Rasulullah saaw telah berwasiat pada segenap umatnya untuk berpegang kepada dua hal yaitu Alquran dan Keluarga Suci Beliau: “Aku tinggalkan padamu sesuatu yang jika kamu berpegang teguh kepadanya niscaya kamu tidak akan sesat selama-lamanya sepeninggalku, yaitu Kitab Allah dan ‘ltrah Ahlul Baitku”. Selengkapnya hadits ini bisa dilihat pada Kitab Sahih Muslim, juz 4, halaman 123, … Read more
Hidup Bersama Al-Qur’an: Tafsir Al-Mishbah Episode #4 (Q.S. Ath-Thur: 29-38)
Iman adalah pembenaran hati bukan pembenaran akal, maka adanya pengetahuan hanya mengukuhkan rasa percaya di hati bukan penyebab mutlak keimanan.
Bagaimana dengan orang-orang yang tidak mempercayai Al-Quran? Apakah Allah memberikan petunjuk bagi mereka?
Simak Penjelasan lengkap Tafsir Al-Quran bersama M. Quraish Shihab dan Najelaa Shihab, di Hidup Bersama Al-Quran edisi spesial Tafsir Al-Mishbah.
Akan tayang setiap hari selama bulan Ramadan hanya di YouTube channel Quraish Shihab
Orang yang bertakwa akan diberikan Allah balasan surga di akhirat nanti. Namun, perlu diketahui bahwa seseorang dimasukkan ke surga adalah karena rahmat Allah SWT, bukan karena amalnya.
Bagaimana dengan amal-amal yang diperintahkan Allah untuk dikerjakan di dunia? apakah semua itu tidak mempunyai manfaat di akhirat?
Simak Penjelasan lengkap Tafsir Al-Quran bersama M. Quraish Shihab dan Najelaa Shihab, di Hidup Bersama Al-Quran edisi spesial Tafsir Al-Mishbah.
Akan tayang setiap hari selama bulan Ramadan hanya di YouTube channel Quraish Shihab
Hadits ini populer sekali. Isinya, “Aku tinggalkan dua perkara padamu yang jika kamu berpegang teguh kepada keduanya niscaya kamu tidak akan tersesat selama-lamanya, yaitu Kitab Allah dan Sunnah Nabi-Nya.” Kita tentu sudah sering membaca hadits ini dari berbagai buku Islam dan juga khutbah-khutbah di mesjid-mesjid. Sudah begitu lama hadits ini kita dengar, sehingga memang akhirnya … Read more
Tidak harus butuh pengetahuan untuk percaya terhadap sesuatu, karena iman tidak mutlak lahir dari pengetahuan. Pengetahuan hanya mengukuhkan rasa percaya di hati. Itu sebabnya definisi iman adalah pembenaran hati bukan pembenaran akal.
Lantas bagaimana dengan orang-orang yang mengingkari Al-Quran sebagai wahyu dari Allah?
Simak Penjelasan lengkap Tafsir Al-Quran bersama M. Quraish Shihab dan Najelaa Shihab, di Hidup Bersama Al-Quran edisi spesial Tafsir Al-Mishbah.
Akan tayang setiap hari selama bulan Ramadan hanya di YouTube channel Quraish Shihab
Download eBook berikut ini untuk membaca bukunya langsung. Sosok pendiam, santun dan pemalu. Dan dia bukan tipe orang yang “sulit ditebak” seperti yang dikatakan oleh jenderal-jenderal di Amerika. Di dalam negerinya, tidak banyak cerita mengenainya. Namun di luar negaranya, sepak terjangnya diibaratkan oleh militer Amerika sebagai sosok monster yang mengancam seluruh kepentingan Amerika Serikat di … Read more
Semua kita sudah tahu, bahwa nanti di alam kubur, Malaikat Munkar dan Nakir akan bertanya kepada kita: Siapa Tuhanmu, Siapa Nabimu, Apa Kitabmu, dst …
Dalam menjawab pertanyaan itu, sebagian besar kita menganggap bahwa “kita sudah aman” karena sudah tahu jawabannya. Apakah benar demikian?
Berikut ini adalah ulasan dan penjelasan Hujjatul Islam wal Muslimin Ustadz Hasan Abu Ammar, seorang pelajar agama yang menempuh study selama lebih dari 35 tahun dalam bidang-bidang Ilmu Logika (Mantik), Filsafat, Fiqih, Ushulfiqih, dan Irfan (Gnosis), dan telah mencapai derajat Mujtahid.
