Penjelasan Kitab Utama: Sifatu As-Safwah
Dalam kitab Sifatu As-Safwah karya Ibnul Jauzi (salah satu ulama Ahlussunnah), cetakan Darul Kitab Al-Arabi/Al-Kharaj (tahun 2012, hlm. 283), diriwayatkan dari Ummul Mukminin Sayyidah Aisyah radhiyallahu ‘anha:
“Bahwasanya Rasulullah SAW hampir tidak pernah keluar dari rumah melainkan beliau selalu mengenang/menyebut nama Khadijah serta memujinya.”
Kisah Cemburu dan Perkataan Rasulullah SAW
Suatu hari, ketika Rasulullah SAW menyebut nama Sayyidah Khadijah r.a., Sayyidah Aisyah r.a. merasa cemburu lalu berkata:
“Bukankah dia hanyalah seorang wanita tua yang telah Allah gantikan untukmu dengan wanita yang lebih baik darinya?”
Mendengar perkataan tersebut, Rasulullah SAW sangat marah hingga terlihat rambut bagian depan (ubun-ubun) beliau bergetar. Kemudian beliau bersabda dengan tegas:
“Tidak, demi Allah! Allah tidak memberikan ganti kepadaku yang lebih baik dari Khadijah. Dia telah beriman kepadaku di saat manusia masih kafir; dia membenarkanku di saat orang-orang mendustakanku; dia membantuku dengan hartanya ketika orang-orang enggan menolongku; dan Allah menganugerahkan keturunan kepadaku darinya, di saat wanita-wanita lain tidak memberiku keturunan.”
Setelah mendengar penegasan Rasulullah SAW tersebut, Sayyidah Aisyah r.a. berkata di dalam hatinya:
“Aku tidak akan pernah lagi menyebut Khadijah dengan keburukan selama-lamanya.”
Rujukan Kitab Pendukung & Kualitas Hadis
Riwayat ini juga tercantum dalam kitab-kitab rujukan hadis Ahlussunnah lainnya:
- Musnad Al-Imam Ahmad bin Hanbal
- Tahqiq: Syu’aib Al-Arnauth (Mu’assasatu Ar-Risalah, Cetakan Ke-2, 2008, Jilid 41, hlm. 356).
- Keterangan: Syu’aib Al-Arnauth menyatakan bahwa hadis ini bersatus Shahih.
- Majma’ Az-Zawa’id karya Al-Haitsami
- Penerbit: Darul Fikr (Cetakan Ke-1, 2005, Jilid 9, hlm. 224).
- Keterangan: Al-Haitsami menjelaskan bahwa hadis ini diriwayatkan oleh Imam Ahmad dan sanadnya Hasan.
Kesimpulan
Riwayat-riwayat tersebut membuktikan bahwa Sayyidah Khadijah r.a. merupakan istri Rasulullah SAW yang paling beliau cintai. Hal ini disebabkan oleh jasa-jasanya yang luar biasa dan tak terhingga terhadap dakwah Islam pada masa-masa awal, yang mana keutamaan ini diakui secara terbuka oleh Ummul Mukminin Sayyidah Aisyah r.a.

Wa shallallahu ‘ala sayyidina Muhammadin wa ‘ala alihi ath-thahirin, walhamdulillahi rabbil ‘alamin.
—
Video sumber: Dalil-dalil Channel

