Bacalah Sesuatu Yang Tidak Bisa Dibaca | Ngaji Filsafat
Bismillahirrohmaanirrohiim…
Allahumma sholli ‘alaa Muhammad wa aali Muhammad
Memahami Hakikat Intuisi
Intuisi adalah jenis pengetahuan yang muncul di dalam pikiran seseorang secara tiba-tiba tanpa melalui proses berpikir yang disengaja atau akumulasi logika yang disadari.
Sebagai gambaran, bayangkan Anda pulang larut malam dan tiba-tiba merasa ada bahaya saat melihat kerumunan di lampu merah; informasi “bahaya” itu muncul begitu saja tanpa Anda rencanakan.
Orang sering menyebut fenomena ini sebagai firasat, yang merupakan salah satu bentuk pengetahuan intuitif.
Meskipun berhubungan dengan akal dan pancaindra, intuisi memiliki kualitas yang berbeda.
Contoh nyata adalah saat kita kehilangan dompet; meski sudah dicari menggunakan nalar dan ingatan logis namun tetap tidak ketemu, sering kali lokasi dompet tersebut justru muncul secara tiba-tiba di pikiran saat kita sedang melaksanakan salat atau dalam kondisi tenang.
Perbedaan Insting dan Intuisi
Menurut pemikiran Henri Bergson, intuisi mirip dengan insting, namun bersifat sadar.
Insting bersifat otomatis dan tidak disadariโseperti kecenderungan alami laki-laki menyukai perempuan yang juga dimiliki hewanโsedangkan intuisi adalah insting yang menjadi sadar.
Ketika intuisi muncul, kita menyadarinya dan dapat mengambil keputusan berdasarkan informasi tersebut, misalnya memutuskan untuk menepi karena merasa ada bahaya di depan.
Intuisi dalam Pandangan Modern dan Tradisional
Di dunia modern, cara memperoleh pengetahuan (epistemologi) melalui intuisi sering kali dipandang sebelah mata dan dianggap tidak ilmiah karena sains lebih mengedepankan aspek empiris dan rasional.
Di lingkungan akademis, alasan “perasaan tidak enak” atau firasat sering kali tidak diterima sebagai alasan yang sah.
Padahal, bagi orang zaman dulu, firasat sangatlah kuat, yang dalam tradisi Jawa dikenal dengan istilah Waskito, yaitu kemampuan membaca sesuatu yang tidak terbaca.
Penting bagi kita untuk menghidupkan kembali kepekaan ini karena mengandalkan rasio saja sering kali menyulitkan dalam memahami kehidupan secara hakiki. Jika akal berurusan dengan materi, maka intuisi berurusan dengan batin dan kehidupan yang lebih dalam.
Dua Sudut Pandang Mengenai Sumber Intuisi
Ada dua perspektif utama mengenai dari mana informasi intuitif ini berasal:
- Perspektif Agama:
Informasi intuitif dianggap datang langsung dari Allah Swt..
Dalam level yang tinggi, ini berbentuk wahyu bagi para Nabi atau ilham bagi para Wali, yang sering disebut sebagai ilmu Laduniโpengetahuan yang didapat tanpa proses belajar konvensional. - Perspektif Ilmiah (Henri Bergson):
Intuisi tidak dianggap sebagai sesuatu yang supranatural, melainkan hasil dari timbunan bawah sadar.
Sepanjang hidup, kita mengoleksi berbagai informasi dan pengetahuan yang tersimpan di bawah sadar.
Informasi ini akan muncul kembali pada momen dan waktu yang tepat, biasanya ketika kita menghadapi peristiwa yang memiliki kemiripan dengan memori masa lalu tersebut.
Pengaruh Bawah Sadar pada Selera dan Kecocokan
Timbunan bawah sadar ini bekerja secara terus-menerus dan memengaruhi pilihan-pilihan hidup kita.
Misalnya, seseorang mungkin merasa “cocok” dengan sebuah pengajian atau pemikiran tertentu karena secara intuitif hal itu sesuai dengan nilai-nilai yang sudah tertimbun lama di bawah sadarnya.
Hal yang sama berlaku pada selera, seperti musik. Seseorang mungkin merasa lebih nyaman mendengarkan dangdut daripada musik rock karena tanpa ia sadari, ada memori masa kecil di mana ia sering terpapar musik tersebut di lingkungannya.
Itulah mengapa intuisi sering kali terasa otomatis, seperti tiba-tiba ikut bergoyang saat mendengar musik tertentu tanpa direncanakan.
Meskipun di Barat alat pengetahuan ini sempat kurang laku, tradisi spiritual Timur tetap menjaganya sebagai bagian penting dari kehidupan manusia.

Ngaji Filsafat Bersama DR Fahrudin Faiz
Video source, Youtube Channel: Ruang Optimis
Saksikan Video di Bawah Ini:
Video: Bongkar Habis Sistem Pemerintahan Iran: Wajah Negara Iran: Islam, Syiah, dan Demokrasi.
Benarkah keluarga Nabi saw Ditawan?
Pura-Pura Tidak Mengenalnya
Memberi Makan 100 Keluarga
SYARAH DOA KUMAIL (100) – MODAL TERAKHIR SEORANG HAMBA: HARAPAN DAN AIR MATA
SYARAH DOA KUMAIL (99) – JANGAN BIARKAN CINTA BERHENTI SEBAGAI KEINGINAN







