19 October 2026

Judul video: Sahabat Rasulullah saw Melakukan Tawassul – Watch on Youtube

Yuk Subscribe Dalil-dalil Channel:
Subscribe Channel Dalil-dalil Channel

Dalam kitab Musnad Ahmad, Juz 28 hal 478 hadis nomer 17240 terbitan Muassasah Ar-risalah Bairut cetakan kedua tahun 2008* yang ditahqiqi Syuaib Arnauth.

عَنْ عُثْمَانَ بْنِ حُنَيْفٍ أَنَّ رَجُلًا ضَرِيرَ الْبَصَرِ أَتَى النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَقَالَ ادْعُ اللَّهَ أَنْ يُعَافِيَنِي قَالَ إِنْ شِئْتَ دَعَوْتُ لَكَ وَإِنْ شِئْتَ أَخَّرْتُ ذَاكَ فَهُوَ خَيْرٌ فَقَالَ ادْعُهُ فَأَمَرَهُ أَنْ يَتَوَضَّأَ فَيُحْسِنَ وُضُوءَهُ فَيُصَلِّيَ رَكْعَتَيْنِ وَيَدْعُوَ بِهَذَا الدُّعَاءِ اللَّهُمَّ إِنِّي أَسْأَلُكَ وَأَتَوَجَّهُ إِلَيْكَ بِنَبِيِّكَ مُحَمَّدٍ نَبِيِّ الرَّحْمَةِ يَا مُحَمَّدُ إِنِّي تَوَجَّهْتُ بِكَ إِلَى رَبِّي فِي حَاجَتِي هَذِهِ فَتَقْضِي لِي اللَّهُمَّ شَفِّعْهُ فِيَّ

Dari Utsman bin Hunaif, bahwasannya seseorang lelaki buta menemui Nabi saw seraya berkata: “Wahai Rasulullah, berdoalah kepada Allah agar Dia menyembuhkanku”

Nabi saw bersabda: “Jika kamu mau, aku akan berdoa untukmu, namun jika kamu mau, aku akan tunda doa untukmu, yang demikian itu lebih baik bagimu”

orang buta itu berkata: “Berdoalah kepada-Nya untukku, maka Nabi saw memerintahkannya untuk berwudhu dan memperbagus wudhunya, kemudian shalatlah dua rakaat, dan berdoalah dengan doa ini: “ Ya Allah, sesungguhnya aku memohon kepada-Mu dan menghadap kepada-Mu melalui nabi-Mu Muhammad, Nabi yang membawa rahmat, Wahai Muhammad, sesungguhnya aku menghadap tuhanku melalui engkau dalam hajatku ini, maka penuhilah untukku, ya Allah, terimalah syafaatnya untukku”

Syuaib Arnaut berkata: “Sanadnya shahih para perawinya terpercaya”

Dalam riwayat ini, jika kita perhatikan dengan seksama jelas bahwa orang buta tersebut meminta kepada Rasulullah saw: “Ya rasulullah berdoalah untukku” akan tetapi beliau saw tidak langsung mendoakannya akan tetapi justru beliau memerintahkan untuk berdoa dengan doa yang beliau ajarkan kepadanya.

Dalam kitab Majma Zawaid Wa Manbaul Fawaid, oleh al-Haitsami, Juz 2 hal 565 terbitan Darul Fikr Bairut tahun 2005 tahqiq Abdullah Muhammad Ad-Darwisy*

Dari Utsman bin Hunaif: “bahwa seseorang berulang kali datang untuk menemui Utsman bin Affan dalam suatu urusannya, namun Utsman bin Affan sama sekali tidak menghiraukannya dan tidak memperhatikan urusan laki-laki tersebut.

Kemudian orang itu bertemu dengan Utsman bin Hunaif dan mengeluhkan hal tersebut kepadanya, lalu Utsman bin Hunaif berkata kepada orang tersebut: “Pergilah ke tempat wudhu dan berwudhulah, lalu pergilah kemasjid dan lakukanlah sholat dua rokaat didalamnya, kemudian ucapkan:

Ya ALLAH aku memohon kepada-MU dan menghadap kepada-MU dengan Nabi Kami Muhammad saw Nabi pembawa rahmat, Ya Muhammad aku menghadap kepada Tuhanku melaluimu agar DIA memenuhi hajatku” Dan kemudian sebutkanlah hajatmu” setelah itu pergilah kamu, akupun akan pergi bersamamu”

Maka laki-laki itu pergi dan melakukan apa yang dikatakan Utsman bin Hunaif kepadanya, Kemudian dia mendatangi pintu Utsman bin Afan, lalu datang penjaga pintu rumah Utsman dan mengantarkannya serta mempersilahkan masuk ke dalam rumah Utsman bin Affan, dan mempersilahkan laki-laki itu untuk duduk diatas permadani, lalu Utsman bin Affan berkata: apa kebutuhanmu?

Kemudian laki-laki itu menyebutkan hajatnya, maka Utsman bin Affan pun mengabulkan keperluan laki-laki tersebut…(sampai kemudian Utsman bin Affan mengatakan): Kapanpun engkau memiliki keperluan maka datanglah kepada kami, kemudian laki-laki itu keluar dengan lalu bertemu dengan Utsman bin Hunaif seraya berkata kepadanya: “Semoga ALLAH membalas kebaikanmu, dia (Utsman bin Affan) sebelumnya tidak pernah melihat kebutuhanku dan dia juga tidak memperhatikan aku sehingga engkau mengatakan kepada dia tentang diriku”

Utsman bin Hunaif berkata: “Demi Allah, aku tidak pernah mengatakan sebelumnya kepada Utsman bin Affan” tetapi aku pernah menyaksikan Rasulullah saw, ketika seorang laki-laki yang buta matanya datang kepada beliau saw, dan mengadukan kepada Rasulullah saw tentang hilangnya penglihatannya”.

قلت روى الترمذي وابن ماجة طرفا من آخره خاليا عن القصة وقد قال الطبراني عقبه : والحديث صحيح بعد ذكر طرقه التي روي بها.

Al-Haitsami berkata: Tirmidzi dan Ibn Majah telah meriwayatkan bagian akhir hadis itu tanpa menukilkan kisahnya…, bahkan thobroni berkata: “hadis shohih setelah menyebutkan jalur-jalur yang meriwayatkan hadis tersebut”

InsyaAllah cara seperti yang di ajarkan oleh Rasulullah saw bisa menjadi bekal buat kita dalam bertawasul kepada Allah dalam kebutuhan2 kita.

Allahumma Sholi A’la Muhammad wa Aali Muhammad

follow us:
INSTAGRAM: https://www.instagram.com/dalildalilchannel_official/
TWITTER: https://twitter.com/DalilChannel
FACEBOOK: https://www.facebook.com/Dalil-Dalil-Channel-110584880673739/

Berita Timur Tengah

  • Memuat berita terbaru...

Buku Yang Perlu Anda Miliki

Imam Ali Khamenei: Jangan Ikuti Syiah Ekstrim

Video Thumbnail
WA Follow Us