20 October 2026

1. Pembukaan dan Rujukan Kitab

Rujukan utama materi, yaitu kitab Siyar A’lam An-Nubala’ karya Imam Az-Zahabi (salah satu ulama Ahlussunnah). Rujukan ini diambil dari Jilid ke-3, cetakan Darul Hadits Al-Qahirah (tahun 2006).


2. Keutamaan Sayyidah Khadijah (Halaman 408)

Pada halaman 408, Imam Az-Zahabi menjelaskan biografi Sayyidah Khadijah ‘Alaihas-salam:

  • Pemimpin Wanita Alam Semesta:
    Az-Zahabi menyatakan:«Khadijatu Ummul Mukminin wa Sayyidatunnisa’il ‘alamina fi zamaniha»
    “Khadijah adalah Ummul Mukminin (Ibu para mukmin) dan pemimpin wanita alam semesta di zamannya.”
  • Sosok Pertama yang Beriman:
    Beliau menyebutkan:«Ummul auladi Rasulillahi Shallallahu ‘Alaihi Wa Aalihi, wa awwalu man amana bihi wa shaddaqahu qabla kulli ahad»
    “Beliau adalah ibu dari putra-putra Rasulullah SAW, serta sosok pertama yang beriman dan membenarkan ajaran beliau sebelum seorang pun beriman.”
  • Sifat-Sifat Mulia Sayyidah Khadijah:«Wa manaqibuha jammah, wa hiya min kamalatin-nisa’, kanat ‘aqilatan jalilatan dinatan masunatan karimatan min ahlil jannah» “Keutamaan (manaqib) Khadijah sangatlah banyak. Beliau merupakan salah satu wanita yang sempurna, sosok yang berakal, mulia, berpegang teguh pada agama, menjaga kehormatan, dermawan, dan dijamin masuk surga.”
  • Cinta dan Penghormatan Rasulullah SAW:«Wa kanan-Nabiyyu Shallallahu ‘Alaihi Wa Aalihi yutsni ‘alaiha wa yufaddhiluha ‘ala sa’iri ummahatil mukminin, wa yubalighu fi ta’dzimiha»
    “Sesungguhnya Nabi SAW selalu memujinya, mengutamakannya di atas istri-istri beliau yang lain, dan sangat memuliakannya.”
  • Kecemburuan Sayyidah Aisyah:«Hatta inna ‘Aisyah qalat: Ma ghiratu ‘ala imra’atin ma ghiratu ‘ala Khadijah, min katsrati dzikrin-Nabiyyi Shallallahu ‘Alaihi Wa Aalihi laha»
    “Sampai-sampai Aisyah pernah berkata: Aku tidak pernah cemburu kepada seorang wanita pun melebihi kecemburuanku kepada Khadijah, karena Nabi SAW begitu sering menyebutnya.”

3. Riwayat Kecemburuan Aisyah dan Kemurkaan Rasulullah (Halaman 410)

Pada halaman 410, terdapat riwayat dari Abdullah Al-Bahiy dari Sayyidah Aisyah:

  • Sayyidah Aisyah menceritakan bahwa apabila Rasulullah SAW mengingat Sayyidah Khadijah, beliau tidak pernah bosan memuji dan memohonkan ampunan untuknya.
  • Suatu hari, ketika Rasulullah SAW kembali menyebut Sayyidah Khadijah, timbul rasa cemburu pada diri Sayyidah Aisyah hingga beliau berucap: “Apakah beliau bukan hanya seorang wanita tua yang Allah telah memberikan penggantinya yang lebih baik bagimu?”.
  • Mendengar perkataan tersebut, Rasulullah SAW sangat murka hingga bulu kuduk Sayyidah Aisyah merinding.
  • Sayyidah Aisyah lantas berdoa di dalam hatinya: “Ya Allah, jika Engkau menghilangkan kemarahan Rasul-Mu dariku, aku tidak akan lagi menyebut Khadijah dengan keburukan.”

4. Kesimpulan dan Penutup

  • Istri Paling Mulia & Dicintai:
    Riwayat ini menegaskan bahwa Sayyidah Khadijah ‘Alaihas-salam adalah istri Rasulullah SAW yang paling mulia di antara istri-istri beliau serta wanita yang paling dicintainya.
  • Kemurkaan Nabi pada Pengecam Khadijah:
    Rasulullah SAW sangat murka kepada siapa saja yang menyebut Sayyidah Khadijah dengan keburukan.

Pesan Penutup:

Sangat disayangkan masih ada pihak yang mengabaikan atau tidak menoleh kepada kemuliaan agung yang dimiliki Sayyidah Khadijah.

Dalil2 Keutamaan Sayyidah Khadijah

Allahumma sholli ‘alaa muhammad wa aali muhammad

—

Video sumber: Dalil-dalil Channel

 

 

Berita Timur Tengah

  • Memuat berita terbaru...

Buku Yang Perlu Anda Miliki

Imam Ali Khamenei: Jangan Ikuti Syiah Ekstrim

Video Thumbnail
WA Follow Us