Jangan Takut Menghabiskan Waktu Dengan Dirimu Sendiri | Ngaji Filsafat
Bismillahirrohmaanirrohiim…
Allahumma sholli ‘alaa Muhammad wa aali Muhammad
Modernisme dan Jebakan Hidup yang Mekanis
Akar dari munculnya berbagai absurditas dalam hidup sering kali berasal dari modernisme, sebuah kritik yang banyak muncul dalam karya sastra Eropa awal abad ke-20.
Budaya mekanisasi dan budaya massa telah membuat manusia terasing dari dirinya sendiri, atau yang sering disebut sebagai dehumanisasi.
Kita cenderung hidup seperti robot yang sudah diprogram; jika diprogram “A”, maka kita akan terus melakukan “A”, padahal hidup sebenarnya sangat dinamis dan terus berubah.
Mekanisasi ini membuat hidup menjadi monoton dan kaku.
Contoh sederhananya adalah rutinitas makan yang terjadwal ketat atau jam bangun tidur yang tidak luwes.
Kita sering terjebak dalam rutinitas yang mungkin sudah tidak relevan lagi hanya karena “biasanya memang begitu”.
Ketika kita mempertahankan idealisme yang sudah tidak nyambung dengan situasi nyata, di situlah hidup mulai terasa absurd.
Menemukan Kekuatan di Tengah Kekacauan (Filosofi Camus)
Untuk menghadapi absurditas ini, Dr. Fahrudin Faiz mengutip pesan mendalam dari Albert Camus tentang ketangguhan diri.
Camus menuliskan bahwa:
- Di tengah kebencian, ia menemukan cinta yang tak terkalahkan.
- Di tengah air mata, ia menemukan senyum yang tak terkalahkan.
- Di tengah kekacauan, ia menemukan ketenangan yang tak terkalahkan.
- Di tengah musim gugur yang dingin, ia menemukan “musim panas” yang abadi dalam dirinya.
Pesan ini mengajarkan bahwa betapapun kerasnya dunia menekan, sebagai manusia sejati, kita memiliki sesuatu yang lebih kuat di dalam diri untuk menekan balik.
Hidup adalah perjuangan saling menekan antara diri kita dan dunia; maka jangan biarkan diri tenggelam dalam absurditas, melainkan eksislah sebagai diri sendiri.
Pentingnya Menghargai Diri Sendiri dan “Me Time”
Salah satu cara untuk bangkit dari kesedihan atau melankolia adalah dengan keluar dari “kamar” atau zona sumpekmu.
Jangan terus mengurung diri. Cobalah untuk berjalan-jalan dan bayangkan momen-momen spektakuler yang menyambutmu, meskipun itu hanya dalam imajinasi.
Hal yang sangat penting adalah jangan takut menghabiskan waktu dengan dirimu sendiri.
Berikan waktu secara eksklusif untuk dirimu, atau yang sekarang sering disebut sebagai “Me Time”.
Menikmati privasi dan kesendirian bukan berarti menjadi antisosial atau menolak dunia, melainkan sebuah kebutuhan untuk bernapas dan menjadi diri sendiri di tengah tekanan hidupโseperti tugas kuliah, masalah finansial, atau tuntutan orang tua.
Ingatlah bahwa amanat pertama dari Allah adalah menjaga tubuh, jiwa, dan ragamu sendiri.
Jangan biarkan dirimu terus-menerus menderita karena tekanan dunia yang absurd.
Carilah makna, namun jika belum menemukannya, setidaknya nikmatilah hidupmu dan beri kesegaran bagi jiwamu.
Camus, yang sejak kecil hidup dalam kesulitan, memahami betul bahwa inilah cara agar manusia tidak menyerah dalam menghadapi tantangan hidup.

Ngaji Filsafat Bersama DR Fahrudin Faiz
Video source, Youtube Channel: Ruang Optimis
Saksikan Video di Bawah Ini:
Video: Hak Asasi Setiap Orang
Benarkah keluarga Nabi saw Ditawan?
Pura-Pura Tidak Mengenalnya
Memberi Makan 100 Keluarga
SYARAH DOA KUMAIL (100) – MODAL TERAKHIR SEORANG HAMBA: HARAPAN DAN AIR MATA
SYARAH DOA KUMAIL (99) – JANGAN BIARKAN CINTA BERHENTI SEBAGAI KEINGINAN







