Miliki Ini Maka Tidak Ada Yang Bisa Mengalahkan Dirimu | Ngaji Filsafat
Bismillahirrohmaanirrohiim…
Allahumma sholli ‘alaa Muhammad wa aali Muhammad
Harapan sebagai Fitrah Manusia
Harapan adalah dorongan fitrah dan anugerah dari Allah yang hanya dianugerahkan kepada manusia.
Berbeda dengan makhluk lain seperti binatang atau tumbuhan, manusia secara kodrati memiliki cita-cita dan harapan dalam hidupnya.
Selain sebagai fitrah, harapan juga lahir dari berbagai jenjang kebutuhan manusiaโmulai dari kebutuhan untuk bertahan hidup (survive), rasa aman, keinginan untuk mencintai dan dicintai, hingga kebutuhan akan status dan aktualisasi diri.
Secara sistemik, manusia dirancang agar kompatibel dengan “program harapan,” bukan keputusasaan.
Jika seseorang menginstal keputusasaan dalam hidupnya, maka hidupnya akan mengalami kekacauan atau crash karena menyalahi fitrahnya sendiri. Itulah sebabnya sikap berputus asa sangat dibenci oleh Allah.
Pengaruh Lingkungan terhadap Harapan
Penting bagi kita untuk menyadari bahwa harapan-harapan yang kita miliki sering kali bukan murni hasil pemikiran atau pilihan bebas kita sendiri.
Lingkungan sekitarโseperti orang tua, guru, teman, hingga tetanggaโikut memprogram dan menentukan ekspektasi hidup kita.
Ketidaksadaran akan adanya pengaruh luar ini sering kali menjadi akar dari patah hati, stres, depresi, hingga konflik.
Oleh karena itu, setiap orang harus sadar bahwa tidak ada kebebasan mutlak bagi manusia karena masyarakat pasti memengaruhi orientasi harapannya,.
Kekuatan Harapan dalam Menghadapi Kesulitan
Harapan memiliki peran krusial karena ia menegaskan arah hidup dan meningkatkan kemampuan kita dalam menghadapi berbagai kesulitan.
Mengutip biksu Thich Nhat Hanh, harapan sangat penting karena ia membuat momen sulit di masa kini menjadi lebih mudah untuk ditanggung.
Jika kita memiliki keyakinan bahwa esok hari akan lebih baik, maka seberat apa pun beban hidup hari ini akan terasa lebih ringan.
Selama seseorang masih memiliki harapan, hidupnya akan tetap terasa “enak” dan ia tidak akan terjatuh.
Kiamat yang sebenarnya bagi seseorang adalah ketika ia sudah kehilangan harapan dalam hidupnya.
Harapan adalah solusi praktis untuk menanggung kesulitan saat ini; misalnya, meskipun sekarang sedang kekurangan materi atau masih dalam kesendirian, bayangan akan masa depan yang lebih baik membuat seseorang lebih tenang dalam menjalani prosesnya.
Menjadi Tak Terkalahkan dengan Harapan
Tidak ada satu pun hal yang benar-benar bisa mengalahkan dirimu selama kamu masih memiliki harapan,.
Kegagalan dalam pendidikan, hambatan karier karena kurangnya keterampilan, atau tidak adanya ijazah bukanlah akhir dari segalanya selama kamu masih memiliki jangkauan pandangan ke depan dan impian.
Harapan membuat seseorang selalu melihat peluang dan aspek lain dalam hidup yang masih bisa diperjuangkan.
Warisan Para Pemimpin Spiritual
Sejarah mencatat bahwa semua tokoh dan pemimpin spiritual besar adalah pribadi-pribadi yang penuh dengan harapan.
Tokoh-tokoh seperti Nabi Ibrahim, Nabi Musa, Ruth, Rumi, Dorothy Day, hingga Yesus adalah figur yang tidak pernah berputus asa,.
Mereka meyakini janji-janji masa depan, dan keyakinan itulah yang membimbing mereka untuk terus melangkah menuju masa depan tersebut.
Maka dari itu, sangat penting bagi kita untuk selalu menghidupkan masa depan melalui harapan.

Ngaji Filsafat Bersama DR Fahrudin Faiz
Video source, Youtube Channel: Ruang Optimis
Saksikan Video di Bawah Ini:
Video: Bongkar Habis Sistem Pemerintahan Iran: Wajah Negara Iran: Islam, Syiah, dan Demokrasi.
Benarkah keluarga Nabi saw Ditawan?
Pura-Pura Tidak Mengenalnya
Memberi Makan 100 Keluarga
SYARAH DOA KUMAIL (100) – MODAL TERAKHIR SEORANG HAMBA: HARAPAN DAN AIR MATA
SYARAH DOA KUMAIL (99) – JANGAN BIARKAN CINTA BERHENTI SEBAGAI KEINGINAN







