16 October 2026

Penjelasan Kitab Mizanul I’tidal (Karya Al-Imam Adz-Dzahabi)

Identitas Kitab dan Rujukan:

Pembahasan video merujuk pada kitab Mizanul I’tidal fi Naqdir Rijal yang disusun oleh Al-Imam Adz-Dzahabi, salah seorang ulama dari kalangan Ahlussunnah.
Rujukan spesifik yang dibahas berada pada jilid pertama, terbitan Darul Kutub Al-Ilmiyyah, cetakan kedua tahun 2008 Masehi atau 1429 Hijriah, Beirut, Lebanon, pada halaman 118.

Biografi Perawi Aban bin Taghlib Al-Kufi:

Pada halaman tersebut, Imam Adz-Dzahabi memaparkan biografi seorang perawi bernama Aban bin Taghlib Al-Kufi yang berasal dari Kufah. Imam Adz-Dzahabi menyebutnya sebagai seorang Syiah yang berlebihan atau fanatik, akan tetapi dia adalah orang yang jujur.
Beliau menetapkan kaidah bahwa bagi kita adalah kejujurannya, sedangkan perkara bid’ah yang ia lakukan menjadi urusan atau tanggungannya sendiri.

Keberadaan Perawi Syiah di Kalangan Tabi’in dan Tabi’ut Tabi’in: Imam Adz-Dzahabi menegaskan bahwa keadaan serupa banyak sekali ditemukan di kalangan Tabi’in dan juga Tabi’ut Tabi’in.
Para perawi yang hidup di masa Tabi’in dan Tabi’ut Tabi’in banyak yang berpaham Syiah, di mana mereka teguh dalam menjalankan agama, memiliki sifat wara’ (kehati-hatian dalam beragama), serta menjaga kejujuran.
Beliau memperingatkan bahwa seandainya hadis-hadis dari para perawi ini ditolak, niscaya akan hilang banyak sekali sunah Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam, dan hal tersebut merupakan sebuah kerusakan yang nyata.

Kesimpulan dan Ulasan Video:

Dari keterangan kitab tersebut, pemateri menyampaikan sejumlah kesimpulan:

  1. Penerimaan Riwayat:
    Riwayat yang disampaikan oleh para pengikut Ali bin Abi Thalib atau yang lebih dikenal dengan sebutan Syiah pada dasarnya dapat diterima.
  2. Konsekuensi Status Keimanan:
    Sekiranya para pengikut Imam Ali, para pencinta keluarga Nabi, dan para pencinta Ahlulbait dinilai sebagai orang-orang kafir, maka riwayat mereka tentu tidak dapat diterima sama sekali, karena ajaran agama tidak boleh diambil dari orang-orang kafir.
  3. Penyelamatan Sunah Nabi:
    Pernyataan Imam Adz-Dzahabi menunjukkan bahwa apabila hadis para perawi Syiah ditolak, banyak sunah Nabi yang akan musnah, mengingat banyaknya hadis yang sampai melalui jalur periwayatan mereka di zaman Tabi’in dan Tabi’ut Tabi’in.
  4. Catatan Kritis Pemateri:
    Pemateri menyayangkan sikap Imam Adz-Dzahabi yang tetap melabeli para perawi Syiah tersebut sebagai pelaku bid’ah, namun di sisi lain tetap menerima riwayat mereka; padahal secara hukum perbuatan bid’ah dinilai sesat dan setiap kesesatan berada di neraka.

Dalil2 Perawi Syiah dalam Mizanul I tidal

Allahumma sholli ‘alaa muhammad wa aali muhammad

—

Video sumber: Dalil-dalil Channel

Berita Timur Tengah

  • Memuat berita terbaru...

Buku Yang Perlu Anda Miliki

Imam Ali Khamenei: Jangan Ikuti Syiah Ekstrim

Video Thumbnail
WA Follow Us