4 September 2026

Setiap dari kita tentu ingin ending yang bahagia, masuk ke surga Allah SWT. Untuk itu jaga selalu ucapan dan perbuatan kita, jangan sampai menyakiti hati orang lain, di mana akibatnya bisa membuat kita bangkrut di hari perhitungan nanti.

Mereka yang Bangkrut di Hari Perhitungan

Tentu kita semua ingin menjadi orang yang beruntung dan sukses dalam menjalani kehidupan ini.
Dalam urusan bisnis atau perdagangan, kita menginginkan keuntungan dan tidak mau merugi; begitu pula dalam karir, kita ingin terus meningkat.
Untuk menjadi pribadi yang beruntung dalam hidup, Allah SWT telah memberikan panduan dalam Al-Qur’an melalui Surah Al-Ashr.

Berdasarkan surat tersebut, setidaknya ada empat hal yang harus kita hadirkan agar tidak tergolong sebagai orang yang merugi:

  1. Menjadi Orang Beriman:
    Iman adalah keyakinan kepada Allah yang melandasi setiap aspek kehidupan kita, yaitu hidup karena Allah, di jalan Allah, dan untuk Allah (from Allah, with Allah, to Allah).
    Keimanan ini akan membuat kita tidak sombong saat meraih kesuksesan dan tidak berputus asa saat menghadapi kegagalan karena orientasi utama kita adalah keridaan Allah.
  2. Beramal Saleh:
    Kita harus menyibukkan diri dengan amal saleh, yaitu amal yang dilakukan dengan ikhlas di jalan Allah.
    Orang yang beramal saleh akan terlihat dari pribadinya yang menjaga lisan, berpikiran baik (husnuzan), tidak sinis, tidak pesimis, dan tidak suka menghakimi orang lain.
  3. Saling Menasihati dalam Kebenaran (Watawa saubil Haq):
    Menjadikan dakwah dan penyampaian kebaikan sebagai kesibukan utama dalam hidup.
  4. Saling Menasihati dalam Kesabaran (Watawa saubil shabr):
    Menyadari bahwa ujian dan cobaan adalah seni dari kehidupan yang harus dijalani dengan penuh kesabaran.

Peringatan Tentang Golongan yang Bangkrut (Muflis)

Meskipun kita rajin beribadah, kita harus waspada terhadap golongan orang yang disebut sebagai golongan muflis atau orang yang bangkrut.
Orang yang bangkrut adalah mereka yang pada hari kiamat membawa banyak pahala kebaikan, seperti pahala shalat, puasa, dan membaca Al-Qur’an.
Namun, di sisi lain, ada orang-orang yang melaporkan kezaliman yang pernah dilakukan orang tersebut kepada mereka.

Akibatnya, pahala kebaikan orang tersebut akan dipindahkan kepada orang-orang yang pernah ia zalimi.
Jika pahalanya sudah habis sementara tuntutan kezalimannya belum selesai, maka dosa dan kesalahan orang yang dizalimi tersebut akan ditanggungkan kepadanya.
Inilah hakikat kebangkrutan yang sesungguhnya.

Pesan Penutup

Oleh karena itu, sangat penting bagi kita untuk memperbaiki hubungan dengan Allah (habluminallah) melalui ibadah yang sempurna, sekaligus menjaga hubungan baik dengan sesama manusia (habluminannas).
Jangan pernah berhenti berbuat baik meskipun kebaikan kita mungkin tidak dihargai oleh manusia.
Ingatlah bahwa setiap kebaikan, sekecil biji zarah pun, pasti akan mendapatkan balasan dari Allah.

Belajarlah dari matahari yang tetap menampilkan keindahan setiap pagi meskipun banyak orang yang melewatkannya karena masih tertidur.
Teruslah menebar kebaikan dan jangan hancurkan pahala kebaikan tersebut dengan menyakiti atau menzalimi orang lain.
Marilah kita belajar meminta maaf jika menyakiti dan belajar memaafkan jika disakiti, karena hidup ini adalah tentang siapa yang mau menghadirkan kebaikan bagi sesama.

Siapa yang Bangkrut di Akhirat

Bersama Ustadz Hilman Fauzi

Sambil diresapi resapi ilmunya, boleh dong di-subscribe, like, dan share ke orang-orang terdekat kamu. Insya Allah video ini akan memberikan manfaat bagi yang menontonnya.

#CahayauntukIndonesia #ustadzhilmanfauzi
————————————————————————————————————————————————————————

Follow media sosial Cahaya untuk Indonesia di:
Twitter: https://twitter.com/cahayauntukindo​
Instagram: https://www.instagram.com/cahayauntukindonesia
Facebook: https://www.facebook.com/cahayauntukindo

Berita Timur Tengah

  • Memuat berita terbaru...

Buku Yang Perlu Anda Miliki

Imam Ali Khamenei: Jangan Ikuti Syiah Ekstrim

Video Thumbnail
WA Follow Us