4 September 2026

Bismillahirrohmaanirrohiim…
Allahumma sholli ‘alaa Muhammad wa aali Muhammad

Rasa malu itu menjaga diri kita dari perbuatan maksiat. Oleh karena itu, kali ini Ustadzah Oki Setiana Dewi mengajak kita merenungkan, sudah baikkah kita menjaga rasa malu ini?
Jangan sampai malu ini hilang dan kita jadi secara terang-terangan menceritakan keburukan atau aib kita sendiri. Karena hilangnya rasa malu bisa menyebabkan hilangnya kebaikan.

Hakikat dan Definisi Rasa Malu

Rasa malu merupakan sebuah akhlak yang mendorong seseorang untuk meninggalkan perbuatan buruk, sehingga mampu menghalanginya dari perbuatan dosa dan maksiat.
Contoh nyata dari rasa malu adalah menjaga cara berpakaian dan bertutur kata.
Malu kepada Allah akan tercermin dalam perilaku kita sehari-hari, di mana rasa tersebut menjadi benteng yang mencegah kita dari kemaksiatan.

Rasulullah SAW bersabda, “Sesungguhnya di antara kalimat kenabian pertama yang tersisa di tengah-tengah manusia adalah: ‘Jika engkau tidak malu, berbuatlah sekehendakmu'”.
Kalimat ini sebenarnya merupakan sebuah ancaman yang berarti jika seseorang sudah kehilangan rasa malu, maka ia akan melakukan apa saja sesuka hatinya, namun ia harus siap menerima balasan yang setimpal, baik di dunia maupun di akhirat.
Hal ini sejalan dengan firman Allah dalam Surah Fussilat ayat 40 yang menegaskan bahwa Allah Maha Melihat apa yang dikerjakan hamba-Nya.

 

Malu sebagai Sensor dan Fitrah Manusia

Dosa pada dasarnya adalah perbuatan yang dilakukan secara sembunyi-sembunyi karena adanya perasaan was-was dan malu jika diketahui orang lain.
Rasa malu berfungsi sebagai sensor sekaligus penyeleksi untuk membedakan mana perbuatan baik yang harus dikerjakan dan mana yang buruk untuk ditinggalkan.

Meskipun malu adalah fitrah manusia, perasaan ini bisa terkikis jika seseorang terus-menerus melakukan maksiat.
Pelaku maksiat yang fitrahnya telah terkikis tidak lagi merasa risih saat orang lain mengetahui perilakunya, bahkan banyak di antara mereka yang berani menceritakan keburukannya secara terang-terangan karena hilangnya rasa malu.
Malu adalah sumber kehidupan hati; hilangnya rasa malu berarti hilangnya seluruh kebaikan dalam diri seseorang.

Malu dalam Pandangan Islam dan Keimanan

Islam menempatkan budaya malu sebagai bagian dari keimanan. Orang yang benar-benar beriman pasti memiliki rasa malu dalam menjalani hidupnya.
Rasulullah SAW menjelaskan bahwa iman memiliki lebih dari 60 atau 70 cabang, di mana yang tertinggi adalah kalimat “Laa ilaha illallah”, yang terendah adalah menyingkirkan gangguan dari jalan, dan rasa malu adalah salah satu cabang dari iman tersebut.
Bagi seorang muslimah, rasa malu akan menjaga agamanya, membentengi diri dari tindakan tercela, serta menjaga kehormatan dan keanggunannya.

Keutamaan Sifat Malu

Terdapat beberapa keutamaan bagi mereka yang memiliki sifat malu, di antaranya:

  1. Mendatangkan Kebaikan:
    Malu tidak mendatangkan sesuatu kecuali kebaikan semata.
  2. Dicintai Allah:
    Allah SWT Maha Menutupi dan mencintai rasa malu serta ketertutupan.
  3. Akhlak Para Malaikat:
    Malu merupakan akhlak yang dimiliki oleh para malaikat.
  4. Akhlak Identitas Islam:
    Setiap agama memiliki akhlak, dan akhlak Islam adalah malu.
  5. Pencegah Maksiat:
    Menjadi benteng utama yang mencegah pemiliknya terjerumus dalam dosa.
  6. Tak Terpisahkan dari Iman:
    Malu dan iman senantiasa bersama; jika salah satunya dicabut, maka yang lain pun akan hilang.

Teladan Rasa Malu dalam Al-Qur’an

Al-Qur’an mengabadikan kisah tentang rasa malu dalam Surah Al-Qashash ayat 25 mengenai putri Nabi Syuaib saat bertemu Nabi Musa.
Ia datang dengan cara berjalan yang penuh rasa malu, yang mencerminkan kesucian dan kehormatannya.
Gadis yang memiliki fitrah bersih tidak akan bersikap genit atau angkuh saat bertemu lawan jenis, melainkan menjaga jarak dan berbicara seperlunya dengan singkat, padat, dan jelas.

Sebagai penutup, rasa malu yang benar adalah yang menghalangi seseorang dari keburukan dan mendorongnya menuju akhlak mulia. Siapa pun yang memiliki rasa malu dalam setiap amalnya, niscaya kehormatannya akan selalu terjaga.

Hakikat dan Keutamaan Rasa Malu

Bersama Ustadzah Oki Setiana Dewi

Sambil diresapi resapi ilmunya, boleh dong di-subscribe, like, dan share ke orang-orang terdekat kamu. Insya Allah video ini akan memberikan manfaat bagi yang menontonnya.

#CahayauntukIndonesia
————————————————————————————————————————————————————————

Follow media sosial Cahaya untuk Indonesia di:
Twitter: https://twitter.com/cahayauntukindo​
Instagram: https://www.instagram.com/cahayauntukindonesia
Facebook: https://www.facebook.com/cahayauntukindo

Berita Timur Tengah

  • Memuat berita terbaru...

Buku Yang Perlu Anda Miliki

Imam Ali Khamenei: Jangan Ikuti Syiah Ekstrim

Video Thumbnail
WA Follow Us