Bismillahirrohmaanirrohiim…
Allahumma sholli ‘alaa Muhammad wa aali Muhammad
Semoga Allah selalu menyertai kita semua dalam segala kebaikan, serta membimbing, melindungi, dan mengampuni kita apabila sempat terpengaruh oleh was-was setan.
Pada pertemuan ke-7 mengenai kajian akhlak ini, kita akan meneruskan pelajaran sebelumnya yang membahas tentang pembuktian sifat nonmaterial (kenonmaterian) dari ruh manusia.
Kehidupan dan Ruh pada Seluruh Makhluk Bumi
Sebagai tambahan sebelum melanjutkan pembuktian tersebut, perlu diketahui bahwa dalam filsafat Islam dan ajaran Al-Qur’an, semua makhluk di muka bumi dan alam materi ini sebenarnya memiliki ruh.
Al-Qur’an mengabarkan bahwa seluruh makhluk di langit, bumi, dan di antara keduanya bertasbih kepada Allah, namun manusia tidak mengerti tasbih mereka.
Sebagian orang menafsirkan ayat ini secara materialistis atau bendawi saat membahas benda-benda mati.
Mereka mengartikan bahwa tasbihnya air adalah mengalir ke lembah dari tempat tinggi, tasbihnya api adalah membakar dan memberi cahaya, tasbihnya matahari adalah menyinari bumi, dan tasbihnya bumi adalah berputar mengitari matahari.
Tafsiran materialistis semacam ini keliru karena Al-Qur’an sendiri menyatakan, “Tetapi kalian tidak mengerti tasbih mereka”.
Jika tasbih hanya diartikan sebatas air mengalir, api membakar, atau matahari bersinar, tentu semua orang sudah mengetahuinya. Firman
Allah tersebut menandakan bahwa benda-benda yang kita anggap mati sebenarnya hidup dan memiliki dimensi nonmateri yang disebut ruh.
Kaidah Akal: Kebetulan Tidak Berulang Dua Kali
Salah satu bukti rasional yang sangat mudah dipahami adalah gerakan atom, khususnya elektron yang berputar mengitari proton.
Gerakan elektron yang berputar terus-menerus secara konsisten dalam keadaan yang selalu sama membuktikan adanya pengatur yang mengatur jalannya elektron tersebut.
Dalam kaidah akal dan filsafat dinyatakan bahwa “kebetulan tidak akan berulang dua kali”.
Sebagai contoh, jika kita mengambil tiga kelereng atau batu berwarna merah, putih, dan biru, lalu melemparkannya secara acak berulang-ulang, posisi jatuhnya tidak akan pernah menghasilkan letak yang persis sama seperti semula karena tidak ada yang mengaturnya.
Namun, gerakan elektron terhadap pusat atom selalu sama. Hal ini membuktikan adanya aturan dan keteraturan di dalamnya, bukan gerakan yang bersifat kebetulan.
Adanya aturan membuktikan adanya kesengajaan, dan adanya kesengajaan berarti ada pengatur yang menghendakinya.
Contoh lainnya adalah bumi yang mengitari matahari secara konsisten tanpa menjadi lebih dekat atau lebih jauh.
Karena keteraturan adalah lawan dari kebetulan, maka di dalamnya pasti ada kesengajaan.
Sesuatu yang disengaja mengandaikan adanya pengetahuan atau ilmu terlebih dahulu yang menjadi sasaran atau gambaran dari perbuatan teratur tersebut.
Mengingat pada pertemuan sebelumnya telah dibuktikan bahwa ilmu bersifat nonmateri, maka di dalam gerakan atom batu, air, atau tanah sekalipun terdapat unsur pengetahuan yang nonmateri.
Unsur nonmateri pada benda materi inilah yang dinamakan ruh. Dengan demikian, melalui kaidah akal dan bimbingan wahyu, dapat diketahui bahwa semua makhluk di alam ini sebenarnya hidup dan memiliki ruh.
Tingkatan Ruh dan Kemampuan Berbahasa
Ruh tersebut bertasbih kepada Allah SWT sesuai dengan bahasa mereka sendiri, tanpa harus menggunakan lafal suara.
Penggunaan kata atau lafal merupakan ciri materi. Manusia memiliki akal sehingga mempunyai kemampuan untuk menyepakati lekuk-lekuk suara tertentu untuk mewakili makna hingga terbentuklah bahasa.
Makhluk selain manusia tidak memiliki kemampuan akal untuk membuat kesepakatan bahasa semacam itu.
Binatang hanya dibekali bahasa naluriah (insting) yang sangat sederhana dari Allah secara alami tanpa adanya ikhtiar (kehendak bebas).
Sebagai contoh, kambing di Indonesia bisa langsung saling memahami dengan kambing di Afrika karena bahasanya bersifat alami pemberian Allah.
Di bawah binatang, tumbuh-tumbuhan memiliki ruh yang lebih lemah dan hampir tidak bersuara, meskipun uji laboratorium membuktikan mereka mengeluarkan suara-suara tertentu.
