Carilah Kesejatian Air | Ngaji Filsafat
Bismillahirrohmaanirrohiim…
Allahumma sholli ‘alaa Muhammad wa aali Muhammad
Kegelisahan di “Zaman Rusak” (Zaman Edan)
Di tengah kondisi zaman yang rusak (Kolotido atau Kolo bendu), orang-orang yang bijaksana akan merasa sangat gelisah dalam hidupnya.
Jika mereka ikut-ikutan meniru perilaku zaman yang rusak, hidup mereka akan menderita; namun jika tidak meniru pun, mereka tetap menderita karena dikucilkan atau bahkan dianggap hina.
Kegelisahan terhadap rusaknya zaman ini pernah dikeluhkan oleh Raden Ngabehi Ronggowarsito melalui karya seratnya.
Beliau mengalami sendiri masa ketika Pakubuwono mulai bekerja sama dengan pihak Belanda, yang berujung pada sengsaranya rakyat kecil.
Karena sikap kritisnya ini, Ronggowarsito bahkan sempat menjadi sosok yang diincar oleh pihak Belanda.
Kapan Zaman Edan Ini Akan Berakhir?
Ronggowarsito memberikan jawaban dan solusi spiritual tentang kapan kekacauan zaman ini akan selesai (Waluyoning Zaman).
Zaman ini diramalkan akan kembali sembuh dan cerah jika muncul sosok pemimpin spiritual sejati yang digambarkan sebagai:
“Wiku yang memuji mesti sawiji, bersabuk debu seperti orang gila, hilir mudik menunjuk sana-sini, menghitung banyak orang.”
Wiku (yang sering diterjemahkan sebagai biksu atau pendeta) secara harfiah merujuk pada sosok manusia yang batinnya sudah tidak lagi terikat oleh urusan duniawi.
Karakter seorang Wiku sejati ditandai dengan kesederhanaan mutlak: ia tidak peduli pada mode pakaian, merek busana, atau ajang pamer kemewahan.
Urusan makanan pun ia terima apa adanya tanpa menuntutโbahkan jika makanan pemberian orang tercampur baur antara rawon dan pecel, ia tetap menikmatinya karena hatinya sudah tidak lagi jatuh cinta pada kesenangan dunia.
Karakter Pemimpin Sejati: Satrio Pinandito
Kekacauan di zaman rusak ini hanya bisa disembuhkan jika ada sosok pemimpin berkarakter Satrio Pinanditoโyaitu seorang kesatria (pemimpin) yang berjiwa pendeta (wiku).
- Tidak Silau Dunia:
Pemimpin ini tidak mengincar kekayaan duniawi dan tidak mempan digoda oleh kemewahan materi. - Fokus pada Kesejatian (Mesti Sawiji):
Konsentrasi hidupnya hanya tertuju pada satu hal yang sejati, yaitu Allah SWT. Satu-satunya zat yang ia takuti dan ia jadikan sandaran hanyalah Tuhan, bukan kekuatan dunia lainnya. - Sangat Sederhana (Bersabuk Debu):
Penampilannya jauh dari kesan mewah. Ia tidak membutuhkan jas mewah, dasi, wewangian mahal, atau mobil dan pesawat mewah untuk terlihat berwibawa.
Karena kesederhanaannya ini, ia sering kali dianggap aneh atau dicap “seperti orang gila” oleh masyarakat yang masih mendewakan materi.
Keteguhan Menyuarakan Kebenaran yang Pahit
Salah satu ciri menonjol dari pemimpin spiritual ini adalah keberaniannya yang luar biasa dalam menegakkan kebenaran. Kalimat “hilir mudik menunjuk sana-sini” menggambarkan sosok yang tidak memiliki rasa takut kepada siapa pun selain Tuhan.
Jika ada hal yang benar, ia akan tegas mengatakannya benar; dan jika salah, ia akan berani mengatakannya salah. Karena kebenaran sering kali terasa menyakitkan dan memanaskan telinga orang-orang yang mendengarnya, sosok yang tegas ini kerap dicap gila oleh lingkungannya. Namun, Ronggowarsito menegaskan bahwa kehadiran pemimpin yang berani menyuarakan kebenaran pahit inilah yang akan membawa zaman kembali cerah.
Pesan Serat Sabdotomo: Mencari Air yang Sejati
Untuk melengkapi nasihat spiritual ini, bait dalam Serat Sabdotomo mengingatkan agar kita tidak mudah tertipu oleh keindahan palsu di dunia:
“Lengkungan kalungan yang abang biru sumurbo iku mung soroteng waris wewarahi para rasul judul jatining yang mana…”
Artinya, lengkungan pelangi yang berwarna-warni indah di langit (merah, biru, kuning) pada dasarnya hanyalah pantulan cahaya pada butiran air, bukanlah air sejati itu sendiri.
Di zaman yang penuh kepalsuan dan pencitraan ini, ada banyak sekali versi “kebenaran” yang ditawarkan kepada kita dengan berbagai warna dan kemasan yang menarik. Kita diingatkan untuk jangan gampang tertipu oleh tampilan luar, gaya hidup, mode, atau pencitraan belaka, karena semua itu hanyalah pantulan luar saja.
Tugas kita yang sebenarnya adalah mencari kesejatian airโmengejar hakikat kebenaran yang sesungguhnya. Sebab, segala hal yang palsu dan hanya kosmetik luar bukanlah kebenaran yang sejati; kebenaran yang hakiki hanya dapat ditemukan dalam wilayah kesejatian spiritual.

Ngaji Filsafat Bersama DR Fahrudin Faiz
Video source, Youtube Channel: Ruang Optimis
Saksikan Video di Bawah Ini:
Video: Bongkar Habis Sistem Pemerintahan Iran: Wajah Negara Iran: Islam, Syiah, dan Demokrasi.
Benarkah keluarga Nabi saw Ditawan?
Pura-Pura Tidak Mengenalnya
Memberi Makan 100 Keluarga
SYARAH DOA KUMAIL (100) – MODAL TERAKHIR SEORANG HAMBA: HARAPAN DAN AIR MATA
SYARAH DOA KUMAIL (99) – JANGAN BIARKAN CINTA BERHENTI SEBAGAI KEINGINAN







