Bukalah Pintumu, Maka Dirimu Akan Berkembang | Ngaji Filsafat
Bismillahirrohmaanirrohiim…
Allahumma sholli ‘alaa Muhammad wa aali Muhammad
Opini vs Fakta dan Perspektif vs Kebenaran
Penting bagi kita untuk menyadari bahwa di era serbuan informasi saat ini, segala sesuatu yang kita dengar sebenarnya adalah opini, bukan fakta.
Apapun berita yang sampai kepada Anda merupakan sudut pandang dari orang yang menceritakannya.
Begitu pula dengan apa yang kita lihat; itu adalah perspektif, bukan kebenaran mutlak.
Sebagai contoh, ketika ada aksi demonstrasi besar, orang yang pro dan yang anti akan melihat gambar yang sama namun menghasilkan kesimpulan yang berbeda.
Hal ini membuktikan bahwa apa yang kita anggap sebagai “kebenaran” sering kali hanyalah kebenaran menurut sudut pandang pribadi kita sendiri.
Esensi Filsafat: Kemandirian dalam Kebahagiaan
Menurut Epictetus, inti dari belajar filsafat adalah agar kebahagiaan kita tidak lagi bergantung pada hal-hal di luar diri kita.
Belajar filsafat seharusnya membuat seseorang merasa bahagia dengan kondisi dan situasinya saat ini, tanpa harus menuntut perubahan pada hal-hal yang di luar jangkauan.
Semakin dalam ilmu filsafat seseorang, seharusnya ia menjadi semakin bahagia dan mandiri.
Jika Anda sudah merasa puas dengan kondisi saat ini tanpa menuntut apa-apa dari luar, itu tandanya wawasan Anda sudah luas dan Anda memahami apa yang esensial dalam hidup.
Menyikapi Kritik dan Omongan Buruk
Jika Anda mendengar orang lain berbicara buruk tentang Anda, janganlah mati-matian membela diri. Sebaliknya, berpikirlah bahwa orang tersebut sebenarnya tidak mengenal Anda dengan cukup baik.
Sebab, jika dia benar-benar mengenal Anda, dia pasti bisa menyebutkan jauh lebih banyak kekurangan dan kesalahan lain yang selama ini Anda sembunyikan.
Dengan pola pikir seperti ini, Anda tidak akan mudah tersinggung atau merasa perlu membalas dendam.
Anda justru akan merasa kasihan karena orang tersebut hanya mengetahui sebagian kecil dari kekurangan Anda.
Hal ini akan menghindarkan Anda dari pertikaian yang tidak perlu.
Hambatan dalam Belajar: Merasa Sudah Tahu
Salah satu rumus penting dalam hidup adalah jangan membuang energi untuk berdebat dengan orang yang sudah merasa yakin bahwa dirinya benar.
Epictetus menegaskan bahwa tidak mungkin seseorang bisa mempelajari sesuatu jika ia merasa sudah tahu.
Jika seseorang sudah merasa penuh dengan kebenarannya sendiri, maka informasi baru tidak akan bisa masuk.
Oleh karena itu, jika Anda menghadapi orang yang tidak sedang mencari petunjuk atau diskusi dua arah, lebih baik biarkan saja daripada menghabiskan energi Anda.
Pentingnya Membuka Diri untuk Berkembang
Prinsip “merasa sudah tahu” ini juga berlaku bagi diri sendiri. Jika Anda merasa sudah paling benar, Anda tidak akan bisa berkembang lagi.
Agar terus bertumbuh, Anda harus “membuka pintu” dan berani mempertanyakan keyakinan sendiri.
Pertimbangkanlah kemungkinan bahwa orang lain memiliki informasi atau data baru yang lebih benar.
Tanpa keterbukaan ini, pikiran akan menjadi keras dan kaku, yang pada akhirnya akan merugikan diri sendiri.
Fokus pada Apa yang Bisa Dikendalikan
Gunakanlah kekuatan Anda sebaik mungkin untuk hal-hal yang berada di bawah kendali Anda (dalam kekuasaan Anda), dan terimalah apa pun yang terjadi setelahnya.
Lakukanlah yang terbaik dalam setiap pekerjaan tanpa terlalu mencemaskan hasilnya. Jika Anda sudah melakukan yang terbaik, maka hasil terbaik pun akan mengikuti dengan sendirinya.

Ngaji Filsafat Bersama DR Fahrudin Faiz
Video source, Youtube Channel: Ruang Optimis
Saksikan Video di Bawah Ini:
Video: Indonesia Harus Segera Merapat Ke Iran Jika Tidak Ingin Ketinggalan Kereta
Benarkah keluarga Nabi saw Ditawan?
Pura-Pura Tidak Mengenalnya
Memberi Makan 100 Keluarga
SYARAH DOA KUMAIL (100) – MODAL TERAKHIR SEORANG HAMBA: HARAPAN DAN AIR MATA
SYARAH DOA KUMAIL (99) – JANGAN BIARKAN CINTA BERHENTI SEBAGAI KEINGINAN







