Bismillahirrohmaanirrohiim…
Allahumma sholli ‘alaa Muhammad wa aali Muhammad
Di dalam kitab Tahdhib al-Asma wa al-Lughat karya Imam an-Nawawi (ulama mazhab Syafi’i, diterbitkan oleh Dar al-Kutub al-Ilmiyyah), terdapat riwayat mengenai seorang sahabat Nabi bernama Uqbah bin Amir r.a.
Beliau diutus sebagai pembawa pesan (kurir) untuk menemui Khalifah Umar bin Khattab r.a. guna mengabarkan berita gembira mengenai penaklukan kota Damaskus.
Perjalanan Uqbah bin Amir dari Damaskus menuju Madinah membutuhkan waktu selama tujuh hari.
Namun, ketika beliau kembali dari Madinah menuju Syam (Suriah), perjalanan tersebut hanya memakan waktu dua setengah hari saja.
Hal ini terjadi berkat doa yang beliau panjatkan di dekat makam Rasulullah SAW, serta tawasal dan permohonan syafaat beliau kepada Rasulullah SAW agar jalannya didekatkan atau dipersingkat.
Salah satu ulama besar mazhab Syafi’i, Imam al-Subki, menuliskan di dalam kitabnya yang berjudul Shifa al-Siqam fi Ziyarat Khayr al-Anam (diterbitkan oleh Dar al-Kutub al-Ilmiyyah) bahwa tindakan seperti yang dilakukan oleh sahabat Uqbah bin Amir ini merupakan amalan yang sangat baik.
Mengenai hukum tawasal (memohon perantara), istigasah (memohon pertolongan), dan tasyaffu’ (memohon syafaat) melalui Nabi SAW kepada Allah SWT, Imam al-Subki menjelaskan bahwa perkara tersebut diperbolehkan dan dinilai baik.
Kebolehan dan kebaikan amalan ini merupakan hal yang sudah maklum (diketahui secara luas) oleh setiap orang yang beragama.
Amalan ini juga dikenal luas sebagai bagian dari perbuatan para nabi, utusan Allah, perjalanan hidup para ulama salaf yang saleh, para ulama, hingga masyarakat Muslim pada umumnya.
Kisah ini menjadi penjelasan nyata bahwa tawasal, istigasah, dan tasyaffu’ melalui Nabi SAW diperbolehkan karena dipraktikkan langsung oleh salah seorang sahabat Rasulullah SAW.
Penjelasan dari para ulama Ahlussunnah wal Jama’ah mengenai kebolehan tawasal kepada Nabi SAW ini sekaligus menggugurkan dan membantah pendapat sebagian kalangan yang mengharamkannya.
Riwayat serta dalil-dalil kuat mengenai amalan ini tercatat dengan jelas dalam kitab Shifa al-Siqam fi Ziyarat Khayr al-Anam serta kitab Tahdhib al-Asma wa al-Lughat.
Sebagai penutup, disampaikan selawat serta salam kepada junjungan kita Nabi Muhammad SAW beserta keluarga beliau yang suci dan baik, serta puji syukur kepada Allah SWT, Tuhan semesta alam.

Judul video: SUBHANALLAH!! Perjalanan Lebih Cepat Karena Tawassul Kepada Rasulullah saw – Watch on Youtube
Yuk Subscribe Dalil-dalil Channel:


