Kenapa Surga Itu Mahal?
Oleh Ustadzah Oki Setiana Dewi
Kehidupan Dunia yang Melelahkan
Semua orang pasti sepakat bahwa kita ingin hidup yang bermanfaat, kembali kepada Allah dalam keadaan
Husnul Khotimah, dan masuk ke dalam surga-Nya.
Namun, seringkali muncul pertanyaan: mengapa rasanya begitu berat dan melelahkan untuk mencapai surga?
Mengapa ujian datang silih berganti hingga terkadang kita merasa tidak sanggup?.
Sejatinya, kita akan terus merasa lelah dan terus diuji oleh Allah SWT selama kita masih hidup di dunia.
Rasa lelah ini baru akan benar-benar berakhir ketika kita telah menginjakkan kaki di surga.
Setiap orang memiliki ujiannya masing-masing, baik itu berupa sakit, penantian jodoh, keturunan, masalah finansial, maupun konflik dalam keluarga.
Karakter Seorang Mukmin yang Tangguh
Dunia ini memang tempat yang melelahkan, tetapi seorang mukmin adalah pejuang yang siap lelah demi melakukan kebaikan dan siap berkorban demi meraih keridhaan Allah SWT.
Rasulullah SAW memberikan pesan semangat bahwa mukmin yang kuat lebih baik dan lebih dicintai Allah daripada mukmin yang lemah, meski pada keduanya tetap ada kebaikan.
Beliau berpesan agar kita bersemangat melakukan hal-hal yang bermanfaat, selalu memohon pertolongan kepada Allah, dan tidak menjadi lemah.
Jika ditimpa sesuatu, jangan pernah berandai-andai (“Seandainya aku begini…”), karena kata “seandainya” dapat membuka celah bagi perbuatan setan.
Sebaliknya, terimalah dengan lapang dada dan katakanlah bahwa itu adalah takdir dan kehendak Allah.
Lelah yang Berbuah Cinta Allah
Untuk menyempurnakan iman, kita harus siap berjuang dan siap lelah demi meraih cinta Allah.
Ironisnya, ada orang-orang yang justru berani bersusah payah melakukan maksiat atau mengejar dunia tanpa melibatkan Allah di dalamnya, padahal perbuatan itu justru mendekatkan mereka ke neraka.
Mengapa kita tidak berani merasa lelah untuk mencari surga-Nya?.
Ketahuilah bahwa Allah SWT sangat senang melihat hamba-Nya yang lelah karena melakukan amal saleh dan ibadah.
Allah membanggakan orang-orang yang berjuang di jalan-Nya, seperti halnya Allah membanggakan penduduk Arafah yang datang dalam keadaan lusuh dan berdebu kepada para malaikat-Nya.
Surga tidak bisa diraih hanya dengan angan-angan atau sifat malas, melainkan melalui perjuangan dan pengorbanan yang menguras raga, pikiran, dan jiwa.
Janji Allah bagi Mereka yang Sabar
Allah SWT telah mengingatkan dalam Surah Al-Ankabut ayat 2-3 bahwa manusia tidak akan dibiarkan hanya dengan mengatakan “kami telah beriman” tanpa diuji.
Ujian tersebut bertujuan untuk membuktikan siapa yang benar-benar beriman dan siapa yang dusta.
Banyak ayat Al-Qur’an menceritakan kesabaran orang-orang saleh dalam menahan lelah demi surga.
Dalam Surah Al-Furqan ayat 75 disebutkan bahwa mereka akan diberikan balasan tempat yang tinggi di surga atas kesabaran mereka, dan di sana mereka akan disambut dengan penghormatan serta salam.
Kesimpulan
Surga itu mahal karena ia memerlukan air mata, pengorbanan, dan perjuangan yang luar biasa.
Itulah sebabnya surga hanya diberikan kepada orang-orang pilihan yang sabar dan istiqomah dalam amal saleh.
Kelak di surga yang abadi, tidak akan ada lagi rasa sakit, air mata, kesusahan, maupun kepedihan.
Di sanalah tempat istirahat yang sesungguhnya.

Video source: CAHAYA UNTUK INDONESIA
#CahayauntukIndonesia
————————————————————————————————————————————————————————
Follow media sosial Cahaya untuk Indonesia di:
Twitter: https://twitter.com/cahayauntukindo
Instagram: https://www.instagram.com/cahayauntukindonesia
Facebook: https://www.facebook.com/cahayauntukindo