Dalam Diri Manusia Terdapat Alam Semesta | Ngaji Filsafat Dr.Fahrudin Faiz
Bismillahirrohmaanirrohiim…
Allahumma sholli ‘alaa Muhammad wa aali Muhammad
Manusia sebagai Mikrokosmos: Mengenal Diri untuk Mengenal Ilahi
Menurut Jalaluddin Rumi, manusia adalah sebuah jagad kecil, atau dalam istilah filsafat disebut sebagai mikrokosmos.
Sementara itu, alam semesta yang luas ini disebut sebagai makrokosmos atau alam kabir.
Di dalam diri setiap manusia, sebenarnya terkandung seluruh unsur yang ada di alam semesta, mulai dari mineral, udara, hingga tanah, namun dalam bentuk yang mini.
Oleh karena itu, Al-Qur’an memerintahkan kita untuk melihat sekeliling dan juga melihat ke dalam diri sendiri.
Langkah pertama dalam perjalanan spiritual adalah memahami dan mengenali diri sendiri. Dengan memahami diri kita (mikrokosmos), kita akan memahami alam semesta (makrokosmos).
Dan ketika kita sudah memahami alam semesta, kita akan sampai pada pemahaman tentang Allah, karena seluruh alam raya ini merupakan manifestasi dari sifat-sifat Tuhan.
Inilah dasar dari ungkapan: “Man arofa nafsahu faqod arofa robbahu”โbarangsiapa mengenal dirinya, maka ia akan mengenal Tuhannya.
Manifestasi sifat-sifat Tuhan, seperti Maha Penyayang, Maha Adil, dan Maha Teliti, dapat kita saksikan di alam semesta maupun di dalam diri kita sendiri. Sebagai contoh, betapa telitinya Allah mengatur jarak matahari; jika matahari lebih dekat sepuluh sentimeter saja, bumi akan terbakar, dan jika lebih jauh sepuluh sentimeter, bumi akan membeku.
Ketelitian yang sama juga terjadi pada tubuh manusia.
Mengapa rambut di kepala bisa tumbuh terus, sementara bagian tubuh lainnya tidak? Semua itu adalah tanda-tanda ketelitian Allah yang bisa kita baca untuk memahami-Nya.
Karena pada hakikatnya manusia dan alam berada pada level yang sama, kita tidak boleh mengeksploitasi atau merusak alam.
Alam semesta adalah bagian dari diri kita, dan kita adalah satu kesatuan dengannya.
Kita dan alam semesta sejatinya adalah satu; kita hanyalah alam semesta dalam bentuk mini.

Ngaji Filsafat Bersama Dr.Fahrudin Faiz, SAg, MAg
Video source, Youtube Channel: Ruang Optimis
Saksikan Video di Bawah Ini:
Video: Faisal Assegaf: "Pro Palestina aja gak cukup, tapi harus juga Anti Zi0n!s, seperti Iran".
Benarkah keluarga Nabi saw Ditawan?
Pura-Pura Tidak Mengenalnya
Memberi Makan 100 Keluarga
SYARAH DOA KUMAIL (100) – MODAL TERAKHIR SEORANG HAMBA: HARAPAN DAN AIR MATA
SYARAH DOA KUMAIL (99) – JANGAN BIARKAN CINTA BERHENTI SEBAGAI KEINGINAN







