Sabtu, 31 Oktober 2026
Channel Lingkar Filsafat

Mencapai Ilmu Sejati | Ngaji Filsafat

Mencapai Ilmu Sejati | Ngaji Filsafat
Ilustrasi Mencapai Ilmu Sejati | Ngaji Filsafat
Ukuran teks:

Bismillahirrohmaanirrohiim…
Allahumma sholli ‘alaa Muhammad wa aali Muhammad

Kualitas Diri Menuju Ilmu Sejati

Untuk mencapai ilmu sejati, seseorang perlu memiliki beberapa kualitas diri utama:

  1. Rilo (Ridho):
    Dalam bahasa Arab disebut Ridho atau ikhlas. Kualitas ini berarti menempatkan Allah sebagai awal dan akhir dari segala hasrat, tanpa ada kepentingan lain.
  2. Legowo:
    Sikap berlapang dada terhadap apa pun yang terjadi.
    Seseorang yang legowo tidak merasa terbebani oleh kehilangan apa pun, asalkan ia tidak kehilangan Allah dalam hatinya.
  3. Nerimo (Qonaah):
    Sikap menerima apa pun hasil yang didapat tanpa menyesal atau menuntut berlebihan.
    Ini adalah lawan dari ego yang selalu ingin menuntut agar semua keinginan terpenuhi.
  4. Anorogo:
    Sikap rendah hati dan tidak sombong. Seseorang tidak boleh merasa besar atau memonjolkan keakuannya.

Kesadaran dan Konsistensi dalam Kebaikan

  1. Eling:
    Untuk menjalankan poin-poin di atas, seseorang harus memiliki kesadaran atau eling.
    Eling bukan sekadar terjaga dari tidur, melainkan frekuensi batin yang terus menyambung dengan Allah dalam setiap aktivitas, seperti selalu mengingat Allah dengan mengucap “Bismillah” sebelum bertindak.
  2. Santoso (Sentosa):
    Kualitas ini berarti selalu berada di jalan yang benar (sirotol mustaqim). Kunci dari hidup yang santosa adalah konsistensi dalam mengikuti jalan kebenaran tersebut.

Kebahagiaan dan Kesehatan sebagai Amanah

  1. Gembiro (Gembira):
    Pencarian ilmu sejati tidak boleh dilakukan dalam kondisi stres atau depresi. Orang yang merasa sumpek biasanya disebabkan karena keinginannya tidak terpenuhi atau tidak rela dengan masa lalu.
    Sebaliknya, jika seseorang sudah memiliki sifat rilo, legowo, dan nerimo, ia akan selalu ceria dan menyenangkan saat diajak berinteraksi.
  2. Rahayu:
    Keinginan hati untuk selalu melakukan hal baik dan mengharapkan keselamatan bagi orang lain, seperti makna dalam ucapan salam.
  3. Wilujengan (Kesehatan):
    Menjaga kesehatan fisik sangat penting karena tubuh adalah amanah atau titipan dari Allah, bukan milik pribadi yang bisa digunakan sesuka hati.
    Seseorang harus sehat agar bisa berpikir jernih dan menjalankan kualitas-kualitas lainnya.

Pengembangan Diri dan Refleksi Batin

  1. Marsudi Kawruh: Terus menambah wawasan dan pengetahuan tanpa henti. Seseorang tidak boleh merasa sudah pintar meskipun telah mencapai gelar akademik yang tinggi; ia harus selalu merasa lapar akan ilmu.
  2. Semedi: Fase introspeksi diri atau dalam bahasa agama disebut Tafakur dan Muhasabah. Hal ini dilakukan untuk mengevaluasi apakah tindakan-tindakan yang telah diambil sudah tepat.
  3. Ngurang-ngurangi (Moderasi): Mengurangi hal-hal duniawi yang tidak esensial dan tidak berlebihan dalam segala sesuatu, seperti makan atau berbicara. Salah satu contoh konkretnya adalah mengurangi durasi penggunaan gawai (HP) agar pikiran tidak terus-menerus merasa was-was terhadap komentar atau penilaian orang lain di media sosial.

Dengan mengurangi hal-hal yang kurang penting, seseorang dapat lebih fokus untuk mencapai tujuan yang lebih tinggi, yaitu ilmu sejati.

12 Kualitas Diri Ilmu Sejati

 

Ngaji Filsafat Bersama DR Fahrudin Faiz

Video source, Youtube Channel: Ruang Optimis

BAGIKANTombol TikTok / Instagram / YouTube: teks otomatis tersalin & gambar terunduh โ€” tinggal tempel & unggah.WhatsAppXThreadsFacebookLinkedInTikTokInstagramYouTube

Saksikan Video di Bawah Ini:

Video: Indonesia Harus Segera Merapat Ke Iran Jika Tidak Ingin Ketinggalan Kereta

Rekomendasi
Benarkah keluarga Nabi saw Ditawan? Benarkah keluarga Nabi saw Ditawan? Pura-Pura Tidak Mengenalnya Pura-Pura Tidak Mengenalnya Memberi Makan 100 Keluarga Memberi Makan 100 Keluarga SYARAH DOA KUMAIL (100) – MODAL TERAKHIR SEORANG HAMBA: HARAPAN DAN AIR MATA SYARAH DOA KUMAIL (100) – MODAL TERAKHIR SEORANG HAMBA: HARAPAN DAN AIR MATA SYARAH DOA KUMAIL (99) – JANGAN BIARKAN CINTA BERHENTI SEBAGAI KEINGINAN SYARAH DOA KUMAIL (99) – JANGAN BIARKAN CINTA BERHENTI SEBAGAI KEINGINAN
BERITA DARI BERBAGAI MEDIA
WA Follow Us