Sabtu, 31 Oktober 2026
Channel Lingkar Filsafat

Jangan Jadi Manusia Palsu | Ngaji Filsafat

Jangan Jadi Manusia Palsu | Ngaji Filsafat
Ilustrasi Jangan Jadi Manusia Palsu | Ngaji Filsafat
Ukuran teks:

Bismillahirrohmaanirrohiim…
Allahumma sholli ‘alaa Muhammad wa aali Muhammad

Waktu Eksistensial dan Konsep Dasein

Dalam pemikiran Martin Heidegger, khususnya dalam bukunya Being and Time, waktu tidak hanya dipahami sebagai sesuatu yang normal atau fisik semata.
Segala makhluk memang berada dalam jalinan ruang dan waktuโ€”seperti teori Stephen Hawkingโ€”namun bagi manusia, cara memahami waktu itu berbeda.

Manusia harus “mewaktu” atau mengada dalam waktu untuk benar-benar eksis sebagai dirinya sendiri.
Heidegger menggunakan istilah Dasein untuk menyebut manusia yang otentik. Manusia yang otentik adalah mereka yang:

  • Memiliki orientasi dan penghayatan hidup sendiri.
  • Menemukan makna hidupnya sendiri dan tidak sekadar ikut-ikutan orang lain.
  • Mampu mengambil keputusan sendiri, meskipun memiliki referensi atau bergabung dalam organisasi tertentu.

Das Man: Menjadi Manusia yang Palsu

Lawan dari Dasein adalah Das Man, yaitu manusia yang tidak otentik atau manusia palsu. Seseorang menjadi Das Man ketika ia kehilangan jati dirinya karena hanya mengikuti arus atau tekanan orang lain.

Sebagai contoh, jika seseorang hadir dalam suatu majelis hanya karena tidak enak dengan teman atau sekadar mengikuti tren, maka ia tidak sedang menjadi dirinya sendiri. Banyak manusia yang “malang” karena sejak lahir hingga dewasa, keputusan hidupnyaโ€”mulai dari sekolah, agama, hingga jodohโ€”selalu dipilihkan oleh orang lain. Jika kita hanya mengikuti lingkungan tanpa pernah memutuskan sendiri, kita akan “tenggelam dalam waktu” dan gagal untuk benar-benar eksis.

Waktu sebagai Makna dan Imajinasi

Selain waktu objektif yang didasarkan pada gerak alam, terdapat pula waktu yang bersifat maknawi dan imajinatif. Ini adalah waktu yang disepakati oleh manusia berdasarkan kepentingan, ideologi, atau perspektif tertentu.

  • Sistem Penanggalan: Kalender Masehi, Hijriah, Jawa, atau Tiongkok adalah hasil kesepakatan manusia dan Nalar masing-masing budaya.
  • Pembagian Waktu: Manusia yang menciptakan kategori “masa lalu”, “masa kini”, dan “masa depan”, serta pembagian hari dalam seminggu.

Hal ini juga melahirkan berbagai mitos waktu, seperti hari keberuntungan atau waktu sial (misalnya ketakutan terhadap angka 13). Padahal, angka dan urutan waktu tersebut hanyalah makna yang diberikan oleh manusia.

Mitos “Weekend” dan Kritik terhadap Masyarakat Kapitalis

Salah satu mitos waktu yang kuat di masyarakat modern adalah kebencian terhadap hari Senin atau pemujaan terhadap weekend (akhir pekan). Menurut Herbert Marcuse, logika weekend muncul dalam masyarakat kapitalis di mana orang dipaksa bekerja tanpa gairah (passion) hanya demi uang dan tuntutan modal.

Seharusnya, pekerjaan itu bersifat eksistensialโ€”membuat kita merasa berguna dan diakui sebagai manusia. Namun, karena banyak orang tidak menikmati pekerjaannya, mereka merasa tersiksa saat bekerja dan menganggap hari libur sebagai satu-satunya kompensasi untuk bahagia. Jika Anda merasa sangat bahagia hanya saat libur, mungkin bidang yang Anda jalani saat ini bukanlah passion Anda yang sebenarnya.

Relativitas Waktu Menurut Einstein

Secara subjektif, waktu dirasakan berbeda-beda oleh setiap individu. Albert Einstein memberikan anekdot sederhana untuk menjelaskan teori relativitasnya kepada orang awam:

“Letakkan tanganmu di atas kompor panas selama satu menit, maka rasanya seperti satu jam. Namun, duduklah bersama gadis cantik selama satu jam, maka rasanya seperti satu menit. Itulah relativitas.”

Singkatnya, waktu bukan sekadar detik dan menit yang objektif, melainkan bagaimana manusia menghayati dan memberi makna pada setiap momen kehadirannya di dunia.

Waktu dan Eksistensi Manusia Otentik

Ngaji Filsafat Bersama DR Fahrudin Faiz

 

Video source, Youtube Channel: Ruang Optimis

BAGIKANTombol TikTok / Instagram / YouTube: teks otomatis tersalin & gambar terunduh โ€” tinggal tempel & unggah.WhatsAppXThreadsFacebookLinkedInTikTokInstagramYouTube

Saksikan Video di Bawah Ini:

Video: Bongkar Habis Sistem Pemerintahan Iran: Wajah Negara Iran: Islam, Syiah, dan Demokrasi.

Rekomendasi
Benarkah keluarga Nabi saw Ditawan? Benarkah keluarga Nabi saw Ditawan? Pura-Pura Tidak Mengenalnya Pura-Pura Tidak Mengenalnya Memberi Makan 100 Keluarga Memberi Makan 100 Keluarga SYARAH DOA KUMAIL (100) – MODAL TERAKHIR SEORANG HAMBA: HARAPAN DAN AIR MATA SYARAH DOA KUMAIL (100) – MODAL TERAKHIR SEORANG HAMBA: HARAPAN DAN AIR MATA SYARAH DOA KUMAIL (99) – JANGAN BIARKAN CINTA BERHENTI SEBAGAI KEINGINAN SYARAH DOA KUMAIL (99) – JANGAN BIARKAN CINTA BERHENTI SEBAGAI KEINGINAN
BERITA DARI BERBAGAI MEDIA
WA Follow Us