18 October 2026

Bismillahirrohmaanirrohiim…
Allahumma sholli ‘alaa Muhammad wa aali Muhammad

 

Biografi Penulis Kitab Al-Mawahib al-Laduniyyah

Di dalam jilid pertama kitab Al-Mawahib al-Laduniyyah—sebuah kitab yang disusun oleh Al-Allamah Ahmad bin Muhammad al-Qastallani, salah satu ulama Ahlus Sunnah yang bermazhab Asy-Syafi’i—terdapat biografi mengenai penulis kitab tersebut.
Kitab ini ditahkik (diperiksa keaslian teksnya) oleh Saleh Ahmad Asy-Syami dan diterbitkan oleh penerbit Al-Maktab al-Islami pada cetakan kedua.

Pada halaman 11 jilid pertama tersebut, Al-Muhaqqiq (pemeriksa kitab) menuliskan nama lengkap dan gelar dari penulis kitab ini, yaitu: Al-Hafiz Syihabuddin Abul Abbas Ahmad bin Abi Bakr bin Abdul Malik bin Ahmad al-Qastallani al-Mishri Asy-Syafi’i, seorang Imam yang tepercaya.

 

Pernyataan dan Pengalaman Pribadi Imam Al-Qastallani

Apabila kita melihat langsung pernyataan Imam Al-Qastallani dalam kitab yang sama, yaitu Al-Mawahib al-Laduniyyah, pada jilid keempat halaman 595, beliau menceritakan kisah yang dialaminya sendiri.

Beliau menceritakan bahwa beliau pernah menderita suatu penyakit yang sangat berat selama bertahun-tahun, di mana obat-obatan biasa yang dikonsumsi tidak mampu menyembuhkannya.
Di tengah keputusasaan tersebut, beliau memohon kesembuhan dengan menjadikan Rasulullah SAW sebagai perantara dan meminta kesembuhan secara langsung kepada beliau.
Di akhir kisahnya, beliau menegaskan bahwa demi Allah, beliau akhirnya tidak lagi merasakan sakit yang sebelumnya beliau derita berkat perantara Rasulullah SAW.

 

Kesimpulan Hukum Mengenai Tawasul

Dari pernyataan tertulis Imam Al-Qastallani ini, kita dapat menarik kesimpulan penting:

  1. Imam Al-Qastallani tidak hanya sekadar bertawasul (menjadikan Rasulullah SAW sebagai perantara biasa) demi kesembuhan penyakitnya.
  2. Beliau meminta langsung kepada Rasulullah SAW yang sudah wafat untuk menyembuhkan penyakit yang sedang beliau derita.
  3. Atas izin Allah SWT, beliau pun akhirnya mendapatkan kesembuhan total dari penyakit tersebut.

Poin mendasar yang ditekankan di sini adalah bahwa apabila tindakan meminta kesembuhan atau bertawasul langsung kepada Rasulullah SAW yang sudah wafat seperti ini dicap sebagai perbuatan syirik, maka Imam Al-Qastallani tentu telah melakukan kemusyrikan.
Namun nyatanya, tindakan tersebut justru ditulis dan diakui sendiri oleh beliau di dalam kitabnya, Al-Mawahib al-Laduniyyah.

Rasulullah Sa Mukjizat Tawassul Imam Al Qastallani

 

 

Judul video: Rasulullah Saw Adalah Obat Dari Segala Penyakit – Watch on Youtube

Yuk Subscribe Dalil-dalil Channel:
Subscribe Channel Dalil-dalil Channel

 

 

Berita Timur Tengah

  • Memuat berita terbaru...

Buku Yang Perlu Anda Miliki

Imam Ali Khamenei: Jangan Ikuti Syiah Ekstrim

Video Thumbnail
WA Follow Us