21 October 2026

Sering kita dengar omongon kalau “cowok gak boleh nangis, cengeng namanya”. Padahal boleh kok menangis, bahkan Baginda Rasulullah juga pernah menangis. Karena yang tidak boleh adalah berlebihan dalam tangisan dan meratapi keadaan, apalagi kalau sampai menyalahkan keadaan.

Banyak orang beranggapan bahwa pria yang menangis itu berarti cengeng. Namun, benarkah menangis itu dilarang?.

 

Menangis adalah Manusiawi

Sahabat cahaya yang dicintai Allah, perlu dipahami bahwa menangis, merasa sedih, ataupun merasa gelisah adalah hal yang diperbolehkan dan sangat manusiawi.
Air mata yang menetes karena kesedihan adalah bagian dari fitrah manusia; justru jika seseorang tidak bisa menangis, mungkin ada masalah dengan hatinya.

Batasan dalam Kesedihan

Hal yang sebenarnya dilarang bukanlah tangisannya, melainkan sikap yang berlebihan dalam kesedihan, kegelisahan, atau tangisan tersebut.
Rasulullah SAW sendiri pernah menangis saat menjenguk sahabatnya, Sa’ad bin Ubadah radhiyallahu’an, yang sedang sakit, bahkan tangisan beliau membuat para sahabat lainnya ikut menangis.

Rasulullah SAW bersabda bahwa Allah SWT tidak mengazab seseorang karena tetesan air matanya atau kesedihan di hatinya.
Sebaliknya, Allah memberikan ganjaran atau hukuman berdasarkan apa yang diucapkan oleh lisannya.
Maka, yang harus dihindari saat bersedih adalah meratapi keadaan (niahah), menyalahkan takdir, atau bahkan menghina Allah SWT karena merasa tidak adil.

Keutamaan Menangis karena Allah

Menangis bukanlah tanda kelemahan; terkadang melalui air mata, seseorang sedang melepaskan kegelisahan hidupnya.
Dalam agama kita, disebutkan ada dua jenis mata yang tidak akan tersentuh api neraka:

  1. Mata yang menangis karena bertobat kepada Allah atas dosa-dosa yang telah dilakukan.
  2. Mata yang senantiasa terjaga untuk berjihad dan beribadah di jalan Allah.

Oleh karena itu, jika Anda merasa sedih karena keinginan yang belum terwujud, itu wajar.
Namun, akan jauh lebih baik jika tangisan itu dialihkan untuk menangisi dosa-dosa masa lalu sebagai penguat tobat Anda.

Perbedaan Cara Pria dan Wanita Menghadapi Kesedihan

Ada hal menarik mengenai bagaimana pria dan wanita bereaksi saat sedih:

  • Wanita cenderung menutup mulutnya saat menangis. Ini menggambarkan bahwa seringkali letak kesalahan wanita ada pada lisannya.
  • Pria cenderung menutup matanya saat bersedih. Ini menggambarkan bahwa titik kelemahan atau kesalahan pria seringkali berasal dari pandangan matanya.

Bagi wanita, menangis seringkali menjadi solusi atau cara menemukan jawaban atas kegelisahannya, sehingga janganlah kita meremehkan saat mereka menangis.

Menemukan Ketenangan Melalui Air Mata

Jadikanlah tangisanmu sebagai sarana untuk menyadarkan hati dan diri agar mendapatkan kebaikan.
Menangislah di sepertiga malam dalam doa-doamu dan tangisilah dosa-dosamu; hal tersebut akan memberikan kekuatan, ketenangan, dan kedamaian dalam hidup.

Orang yang menangis sebenarnya sedang menemukan cinta dan kasih sayang di balik ujian yang ia hadapi.
Semoga tangisan kita menjadi jalan bagi kebahagiaan, kelapangan hati, dan perasaan yang lebih tenang.

Menangis Bukan Berarti Lemah

Sambil diresapi resapi ilmunya, boleh dong di-subscribe, like, dan share ke orang-orang terdekat kamu. Insya Allah video ini akan memberikan manfaat bagi yang menontonnya.

#CahayauntukIndonesia #ustadzhilmanfauzi
————————————————————————————————————————————————————————

Follow media sosial Cahaya untuk Indonesia di:
Twitter: https://twitter.com/cahayauntukindo​
Instagram: https://www.instagram.com/cahayauntukindonesia
Facebook: https://www.facebook.com/cahayauntukindo

Berita Timur Tengah

  • Memuat berita terbaru...

Buku Yang Perlu Anda Miliki

Imam Ali Khamenei: Jangan Ikuti Syiah Ekstrim

Video Thumbnail
WA Follow Us