19 October 2026

๐—ฃ๐—ฎ๐—ป๐˜๐—ฎ๐˜€๐—ธ๐—ฎ๐—ต ๐—ž๐—ต๐—ฎ๐—น๐—ถ๐—ฑ ๐—ฏ๐—ถ๐—ป ๐—ช๐—ฎ๐—น๐—ถ๐—ฑ ๐— ๐—ฒ๐—ป๐˜†๐—ฎ๐—ป๐—ฑ๐—ฎ๐—ป๐—ด ๐—š๐—ฒ๐—น๐—ฎ๐—ฟ “๐—ฆ๐—ฎ๐—ถ๐—ณ๐˜‚๐—น๐—น๐—ผ๐—ต”?

Beberapa anggota organisasi HTS yang sekarang berkuasa di Suriah berziarah ke makam Sahabat Khalid bin Al-Walid di kota Homs.

Di depan makam mereka menangis dan meratap sambil berkata,

โ€œYa Saifulloh… Kami adalah keturunan Bani Umayyah, pengikut Raja Islam yang agung Muawiyah bin Abi Sufyan, Kami adalah Bani Umayah yang akan melenyapkan semua kaum Syiah…dstโ€

****

Beberapa pertanyaan yang pasti tidak bisa dijawab oleh mereka yang mendewa-dewakan Khalid bin Walid.

Siapa yang memberi gelar Khalid bin Walid sebagai “Saifulloh” atau pedang Allah?

Atas dasar reputasi apa sehingga gelar itu disematkan kepada Khalid bin Walid?

Dalam perang apa Khalid bin Walid memberi andil besar kemenangan pasukan Islam?

Di masa Rasulullah saw masih hidup, Khalid bin Walid tidak ikut berperang di pihak Nabi Saw dalam perang Badar, Uhud, Khunain dan Khandaq. Sebaliknya Khalid bin Walid berperang di pihak musuh Rasulullah Saw.

Satu-satunya perang dimana Khalid bin Walid diangkat sebagai Panglima Perang adalah perang Mu’tah melawan Romawi.

Itupun bukan Rasulullah saw yang mengangkatnya melainkan hasil kesepakatan seluruh pasukan setelah 3 Panglima Perang sebelumnya, Zaid bin Kharisah, Abdullah bin Rawahah dan Ja’far bin Abi Thalib gugur sebagai Syuhada.

Dan setelah Khalid bin Walid memegang bendera Panglima Perang, apa yang dilakukan selanjutnya?

Khalid bukannya meneruskan peperangan hingga tetes darah terakhir dan tarikan nafas penghabisan seperti 3 Panglimaยฒ sebelumnya.

Khalid justru mundur, pulang dengan pasukan yang tersisa membawa aib kekalahan yang membuat hati Rasulullah saw begitu berduka.

Pada perang Yarmuk, peran Khalid bin Walid sangat tidak jelas, sebab jabatan Panglima Perang dipegang oleh Abu Ubaidah As Tsaqofi ayah Mokhtas As Tsaqofi.

Apalagi Khalifah Umar bin Khattab sangat membenci Khalid semenjak tragedi pembunuhan Malik bin Nuwairah yang dilakukan oleh Khalid bin Walid.

Pada perang Qodissiyah, Khalid tidak terlibat karena sudah mati. Posisi Panglima Perang Qodissiyah kembali dipegang oleh Abu Ubaidah As Tsaqofi. Beliau gugur di medan tempur kemudian digantikan oleh Sa’ad bin Abi Waqosh

Terus di perang yang mana, Khalid dengan kelebat pedang Allah itu berjaya meninggikan agama Allah?

Klaim gelar Saifulloh yang disematkan kepada Khalid bin Walid itu sangat mengada-ada karangan penguasa Bani Umayyah supaya gelar itu tidak disematkan kepada Sayyidina Ali bin Abi Thalib.

Catatan sejarah menceritakan hal sebaliknya, ketajaman pedang Khalid bin Walid justru digunakan untuk membunuh belasan orang yang sudah menyerah tak berdaya namun tetap dibunuh oleh Khalid pada peristiwa Fathu Makkah.

Apa yang dilakukan Khalid membuat Rasulullah Saw. marah dan mengadu kepada Allah, “Ya Allah, aku berlepas diri dari apa yang dilakukan Khalid.”

Di masa pemerintahan Abu Bakar, pedang Khalid kembali membuat masalah dengan membunuh seorang hamba Allah, sahabat Nabi yang setia dan pernah diramal oleh Nabi sebagai salah satu ahli Surga, yaitu Malik bin Nuwairah.

Silahkan baca, kisah pilu, keji dan brutal yang dilakukan oleh Khalid bin Walid membunuh Malik bin Nuwairah dan membantai seluruh kaum laki-lakinya kemudian mengawini kaum perempuan nya tanpa menunggu masa iddah

_____
sumber: FB FC

Berita Timur Tengah

  • Memuat berita terbaru...

Buku Yang Perlu Anda Miliki

Imam Ali Khamenei: Jangan Ikuti Syiah Ekstrim

Video Thumbnail
WA Follow Us