Keturunan Rasulullah SAW Berdasarkan Dua Kitab Karya Ibnu Hajar al-Haitami:
1. Penjelasan Kitab As-Sawa’iq al-Muhriqah
Di dalam kitab As-Sawa’iq al-Muhriqah yang disusun oleh Ibnu Hajar al-Haitami (ulama Ahlus Sunnah bermazhab Asy-Syafi’i) terbitan Darul Kutub al-‘Ilmiyyah cetakan kedua (1985 M / 1405 H) pada halaman 232, dijelaskan mengenai kedudukan Ahlul Bait.
Beliau menegaskan bahwa hadis tentang anjuran berpegang teguh kepada Ahlul Bait merupakan isyarat bahwa Ahlul Bait senantiasa ada dan tidak terputus, serta menjadi jaminan keamanan bagi penduduk bumi.
Keberadaan Ahlul Bait sebagai pegangan umat Islam ditegaskan akan terus ada sampai hari kiamat.
Penjelasan ini merupakan bantahan bagi mereka yang meyakini bahwa keturunan Nabi Muhammad SAW telah terputus.
2. Penjelasan Kitab Al-Minah al-Makkiyyah fi Syarh al-Hamziyyah
Di dalam karya beliau lainnya, yaitu kitab Al-Minah al-Makkiyyah fi Syarh al-Hamziyyah terbitan Darul Minhaj cetakan kedua (2005 M / 1426 H) pada halaman 539, Ibnu Hajar al-Haitami menjelaskan bahwa anak-anak Sayyidah Fatimah beserta keturunannya dinamakan dan diakui sebagai anak-anak Nabi.
Keturunan tersebut dinisbatkan kepada Rasulullah SAW dengan nisbat yang hakiki (nisbatan haqiiqiyyatan) yang memberikan manfaat di dunia maupun di akhirat.
Hal ini disandarkan pada hadis saat Rasulullah SAW berkhotbah dan mempertanyakan sikap orang-orang yang menganggap kekerabatan/nasab beliau tidak bermanfaat di hari kiamat, lalu Nabi SAW menegaskan bahwa nasab dan kekerabatan beliau tetap bersambung di dunia hingga akhirat.
Melalui keterangan kitab ini, Ibnu Hajar kembali menegaskan bahwa keturunan Sayyidah Fatimah adalah keturunan Rasulullah SAW dan nasab beliau tidak pernah terputus.

Allahumma sholli ‘alaa muhammad wa aali muhammad
—
Video sumber: Dalil-dalil Channel

