Pembukaan
Bismillahirrahmanirrahim.
1. Pandangan Kitab At-Thiqat Karya Ibn Hibban
Dalam kitab At-Thiqat yang disusun oleh Ibn Hibban—salah seorang ulama Ahlus Sunnah wal Jama’ah yang bermazhab Syafi’i (Darul Kutub Al-Ilmiyah, Jilid 3, Cetakan Pertama / At-Thab’atul Ula, tahun 1998 M / 1419 H, Halaman 251, terjemah/biografi nomor 573):
- Biografi & Silsilah:
-
- Teks Arab/Sebutan: Ja’far bin Muhammad bin ‘Ali bin Al-Husain bin ‘Ali bin Abi Thalib.
- Julukan (Qunyah): Qunyatuhu Abu ‘Abdillah (Julukan beliau adalah Abu ‘Abdillah).
- Penyampaian Hadis:
-
- Teks Arab: Yarwi ‘an abihi.
- Artinya: Beliau (Imam Ja’far) hanya meriwayatkan hadis dari ayahnya.
- Kedudukan Ahlul Bait:
-
- Teks Arab: Wa kana min sadati ahlil bait, fiqhan wa fadlan.
- Artinya: Beliau termasuk salah seorang tokoh/pemuka Ahlul Bait, baik dari segi fikih (keilmuan) maupun keutamaan.
- Ulama yang Mengambil Ilmu dari Beliau:
-
- Teks Arab: Rawa ‘anhu Ats-Tsauri, wa Malik, wa Syu’bah, wan-nas.
- Artinya: Ditegaskan oleh Ibn Hibban bahwa di antara tokoh ulama yang mengambil ilmu dari Imam Ja’far As-Shadiq a.s. adalah Ats-Tsauri (Sufyan Ats-Tsauri), Malik (Imam Malik), Syu’bah, dan masyarakat umum lainnya. Hal ini menunjukkan sangat banyaknya ulama yang menimba ilmu dari beliau.
2. Pandangan Kitab Tazkiratul Huffaz Karya Imam Az-Zahabi
Dalam kitab Tazkiratul Huffaz yang disusun oleh Al-Imam Az-Zahabi (Darul Fikr Al-Arabi, Jilid 1 & 2 dalam satu kitab, Halaman 166, biografi tentang Imam Ja’far bin Muhammad bin ‘Ali):
- Pernyataan Imam Abu Hanifah:
-
- Teks Arab: Wa ‘an Abi Hanifah qala: “Ma ra’aitu afqaha min Ja’far bin Muhammad.”
- Artinya: Dari Abu Hanifah yang berkata: “Aku tidak melihat orang yang lebih fakih (lebih mendalam ilmunya) daripada Ja’far bin Muhammad.”
- Penilaian Abu Hatim:
-
- Teks Arab: Wa qala Abu Hatim: “Thiqatun.”
- Artinya: Abu Hatim berkata bahwasanya Imam Ja’far As-Shadiq adalah orang yang terpercaya (thiqah). Sosok seperti beliau tidak perlu dipertanyakan lagi keterpercayaannya.
- Pernyataan Imam Ja’far As-Shadiq Diriwayatkan oleh Saleh bin Abil Aswad:
-
- Teks Arab: Wa ‘an Saleh bin Abil Aswad qala: Sami’tu Ja’far bin Muhammad yaqul: “Saluni qabla an tafqiduni, fa innahu la yuhadditukum ahadun ba’di bimitsli haditsi.”
- Artinya: Dari Saleh bin Abil Aswad, ia berkata: Aku mendengar Imam Ja’far As-Shadiq berkata: “Bertanyalah kalian kepadaku sebelum kalian kehilangan aku. Karena sesungguhnya tidak ada seorang pun sepeninggalku yang dapat menjelaskan kepada kalian seperti penjelasanku ini.”
- Penjelasan/Hikmah: Pada masa itu, tidak ada seorang pun yang berani mengatakan “Saluni qabla an tafqiduni” (Bertanyalah kalian kepadaku sebelum kalian kehilangan aku). Hal ini secara tidak langsung mengisyaratkan bahwa beliau adalah sosok yang paling alim dan paling mendalam keilmuannya, sebagaimana diakui pula oleh Imam Abu Hanifah.
Penutup
Inilah biografi Imam Ja’far As-Shadiq a.s. dalam pandangan ulama Ahlus Sunnah wal Jama’ah sebagaimana disebutkan dalam kitab At-Thiqat karya Ibn Hibban dan kitab Tazkiratul Huffaz karya Imam Az-Zahabi.

Wa shallallahu ‘ala sayyidina Muhammadin wa alihi at-thayyibin at-thahirin, walhamdulillahi rabbil ‘alamin.
Video sumber: Dalil-dalil Channel