Silakan simak penjelasannya pada video di bawah ini:
PEMBAGIAN ILMU
Ilmu terbagi dua yaitu ilmu hushuli dan ilmu hudhuri.
Ilmu hushuli adalah ilmu yang didapatkan melalui panca indra, definisi, dan argumentasi. Ilmu ini tidak akan dibawa mati. Ketahuilah bahwa ilmu itu akan hangus ketika kita meninggal dunia.
Tetapi kalau semua ilmu hushuli itu di-hudhuri-kan (di amalkan) maka ilmu inilah yang akan dibawa mati … sehingga nanti ilmu inilah yang bisa menjawab seluruh pertanyaan-pertanyaan malaikat.
Di akhirat itu pertanyaan para malaikat tidaklah menggunakan bahasa, karena malaikat tidak perlu kepada bahasa … tetapi pertanyaan itu melalui hakikatnya.
Pertanyaan malaikat “Siapa Nabimu” jika mau dibahasakan (hakikatnya) adalah kurang lebih: “apakah kamu mengikuti Muhammad saw, dan seberapa yang kamu kerjakan yang sampai pada tingkat ikhlas dan istiqomah dan sampai pada tingkat huduri yang ada pada jiwamu, ruh mu sekarang ini?”
WUJUD RUH MANUSIA
Hakikatnya, ruh ini beraneka ragam. Ruh manusia akan terbentuk sesuai dengan amalan / perbuatan nya.
Perbuatan apapun, baik perbuatan baik ataupun perbuatan yang tidak baik semua akan menjelma pada ruh manusia. Misalnya kalau seseorang yang berhakikat penipu, maka jiwanya/ruhnya berhakikat ular. Maka ketika di akhirat ia akan berwujud ular. Sehingga ketika ia ditanya siapa Nabimu maka jiwa sebagai ular itu tidak akan dapat menjawab pertanyaan itu.
Di dunia ini semua dapat kita bahas … karena pembahasan semua itu adalah ilmu-ilmu husuli. Tetapi di akhirat nanti, ilmu hudhuri lah yang dilihat atau dibangkitkan. Artinya yang tidak ada pada dirinya (hudhuri) dia tidak akan mengetahuinya.
Maka jika seseorang yang ketika dibangkitkan jati dirinya berhakikat ular maka ia tidak akan mengenal Qur’an, Nabi, Imam … bahkan ia benci/anti pada semua itu. Nauzubillahi min zaalik.
JADI … ilmu yang akan dibangkitkan itu adalah ilmu yang benar, yang dimengerti dan diamalkan, lengkap dengan syarat-syaratnya, lalu benar sampai mati.
Sedangkan ilmu hushuli … ia bahkan bisa hilang ketika sudah pikun, ketika lupa, ketika ia mati, atau kalau ia sudah dibangkitkan di akhirat.
Ilmu yang akan abadi bersama kita (di akhirat) adalah ilmu hudhuri … yang ia sudah MENSUBSTANSI menjadi diri kita (karena istiqomah).
Cara menghudhurikan semua ilmu hushuli adalah ILMU ITU DIAMALKAN, seperti misalnya ilmu fiqih yang diamalkan dengan benar sesuai fiqih sampai ilmu itu menjadi hudhuri (mensubstansi) pada diri kita.
Ilmu hudhuri jika dilakukan terus-menerus ia akan menjadi ZAT DIRI KITA … sehingga kita akan bercahaya sebagaimana cahaya sholat, sehingga jika kita ditanya ‘siapa Tuhanmu’, maka cahaya itu (jiwa yang bercahaya) itulah yang akan menjawabnya dengan sangat mudah.