Di tingkatan paling bawah terdapat ruh bebatuan, tanah, dan air yang tasbihnya tidak berwujud lafal seperti “Subhanallah”, melainkan hanya diketahui oleh mereka sendiri, Allah, dan para malaikat.
Metode Perbandingan: Sifat Materi vs Nonmateri
Sekarang, mari kita lanjutkan pembuktian sifat nonmaterial dari ruh manusia menggunakan metode perbandingan antara materi dan nonmateri agar lebih mudah ditangkap. Materi dalam melakukan aksi maupun reaksinya mutlak harus bersentuhan secara langsung.
Contohnya, tangan harus mendekatkan diri ke api untuk merasakan panas atau ke es untuk merasakan dingin, begitu pula api harus bersentuhan langsung dengan kertas agar bisa membakarnya.
Hal ini terjadi karena materi terikat erat oleh ruang dan waktu. Jika subjek dan objek terpisah secara ruang, tidak akan terjadi reaksi di antara keduanya.
Begitu pula dengan waktu: kertas yang diletakkan di meja hari ini tidak akan terbakar oleh api yang diletakkan di meja yang sama keesokan harinya karena dimensi waktunya sudah berbeda.
Konsep bersentuhan langsung ini disesuaikan dengan jangkauan fisik masing-masing materi. Mata melihat teman sejauh jangkauan pandangan, dan telinga mendengar sejauh jangkauan gendang telinga menangkap gelombang suara. Namun, jika objek berada di luar jangkauan ruang dan waktu tersebut, aksi dan reaksi sama sekali tidak bisa terjadi.
Berbeda dengan materi, unsur nonmateri tidak terikat oleh ruang dan waktu sehingga tidak harus bersentuhan langsung untuk berinteraksi.
Di dalam diri manusia terdapat interaksi yang bebas dari batasan fisik ini, yang membuktikan adanya ruh atau dimensi nonmateri.
Contoh paling nyata adalah kemampuan mengingat masa lalu dan membayangkan masa depan.
Secara fisik, mata kita harus pergi ke tanah Arab untuk melihat pohon kurma. Namun, saat kita kembali ke Indonesia, pohon kurma tersebut tetap ada di dalam diri kita dalam bentuk ingatan.
Kita tidak perlu pergi ke Mesir setiap kali ingin melihat Piramida; kita cukup menghadirkannya lewat kekuatan khayal dan akal.
Objek yang besar dapat terekam dalam diri kita yang kecil tanpa terikat ruang dan waktu, yang membuktikan bahwa ingatan dan ilmu bersifat nonmateri.
Manusia sebagai “Alam Kecil” (Mikrokosmos)
Manusia sering disebut sebagai “alam kecil” karena seluruh ringkasan jagat raya yang besar ini ada pada diri manusia.
Dalam sebuah riwayat disebutkan, “Man ‘arafa nafsahu faqad ‘arafa rabbahu” (Barang siapa mengenal dirinya, maka dia akan mengenal Tuhannya).
Dengan memahami keajaiban dimensi nonmateri dalam diri seperti ingatan, kita membuktikan keberadaan ruh di luar dimensi jasmaniah.
Bahkan, manusia memiliki kemampuan luar biasa untuk memahami konsep abstrak yang tidak pernah dilihat atau tidak pernah ada secara fisik di alam nyata.
Contohnya adalah pemahaman akal kita tentang pertemuan dua kontradiksi.
Kontradiksi adalah penetapan dan penegasian sesuatu secara bersamaan, seperti mengklaim di tangan kita “telur ada dan telur tidak ada” pada saat yang sama, di ruang yang sama, dan dari sudut pandang yang sama.
Pertemuan dua kontradiksi ini mutlak mustahil terjadi di alam nyata.
Meski wujudnya tidak pernah ada, akal kita tetap mampu memahami dengan jelas konsep kemustahilan kontradiksi tersebut.
Begitu pula dengan konsep “ketiadaan” (tiada) atau “sekutu bagi Tuhan” yang tidak memiliki wujud fisik, namun akal kita sanggup mencernanya dengan sempurna.
Penutup Kajian
Semua fenomena mental ini membuktikan bahwa aksi dan interaksi di dalam diri manusia tidak selalu membutuhkan kehadiran fisik.
Karena manusia memiliki aktivitas yang tidak terbatas oleh ruang dan waktu, maka sudah pasti terdapat unsur nonmateri (ruh) di dalam diri manusia.
Kajian ini diakhiri dengan doa semoga Allah SWT mengampuni dosa-dosa kita, membimbing kita pada kebenaran secara gamblang agar mantap dalam mengamalkannya, serta menganugerahi kita keikhlasan, ketabahan, dan keuletan hingga akhir hayat dalam keadaan husnul khatimah.

Judul video: Seri 7 – Filsafat Islam & Tassawuf | Batu Juga Memiliki Ruh – Watch on Youtube
Yuk Subscribe Channel ITRAH Institut Official:


