Sabtu, 31 Oktober 2026
Channel Lingkar Filsafat

Matikan Hatimu Sebentar | Ngaji Filsafat

Matikan Hatimu Sebentar | Ngaji Filsafat
Ilustrasi Matikan Hatimu Sebentar | Ngaji Filsafat
Ukuran teks:

Bismillahirrohmaanirrohiim…
Allahumma sholli ‘alaa Muhammad wa aali Muhammad

1. Hakikat Manusia dan Tertawa

Menurut Henri Bergson dalam bukunya yang berjudul Laughter, manusia pada dasarnya adalah makhluk yang lucu.
Manusia adalah satu-satunya hewan yang benar-benar bisa tertawa, sekaligus satu-satunya hewan yang dapat menjadi objek tertawaan atau menjadi lucu.

Bergson menjelaskan bahwa tertawa sebenarnya bukanlah produk emosi, melainkan hasil dari intelek atau pikiran.
Untuk dapat tertawa, terkadang kita harus berada dalam kondisi insensible atau tidak menggunakan perasaan (tidak “baper”).
Jika kita terlalu membawa perasaan saat menghadapi sebuah lelucon, kita tidak akan bisa tertawa dan justru malah tersinggung.
Oleh karena itu, cara menemukan kelucuan adalah dengan menggunakan akal, bukan hati.

2. Tiga Teori Dasar Tertawa

Dr. Fahrudin Faiz merangkum tiga teori utama mengenai tertawa menurut pandangan Bergson:

  • Manusia adalah Komedi:
    Secara mendasar, eksistensi manusia itu mengandung unsur komik atau lucu.
  • Anestesi Sesaat (Momentary Anesthesia):
    Tertawa membutuhkan kondisi di mana kita “mematikan hati sebentar” agar pikiran bisa menangkap kelucuan tanpa terhambat oleh emosi.
  • Sifat Kelompok:
    Tertawa selalu bersifat kolektif atau kelompok.
    Sesuatu baru bisa dianggap lucu jika dirasakan bersama; jika hanya lucu bagi diri sendiri, itu biasanya tidak dianggap sebagai tawa yang sebenarnya.

3. Mengapa Sesuatu Terasa Lucu? (Vitalisme vs Mekanisme)

Kelucuan terjadi ketika vitalisme (kehidupan yang kreatif dan dinamis) digantikan oleh mekanisme (sesuatu yang kaku dan seperti mesin).
Hidup seharusnya bersifat intuitif dan fleksibel, namun ketika manusia mulai berperilaku kaku dan mekanis, di situlah letak kelucuannya.

Inilah peran penting para pelawak; mereka berfungsi untuk mengingatkan orang agar tidak hidup seperti mesin.
Dengan membuat kita tertawa, mereka membantu kita menjadi lebih rileks, fleksibel, dan membiarkan energi kreatif kita keluar kembali.

4. Prinsip Eksistensi: Teruslah Menciptakan Diri

Bergson memberikan pesan mendalam mengenai cara menjalani hidup: “Eksis berarti berubah, berubah berarti menjadi matang, dan menjadi matang adalah proses menciptakan diri sendiri tanpa henti”.

  • Jangan Berhenti:
    Jika Anda merasa sudah “selesai” atau puas dengan kondisi saat ini, itu sama saja dengan menghentikan eksistensi Anda sendiri.
  • Pembaruan Diri:
    Setiap kali terbangun dari tidur, bayangkanlah ada sosok baru yang lahir.
    Kunci untuk benar-benar eksis sebagai individu adalah dengan terus memperbarui diri agar tidak sekadar tenggelam dalam kerumunan massa.

5. Berpikir Berani, Bertindak Hati-hati

Nasihat terakhir dari Bergson dalam video ini adalah mengenai keseimbangan antara pikiran dan tindakan: “Berpikirlah seperti orang yang berani bertindak (man of action), dan bertindaklah seperti orang yang cerdas berpikir (man of thought)”.

  • Dalam Berpikir:
    Jangan takut. Gunakan kebebasan berpikir Anda sedalam mungkin, cari referensi sebanyak-banyaknya, dan berdiskusilah secara kritis tanpa rasa takut.
  • Dalam Bertindak:
    Begitu pikiran tersebut hendak diwujudkan dalam bentuk kata-kata, tulisan, atau perbuatan, maka bersikaplah hati-hati dan penuh pertimbangan seperti seorang filosof.
    Jangan sampai terbalik; jangan menjadi penakut saat berpikir, dan jangan menjadi ceroboh saat bertindak.

Filosofi Tawa Henri Bergson

Ngaji Filsafat Bersama DR Fahrudin Faiz

 

Video source, Youtube Channel: Ruang Optimis

BAGIKANTombol TikTok / Instagram / YouTube: teks otomatis tersalin & gambar terunduh โ€” tinggal tempel & unggah.WhatsAppXThreadsFacebookLinkedInTikTokInstagramYouTube

Saksikan Video di Bawah Ini:

Video: Faisal Assegaf: "Pro Palestina aja gak cukup, tapi harus juga Anti Zi0n!s, seperti Iran".

Rekomendasi
Benarkah keluarga Nabi saw Ditawan? Benarkah keluarga Nabi saw Ditawan? Pura-Pura Tidak Mengenalnya Pura-Pura Tidak Mengenalnya Memberi Makan 100 Keluarga Memberi Makan 100 Keluarga SYARAH DOA KUMAIL (100) – MODAL TERAKHIR SEORANG HAMBA: HARAPAN DAN AIR MATA SYARAH DOA KUMAIL (100) – MODAL TERAKHIR SEORANG HAMBA: HARAPAN DAN AIR MATA SYARAH DOA KUMAIL (99) – JANGAN BIARKAN CINTA BERHENTI SEBAGAI KEINGINAN SYARAH DOA KUMAIL (99) – JANGAN BIARKAN CINTA BERHENTI SEBAGAI KEINGINAN
BERITA DARI BERBAGAI MEDIA
WA Follow Us