Dalam berdo’a, mengapa kita tidak langsung meminta kepada Allah swt? Mengapa kita memerlukan wasilah (tawassul)? Apakah tawassul boleh? Jawabannya adalah: tawassul memang adalah merupakan perintah dari Allah SWT, salah satunya termaktub dalam surat al Maidah ayat 35: يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ وَابْتَغُوا إِلَيْهِ الْوَسِيلَةَ وَجَاهِدُوا فِي سَبِيلِهِ لَعَلَّكُمْ تُفْلِحُونَ “Wahai orang-orang yang beriman, bertakwalah … Read more
Doa ini sangat dianjurkan untuk dibaca pada malam-malam Lailatul Qadr dan juga malam-malam selama ramadhan. Silakan mengikuti membaca do’a ini, khususnya pada malam-malam lailatul qadar. Mudah-mudahan doa permohonan ampunan dan taubat kita diterima oleh Allah SWT. Bagian 1 Bagian 2
SAFINAH TV – Ketika Muawiyah bin Abu Sofyan mangkat, putranya Yazid menggantikannya sebagai khalifah Bani Umayyah. Untuk mendapat dukungan atas kekuasaannya, Yazid meminta baiat dari Imam Husain as. Akankah Imam Husain as. membaiat Yazid?
Selamat menyaksikan.
Anak-anak Kecil Pun Menyambut Seruan Imam Husain a.s. (Bag. 1) [http://bit.ly/AnakKecilKarbala1]
Kedudukan Imam Husain di Sisi Nabi [http://bit.ly/ImamHusainDiSisiNabi]
Pesan Damai dalam Kebangkitan Imam Husein as. [http://bit.ly/PesanDamai]
Selamat Membaca!
Anda dapat mengikuti kami di:
Instagram: https://instagram.com/SafinahOnline
Facebook: https://Facebook.com/SafinahOnline
Telegram: https://Telegram.me/SafinahOnline
Twitter: https://Twitter.com/SafinahOnline
Vidio: https://vidio.com/@SafinahOnline
SAFINAH TV – Imam Ali Ridha as., mendapat tawaran menjadi putra mahkota Al-Makmun. Walaupun mengalami tekanan dan kekerasan, Imam Ali Ridha as. tetap dengan pendiriannya. Sedangkan Al-Makmun berusaha membujuk Imam Ali Ridha as untuk bersedia menerima tawarannya.
Apakah yang terjadi di balik tawaran Al-Makmun menjadikan Imam Ali Ridha as. sebagai Putra Mahkota?
Selamat menyaksikan!
Baca Kisah Teladan Imam Ali Ridha a.s. di Safinah-Online.com dengan mengeklik tautan berikut:
Pesan Imam Ali ar-Ridha pada Jum’at Akhir Bulan Sya’ban [http://bit.ly/PesanImamRidha]
4 Kisah Menarik Imam Ridha a.s. [http://bit.ly/KisahImamRidha]
Antara Ulama dan Raja, Penguasa dan Hamba Saleh [http://bit.ly/2Hxqjg5]
Selamat membaca!
Anda dapat mengikuti kami di:
Instagram: https://instagram.com/SafinahOnline
Facebook: https://Facebook.com/SafinahOnline
Telegram: https://Telegram.me/SafinahOnline
Twitter: https://Twitter.com/SafinahOnline
Vidio: https://vidio.com/@SafinahOnline
Youtube: http://bit.ly/SafinahTV
SAFINAH TV – Kartun Anak: Dialog Imam Al-Jawad a.s dengan Yahya bin Aktsam di Hadapan Al-Makmun
Imam Jawad as. diakui oleh khalifah pada zamannya sebagai orang yang berilmu dan alim, meskipun usianya masih belia, kurang dari 10 tahun. Hingga menimbulkan keresahan di kalangan Bani Abbas. Al-Makmun, khalifah Abbasiah yang saat itu berkuasa, menerima tantangan untuk menguji ilmu Imam Jawad as dengan menghadirkan mufti tersohor di zaman itu.
Selamat menonton.
Baca artikel lainnya di Safinah-Online.com atau klik link berikut:
Kisah-kisah Menarik Imam Jawad a.s. (I) [https://goo.gl/a4uRfk]
Kisah-kisah Menarik Imam Jawad a.s. (II) [https://goo.gl/r7qqc9]
Sang Alim yang Syahid Muda [https://goo.gl/Gr7ik2]
Selamat membaca.
Anda dapat mengikuti kami di:
Instagram: https://instagram.com/SafinahOnline
Facebook: https://Facebook.com/SafinahOnline
Pinterest: https://pinterest.com/SafinahOnline
Telegram: https://Telegram.me/SafinahOnline
Twitter: https://Twitter.com/SafinahOnline
Vidio: https://vidio.com/@SafinahOnline