan baik, maka keseluruhan mesin akan terganggu,.
Sebagai contoh, tindakan satu orang atau konflik di suatu negara bisa berdampak secara global karena kita semua saling terhubung dalam sistem yang besar ini,.
Kita hanyalah sekrup kecil dalam mesin semesta; jika kita menjalankan peran dengan becus, maka ada logika atau hukum (Logos) yang memungkinkan kita mendapatkan peran yang lebih baik di masa depan.
Kunci Hidup Tenang: Menjadi Realistis
Rumus terakhir untuk mencapai ketenangan hidup adalah dengan menjadi realistis.
Prinsipnya adalah: jangan berusaha agar segala sesuatu terjadi sesuai keinginanmu, tetapi inginkanlah agar segala sesuatu terjadi sebagaimana mestinya.
Sering kali manusia merasa tidak damai karena memaksakan realitas agar mengikuti keinginannya, padahal seharusnya keinginan kitalah yang menyesuaikan dengan realitas atau hukum alam (sunatullah).
Hidup akan jauh lebih nyaman jika kita melihat fakta berdasarkan realitas, bukan sekadar berdasarkan keinginan yang mungkin tidak masuk akal. Fokuslah pada hal-hal yang berada di bawah kontrol diri sendiri, dan lepaskanlah hal-hal yang berada di luar jangkauan tersebut.

Ngaji Filsafat Bersama DR Fahrudin Faiz
Video source, Youtube Channel: Ruang Optimis
Saksikan Video di Bawah Ini:
Video: Bongkar Habis Sistem Pemerintahan Iran: Wajah Negara Iran: Islam, Syiah, dan Demokrasi.
Benarkah keluarga Nabi saw Ditawan?
Pura-Pura Tidak Mengenalnya
Memberi Makan 100 Keluarga
SYARAH DOA KUMAIL (100) – MODAL TERAKHIR SEORANG HAMBA: HARAPAN DAN AIR MATA
SYARAH DOA KUMAIL (99) – JANGAN BIARKAN CINTA BERHENTI SEBAGAI KEINGINAN







